Gonjang-ganjing Munas Golkar (Aktual Review)

Oleh Satrio Arismunandar

Ada dua peristiwa paling menarik untuk dibahas dalam sepekan terakhir. Pertama, adalah terpilihnya Dwi Sutjipto menjadi Dirut Pertamina, yang disertai dengan “penggusuran” sejumlah jabatan direktur di perusahaan minyak tersebut. Berbagai isu yang terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM) dan upaya pemberantasan mafia migas memang selalu menarik, dan membawa aura politik yang kental juga. Misalnya, penggalangan dukungan di DPR untuk melakukan interpelasi terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Penggalangan dukungan untuk interpelasi pastilah melibatkan partai-partai besar yang kini berseberangan dengan pemerintah Jokowi. Salah satunya adalah Partai Golkar. Nah, hal inilah yang terkait dengan topik kedua, yakni pro-kontra penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali. Munas Golkar ini kontroversial, karena menjadi bagian dari pertarungan internal antar elite politik di dalam tubuh partai berlambang beringin tersebut. Aktual review kali ini difokuskan pada isu Golkar.

Golkar praktis sudah terpecah dalam dua kubu sebelum berlangsungnya Munas. Kubu pertama adalah kubu Aburizal Bakrie (Ical), yang saat ini menjabat Ketua umum. Kubu kedua adalah kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agun Gunandjar, Yorrys Raweyai, Zainudin Amali, dkk. Agung Laksono dan pendukungnya membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar, yang tidak mengakui keabsahan Munas di Bali dan karena itu mereka juga tidak hadir di Munas.

Oleh Presidium, Ical dianggap gagal memimpin Golkar, terlihat dari merosotnya suara Golkar dalam Pemilu, dan miskalkulasi yang membuat Golkar seperti kurang mendapat posisi yang layak dalam Koalisi Merah Putih (KMP). KMP adalah pendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014, namun yang berpasangan sebagai cawapres Prabowo adalah Hatta Rajasa dari PAN. Padahal Golkar lebih besar suaranya dari PAN.

Namun, yang terasa mengganggu adalah Golkar di bawah Ical melanggar “tradisi” selama ini. Yakni, Golkar menjadi “oposisi” (dalam bahasa resmi “penyeimbang”) di luar pemerintahan. Tidak ada satu pun wakil Golkar di kabinet Jokowi. Namun Ical kukuh mempertahankan posisi Golkar dalam kubu KMP, dan sikap ini ditegaskan lagi dalam Munas di Bali.

Sempat muncul harapan bahwa Munas seharusnya bisa menjadi forum “islah” atau rekonsiliasi antara kedua kubu. Namun harapan ini sirna. Munas yang tampaknya memang sudah di-set untuk mendukung Ical telah mengeluarkan sejumlah keputusan tegas. Munas telah memecat kader-kader yang tergabung dalam “presidium penyelamat,” artinya ini termasuk Agung Laksono, Priyo, Zainudin, Agus Gumiwang, Nusron Wahid, dan lain-lain.

Selain itu, kabar buruk buat pemerintah Jokowi dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR, Munas di Bali telah memutuskan menolak Perppu Pilkada. Artinya, Golkar kubu Ical tegas menolak pilkada langsung, dan mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Penolakan terhadap Perppu Pilkada itu tercantum di poin ke-2 keputusan Munas IX Golkar, yang dibacakan pimpinan Munas Nurdin Halid, 2 Desember 2014. Total ada 6 keputusan yang dibuat Munas IX Golkar.

Sikap Munas ini dituding telah melanggar kesepakatan KMP dengan Presiden SBY sebelum SBY mundur dari jabatannya. Perjanjian itu dibuat saat pemilihan paket pimpinan DPR. Disebut-sebut, dalam perjanjian itu, SBY bersedia membawa Partai Demokrat ke paket pimpinan DPR KMP dengan syarat Perppu Pilkada harus didukung di DPR. Manuver Partai Demokrat inilah yang waktu itu membuat KIH kalah di pemilihan pimpinan DPR. Dengan perkembangan terakhir ini, tampaknya konflik sengit di tubuh Partai Golkar belum akan segera berakhir.

Jakarta, 4 Desember 2014

(Ditulis untuk www.aktual.co)

Comments

IBU HAYATI said…
aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)