Membina “Keakraban” TNI dan Militer China

Oleh: SATRIO ARISMUNANDAR

Kerjasama pertahanan Indonesia-China yang semakin meningkat punya arti penting dan strategis bagi kedua negara. Indonesia harus pintar memposisikan diri di tengah persaingan China dan Amerika.

Hubungan Indonesia dengan tetangganya yang raksasa Asia, China, telah memasuki dimensi baru dengan makin eratnya kerjasama pertahanan antara kedua negara. Hubungan diplomatik antara kedua negara memang sudah berlangsung cukup lama, 63 tahun. Kebangkitan militer Cina, seiring dengan pertumbuhan ekonominya, tentu menjadi pertimbangan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat kerjasama militer dengan China.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, peningkatan kerjasama ini adalah demi menjaga stabilitas keamanan kawasan. Pada Februari 2014, Moeldoko yang tengah berkunjung ke China juga menegaskan, peningkatan kerjasama dengan China bisa terwujud sepanjang prinsip saling menghormati dan menjaga kesetaraan dijaga oleh kedua negara.

Moeldoko telah bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata China, Jenderal Fang Fenghui di Beijing. Indonesia dan China bersepakat menjadi mitra strategis pada 2005, dan berlanjut dengan penandatangan rencana aksi kemitraan strategis pada 2010, serta komunike bersama. Hubungan RI-China semakin meningkat dengan kesepakatan pimpinan kedua negara untuk meningkatkan kemitraan strategis menjadi lebih komprehensif pada 2013.

Potensi tindakan agresif China

Dalam bidang pertahanan, RI dan China telah menyepakati Forum Konsultasi Pertahanan pada 2007 dan kerjasama industri pertahanan pada 2011. Kerjasama itu berlanjut dalam bentuk saling kunjung pejabat tinggi militer, pertukaran perwira siswa di masing-masing angkatan, serta latihan bersama pasukan khusus antiteror, dan sebagainya.

Seiring dengan modernisasi militer China dan makin tumbuhnya kekuatan militer negara adidaya baru tersebut, TNI merasa perlu menjaga hubungan baik dengan tetangga di utara. Perilaku militer China sendiri kadang-kadang tidak bisa diprediksi. Potensi tindakan agresif militer China di wilayah Laut China Selatan, yang dipersengketakan dengan sejumlah negara ASEAN, tentunya harus dicermati oleh TNI.

Tahun 2014, kapal-kapal perang China telah menggelar latihan pertama di dekat perairan Indonesia, persisnya di sebelah selatan lepas pantai Pulau Jawa dan dekat Pulau Christmas, milik Australia. Manuver ini menunjukkan militer China semakin percaya diri, di tengah sengketa teritorial dengan sejumlah negara di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Indonesia memang tidak punya sengketa wilayah langsung dengan China. Namun, posisi geografis kepulauan Natuna milik Indonesia, yang kaya dengan sumberdaya migas, berhadapan langsung dengan perairan Laut China Selatan. Jadi, bisa saja konflik militer yang berpotensi pecah akibat sengketa wilayah di perairan tersebut berimbas ke Indonesia.

Selain itu, Indonesia adalah pendiri ASEAN dan negara terbesar di ASEAN, serta berkomitmen untuk menjaga kestabilan kawasan Asia Tenggara. Jika sejumlah negara anggota ASEAN terlibat konflik militer di Laut China Selatan akibat sengketa wilayah dengan China, kestabilan akan terganggu dan Indonesia tentu tak bisa berpangku tangan. Indonesia diharapkan bisa berperan, dengan mengajukan opsi-opsi menuju solusi damai atau setidaknya peredaan ketegangan.

Perluasan pengaruh China

Bagi China sendiri, Indonesia dengan 250 juta penduduknya dan ekonominya yang terus tumbuh, adalah pasar yang penting untuk produk-produk China. Indonesia juga perlu digaet sebagai mitra untuk “mengamankan kawasan lambung selatan” China. China sedang beradu pengaruh dengan Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik, dan dalam konteks itu Indonesia telah menjadi ajang persaingan pengaruh antara kedua negara adidaya. Oleh karena itu, Indonesia harus pintar-pintar memposisikan diri, syukur-syukur bisa menarik manfaat dari persaingan antara China dan AS tersebut.

Sebagai bagian dari perluasan pengaruhnya, Menteri Pertahanan China, Jenderal Chang Wanquan, telah mengunjungi Indonesia pada 16 Desember 2013. Ia menawarkan beberapa kerjasama konkret di bidang militer dan pendidikan dengan Indonesia, meliputi bidang militer darat, laut, dan udara. Kerjasama di darat berupa latihan bersama Kopassus, yang rencananya akan digelar secara rutin. Terlihat di sini ada hubungan dekat antara pasukan khusus China dan Indonesia.

Untuk kerjasama di bidang laut, kedua militer telah berlatih bersama dengan nama latihan Komodo dan digelar di Laut China Selatan. Lokasi latihan itu tidak menyentuh wilayah internasionalnya, namun hanya berlatih di wilayah RI saja. Di bidang militer udara, China mengaku siap mendidik para pilot TNI untuk berlatih menggunakan simulator pesawat Sukhoi. Saat ini TNI-AU memang menggunakan pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 buatan Rusia, sebagai pesawat tempur andalan. Penggunaan simulator sengaja dipilih, karena apabila berlatih dengan pesawat asli bisa memakan biaya tinggi.

Hal yang menarik dalam kerjasama Indonesia-China adalah tentang industri pertahanan. Untuk menghindarkan ketergantungan kepada negara lain dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), Indonesia saat ini melakukan kebijakan diversifikasi. Dalam kaitan itulah, Indonesia bersikap terbuka menerima kerjasama industri pertahanan dengan China berdasarkan konsep transfer teknologi, dalam rangka membangun industri pertahanan dalam negeri.

Kerjasama pembuatan rudal

Kedua negara telah sepakat melakukan transfer teknologi dari China, dalam produksi rudal antikapal C-705 untuk TNI-AL. Saat ini TNI-AL sudah menggunakan rudal-rudal buatan China di kapal-kapal perangnya. Kesepakatan pembuatan rudal tersebut telah dibahas pada 2012 dan akan direalisasikan oleh Kementerian Pertahanan RI dan Badan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Industri Pertahanan Negara (SASTIND) China.

Rudal C-705 merupakan pengembangan lebih lanjut dari rudal C-704, yang masuk dalam seri rudal C-70X. Namun, dibandingkan seri-seri C-70X terdahulu, C-705 lebih baik dalam propulsi (mesin pendorong), hulu ledak, dan sistem pemandunya. Mesin rudal C-704 sebelumnya telah diganti dengan mesin yang lebih besar, ditambah penambahan mesin turbojet dan retractable wing (sayap tarik-masuk), yang meningkatkan jangkauannya hingga 140 km. Desain modular dan mesin baru C-705 juga memungkinkan peningkatan lagi daya jangkau rudal hingga mencapai 170 km.

Bobot hulu ledak C-705 adalah 110 kg, lebih kecil dari hulu ledak C-704 yang mencapai 130 kg. Namun, adaptasi dari hulu ledak HVTD-H high explosive directional akan menjadikan C-705 efektif dalam menghancurkan sasaran (kapal musuh) yang berukuran hingga 1.500 ton atau lebih. C-705 memiliki bobot 320 kg, ketinggian jelajah 12,15 meter (terendah), dan dapat diluncurkan dari kapal perang, kendaraan darat, dan pesawat dengan tingkat "daya bunuh" lebih dari 95,7 persen.

Namun masih ada sedikit kendala yang dirasakan Kementerian Pertahanan RI tentang aturan transfer teknologi di China yang didasarkan hak cipta intelektual. Indonesia harus membayar special fee untuk transfer teknologi tersebut dan kedua negara belum mencapai kata sepakat. Indonesia berharap untuk bisa memproduksi versi sendiri C-705 untuk dipasarkan ke luar negeri. Namun Cina menolak menyerahkan teknologi C-705 sepenuhnya ke Indonesia, karena masih banyak negara lain yang mencari atau membeli senjata canggih dari China.

Kerjasama rudal C-705 itu sendiri sangat strategis bagi Indonesia, karena bisa menjadi batu pijakan untuk mengembangkan kemampuan rudal jelajah RX–420, buatan LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional). RX-420 ditargetkan memiliki daya jangkau 300 km lebih dan sudah diuji coba beberapa kali, namun masih kurang dalam hal keakuratan mencapai sasaran secara presisi.

Jika teknologi rudal jelajah telah dimiliki pakar rudal Indonesia, munculnya rudal RX-420 versi militer pastilah akan menggentarkan negara-negara tetangga. Negara tetangga yang berniat mengganggu wilayah kedaulatan Indonesia akan berpikir puluhan kali, jika pertahanan rudal Indonesia bisa dikembangkan secara optimal. (Diolah dari berbagai sumber)

Jakarta, 9 Desember 2014

Ditulis untuk Majalah AKTUAL.

Comments

IBU HAYATI said…
aya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)