Posts

Showing posts from October 28, 2014

Universitas Israel Mendukung Kejahatan Perang di Gaza

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Berbagai universitas Israel berperan aktif dalam mendukung agresi militer ke Gaza, yang menimbulkan korban ribuan jiwa warga Palestina, termasuk ratusan anak-anak. Bantuan keuangan, beasiswa, dan perkuliahan diberikan pada mahasiswa Israel yang bergabung dalam operasi militer.

Perguruan tinggi dan universitas sering dipandang sebagai lembaga keilmuan dan akademis, yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, bukan kepentingan politik-militer. Namun hal itu tidak berlaku untuk universitas-universitas di Israel. Universitas beserta para pimpinan, dosen, dan mahasiswanya berperan aktif, dalam mendukung kejahatan perang yang dilakukan Israel di wilayah Palestina. Hal ini khususnya dalam aksi genosida brutal di Gaza, Juli-Agustus 2014.

Agresi Israel telah menyebabkan kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza. Sekitar 2.000 warga Palestina tewas, termasuk tak kurang dari 459 anak-anak. Masjid, perumahan, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas Universitas Islam Gaza milik Pale…

Amerika dan NATO Kedodoran di Ukraina

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Amerika Serikat dan NATO masih kalang kabut mengatasi krisis multidimensi di Ukraina. Krisis yang dimulai oleh manuver AS, dalam upaya meredam pengaruh Rusia di Eropa, kini menjadi tidak terkontrol. Justru Rusia yang di atas angin.

Krisis Ukraina, yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, beserta para sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) makin menunjukkan betapa kedodorannya Amerika dalam strategi politik luar negerinya di Eropa. Hal ini khususnya terlihat dalam keterpojokan pemerintah Ukraina. Rezim dukungan AS di Kiev dan Washington kini pontang-panting berusaha mengatasi krisis serius, akibat perselisihan mereka dengan Rusia.

Awalnya, melalui Ukraina, Washington berupaya “mengepung” dan menangkal pengaruh Rusia di Eropa. Yang di luar perkiraan, manuver itu gagal. Sebaliknya, Presiden AS Barack Obama justru telah menyudutkan posisi Ukraina ke ambang keruntuhan politik, ekonomi, dan sosial. Sesudah semua manuver yang gagal itu, AS tak punya cara l…

Pembantaian Gaza sebagai Strategi Penghancuran Perdamaian

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pemboman brutal terhadap warga Palestina di Gaza adalah penghancuran sistematis, yang sengaja dirancang Israel untuk menghancurkan setiap peluang perdamaian. Rezim Zionis Israel di bawah PM Benjamin Netanyahu tidak benar-benar serius menginginkan perdamaian.

Kalau ada media yang menulis bahwa di Jalur Gaza, wilayah Palestina, pada Juli 2014 terjadi perang antara Palestina melawan Israel, maka pernyataan itu salah besar. Yang terjadi sebenarnya adalah pembunuhan atau pembantaian massal. Warga setempat yang tidak punya persenjataan canggih atau sistem pertahanan udara melawan pesawat-pesawat tempur paling canggih buatan Amerika, yang dikerahkan secara membabi buta oleh Israel.

Dari 172 korban tewas dan lebih dari 600 korban luka di pihak Palestina, sampai pertengahan Juli 2014, terlihat bahwa mayoritas korban adalah warga sipil. Mereka termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak. Sementara di pihak Israel sangat minim, atau bahkan bisa dibilang tidak ada korban…

Kekhalifahan ISIS dan Meruyaknya Krisis Irak

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Gerak maju kelompok militan ISIS, yang didukung kelompok Sunni, telah menggoyahkan konstelasi politik dan militer di Irak. ISIS pun mendeklarasikan berdirinya Kekhalifahan Islam, sementara posisi Perdana Menteri Nouri Maliki semakin terdesak.

Debu bercampur asap membubung tinggi akibat serangan udara. Gempuran dahsyat terhadap posisi gerilyawan militan ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah) dan kubu Sunni dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Sukhoi Su-25 pemerintah Irak di penghujung Juni 2014. Namun, gempuran itu belum mampu menghadang gerak maju pasukan ISIS, yang kemudian malah mendeklarasikan Kekhalifahan Islam di wilayah Irak dan Suriah.

Ini adalah dinamika baru dari konflik berdarah yang terus berkepanjangan di negeri seribu satu malam tersebut. Untuk meredam manuver militer ISIS, pemerintah Irak di bawah Perdana Menteri Nouri Maliki menggunakan pesawat-pesawat Sukhoi bekas yang dibeli dari Rusia. Maliki, yang berasal dari kalangan Syiah atau etnis terb…

Energi: Bangkitnya Kembali Opsi Tenaga Nuklir

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Terus naiknya harga BBM dan ketergantungan yang semakin tinggi pada BBM impor, memaksa Indonesia untuk mencari sumber-sumber energi alternatif. Salah satunya, yang sering memicu polemik, adalah tenaga nuklir.

Masa-masa sulit di depan, dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, sudah tampak. Jika tidak ada perubahan kebijakan energi yang drastis di Indonesia, setiap tahun –siapapun pemerintah yang berkuasa—akan selalu dipusingkan dengan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penyediaan energi. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kebutuhan energi nasional yang cepat tidak terkejar oleh ketersediaan energi.

Sejak awal, memang sudah terlihat pemerintah lamban dalam mengubah paradigma dalam menangani kebutuhan energi. Contoh yang paling gamblang adalah, dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik nasional, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengambil jalan pintas mudah dengan membeli pembangkit-pembangkit listrik konvensional, yang mengandalkan pada BBM. Namun, l…

Sang Penerobos: John F. Kennedy dan Keberanian

Image
Oleh Satrio Arismunandar

John Fitzgerald Kennedy mungkin termasuk salah satu Presiden Amerika Serikat yang paling terkenal. Menjadi presiden pada usia muda, tampan, berasal dari keluarga terpandang, cerdas, punya cara pandang orisinal, yang sayang sekali meninggal dini sebelum sempat menyelesaikan masa kepresidenannya akibat pembunuhan.

Presiden dari Partai Demokrat dan beragama Katolik (bukan agama yang dominan di AS) ini terkenal dengan ucapannya, yang sering dikutip di mana-mana. Yaitu, “Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan negara kepadamu, tetapi tanyakanlah apa yang bisa kau berikan kepada negara.” Pernyataan yang sangat “patriotis.”

Prestasi “JFK,” demikian nama Kennedy sering disingkat (sebagaimana mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkenal dengan singkatan namanya “SBY”), adalah berhasil menyelesaikan krisis senjata nuklir dengan Uni Soviet. Waktu itu Soviet dipimpin oleh pimpinan Partai Komunis, Nikita Krushchev. Krushchev sendiri juga tokoh “nyentrik,” karena ketik…

Poros Maritim: Membangkitkan Kembali Kejayaan Sriwijaya - Majapahit

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pemerintahan baru Jokowi-JK bertekad mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia abad ke-21, dan menjadikan sektor kelautan sebagai basis bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nasional. Namun, untuk mewujudkan gagasan besar itu banyak tantangan yang harus dihadapi.

Bapak pendiri republik ini dan Presiden pertama Indonesia, Sukarno, pernah mengatakan, "Untuk menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera, kita harus menjadi bangsa bahari." Bahkan Sukarno sempat membacakan puisi tentang kejayaan bangsa pelaut, yang berjudul "Jadilah Bangsa Pelaut," dalam pidato peresmian Institut Angkatan Laut pada 1953.

Ucapan Sukarno tidak mengada-ada. Indonesia memang mewarisi sejarah lama dari kerajaan maritim besar, seperti Majapahit dan Sriwijaya, yang meraih kejayaan lewat penguasaan sektor kelautan. Rakyat Indonesia juga memiliki budaya pelaut. Namun wawasan bahari itu kemudian pelan-pelan tenggelam, berganti dengan orientasi daratan. Padahal orienta…

Selangkah Menuju Palestina Merdeka

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Palestina menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB untuk disahkannya resolusi, yang menetapkan batas waktu bagi Israel untuk mundur dari daerah pendudukan. Pengakuan Swedia dan parlemen Inggris terhadap kemerdekaan Palestina menjadi pendorong semangat.

Gedung-gedung sekolah, pemerintahan, rumah warga di Jalur Gaza, Palestina, boleh saja hancur lebur. Ribuan warga, termasuk orang tua, perempuan, dan anak-anak, telah tewas mengenaskan akibat pemboman brutal Israel. Tetapi semangat kemerdekaan Palestina pantang surut ke belakang. Kepemimpinan Palestina di bawah Mahmoud Abbas kini mengubah taktik, dengan memainkan kartu internasional.

Kebrutalan militer Israel di Gaza justru makin membangkitkan simpati warga dunia kepada aspirasi rakyat Palestina untuk merdeka dari penjajahan Israel. Adalah pemerintah baru Swedia, salah satu anggota penting Uni Eropa, yang secara tegas menyatakan akan segera mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Perdana Menteri Stefan Lofven…