Posts

Showing posts from November 1, 2014

Komnas Perempuan Mendukung Tuntutan Hukum Terhadap Pelaku Kekerasan Pada Perempuan di Media Sosial - Kasus Fatin Hamama

Image
RANGKUMAN BERITA

Pendahuluan

Kasus perlawanan Fatin Hamama, perempuan penyair dan ibu rumah tangga, yang bangkit melawan kekerasan seksual verbal yang dilakukan terhadapnya oleh pegiat sastra Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang, mendapat perhatian publik. Langkah Fatin mengadukan kasusnya dan meminta dukungan pada Komnas Perempuan, hari Jumat (31 Oktober 2014), diberitakan secara meluas oleh berbagai media nasional di Jakarta.

Yang memberitakan bukan cuma media cetak, tetapi juga media online dan media televisi yang bersiaran nasional. Secara tersirat, hal ini menunjukkan bahwa kasus Fatin Hamama dianggap penting oleh insan media. Mayoritas media dalam konten beritanya bisa dibilang menunjukkan simpati pada Fatin, yang melaporkan kekerasan terhadap dirinya ke polisi, setelah sekian lama menjadi bulan-bulanan tindakan kekerasan seksual verbal di media sosial.

Komnas Perempuan sendiri, setelah menerima pengaduan Fatin, mengajukan beberapa pertanyaan kepada Fatin untuk memperjel…

SIARAN PERS - Komnas Perempuan Dukung Proses Hukum terhadap Pelaku Kekerasan pada Perempuan di Media Sosial

Image
Jakarta, Jumat

Komnas Perempuan mendukung dan mendorong dilakukannya proses hukum terhadap para pelaku kekerasan terhadap perempuan di media sosial. Hal ini penting untuk pembelajaran bagi publik dan mencegah berulangnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, khususnya yang dilakukan melalui media sosial.

Hal itu dinyatakan pihak Komnas Perempuan di Jakarta, Jumat (31/10), menanggapi pengaduan yang dilakukan Fatin Hamama, perempuan penyair dan ibu rumah tangga, yang sekian lama merasa tertekan karena menjadi korban kekerasan melalui media sosial, yang dilakukan pegiat sastra Iwan Soekri dan Saut Situmorang. Fatin terpaksa menuntut Iwan dan Saut secara hukum karena serangan di media sosial itu sudah sangat berlebihan, vulgar, apalagi juga sudah mempengaruhi ketenteraman keluarga Fatin, khususnya anaknya.

Ini adalah pertama kalinya di Indonesia, seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan di media sosial, mengadukan kasusnya dan menuntut para pelaku kekerasan terseb…

Mengapa Kasus Fatin Hamama Itu Penting? (Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan di Social Media)

Image
Latar Belakang

Kasus yang menimpa Fatin Hamama, perempuan penyair dan ibu rumah tangga, bermula dari polemik di antara sejumlah kalangan, khususnya pegiat sastra, sesudah terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh (TSIPB).

Pro-kontra atau polemik terhadap sebuah buku sastra sebenarnya adalah hal yang biasa. Persoalan menjadi serius ketika salah satu pihak yang mengecam dan menolak terbitnya buku itu justru menjadikan Fatin, yang sebenarnya tidak terlibat dalam proses penerbitan buku itu, sebagai sasaran serangan-serangan di media sosial.

Fatin sama sekali bukan penggagas, penyusun, penyunting, ataupun pendana bagi terbitnya buku TSIPB. Sudah jelas, buku itu disusun oleh Tim-8 yang terdiri dari 8 orang dan nama-namanya tertera dalam buku. Namun fakta ini tidak digubris oleh para penyerangnya. Justru Fatin yang dijadikan sasaran.

Namun, bahkan seandainya toh Fatin betul menjadi bagian dari penerbitan buku TSIPB, kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk serangan-sera…