Tatap Redaksi: Politisi Durhaka dan Pengkhianat

Oleh Satrio Arismunandar

Judul tulisan ini mungkin terkesan terlalu keras. Politisi durhaka dan pengkhianat. Durhaka pada siapa? Berkhianat pada siapa? Jawabannya cukup jelas. Mereka durhaka terhadap rakyat dan berkhianat terhadap semangat reformasi. Padahal rakyat banyak dan gerakan reformasilah yang memungkinkan mereka sekarang duduk nyaman di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Apa pasal? Penyebab munculnya tudingan “durhaka dan khianat’ ini adalah manuver sejumlah besar politisi dan partai politik, untuk menggolkan rancangan undang-undang (RUU) baru, yang membolehkan kembali DPRD untuk memilih kepala daerah, seperti gubernur, walikota, dan bupati. Jadi, sistem pemilihan langsung oleh rakyat yang sudah berlaku selama ini akan dicabut kembali. Jika RUU ini dapat digolkan menjadi undang-undang, maka kita praktis sudah kembali lagi ke sistem Orde Baru, sistem politik sebelum reformasi.

Mengapa kita perlu mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat? Mari kita cermati semangat dasar diadakannya pemilihan presiden, gubernur, bupati, dan walikota, secara langsung oleh rakyat. Semangatnya adalah melawan oligarki, yakni sekelompok kecil orang yang lewat posisinya di struktur kekuasaan bisa seenaknya merekayasa dan menentukan nasib jutaan rakyat.

Kita belajar dari praktik Orde Baru, yang lewat rekayasa di DPR dan MPR menghasilkan seorang presiden korup dan otoriter, yang berkuasa selama 32 tahun (hampir 7 kali masa jabatan yang normal!). Pada gilirannya, orang-orang lurus dan jujur --yang tidak sejalan dengan presiden-- tidak mungkin bisa menjadi kepala daerah, karena sudah dijegal sejak awal lewat mekanisme partai, yang isinya adalah orang-orang bermental yes-men, alias ABS (asal bapak senang).

Semangat gerakan reformasi, yang ingin mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, telah menghasilkan sistem pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung. Sistem ini mengkerdilkam kekuatan oligarki, karena suara rakyat banyak kini lebih menentukan kemenangan dalam pilpres dan pilkada.

Di sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD, jika ingin jadi kepala daerah, Anda cukup menguasai segelintir politisi di parlemen. Atau, cukup dengan menyuap puluhan atau ratusan anggota DPRD, maka Anda pasti dipilih jadi kepala daerah.
Tetapi dalam sistem pemilihan langsung oleh rakyat, sangat sulit dan musykil rasanya jika Anda berusaha menyuap jutaan rakyat, agar menang dalam pilkada. Orang-orang yang hanya mengandalkan kekuatan uang, tetapi tidak populer dan tidak disukai rakyat (yang sudah semakin cerdas dan sadar politik), kini sulit merekayasa kemenangan dalam pilkada.

Keberhasilan Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan terakhir Presiden RI adalah berkat pemilihan langsung oleh rakyat. Jika oligarki di parlemen disuruh memilih presiden, Jokowi sejak awal pasti sudah terpental karena alasan sederhana: kalah modal. Jangankan jadi presiden, jadi gubernur dan walikota pun mungkin juga gagal.

Ada argumen, bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD akan menghemat biaya politik. Jawab saya: Pertama, kita bisa membuat aturan yang membatasi biaya yang digunakan dalam kampanye pilkada. Dalam pengawasannya nanti, kita bisa minta dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga swadaya masyarakat, dan media massa, lewat sistem dan teknologi informasi yang dibuat transparan.

Kedua, pembengkakan biaya pilkada sebagian besar adalah karena ulah partai politik dan politisi sendiri. Merekalah yang memainkan politik transaksional untuk menang dengan cara apapun, demi memuaskan libido kekuasaan. Sudah bukan rahasia lagi, untuk bisa diajukan sebagai kandidat dalam pilkada, orang harus menyetor “uang mahar” (suap) kepada elite politik di partai bersangkutan.

Dan karena mentalnya sudah korup, tidak ada jaminan kepala daerah yang dipilih DPRD tidak akan melakukan korupsi. Maka jangan ragu lagi. Ayo, lawan politisi durhaka dan pengkhianat itu!

Depok, September 2014
Satrio Arismunandar
Redaktur Senior Majalah AKTUAL

Comments

IBU HAYATI said…
aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)