Posts

Showing posts from November 3, 2014

Tatap Redaksi: Menyikapi Hasil Perhitungan KPU dan Sikap Negarawan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Siapa pun tahu Presiden Soekarno itu orang hebat. Retorika pidatonya membius massa dan bisa membangkitkan semangat berapi-api rakyat untuk bangkit melawan penjajahan. Gaya kepemimpinannya memukau, bukan cuma di dalam negeri tetapi juga di panggung politik internasional. Kepemimpinannya memiliki visi dan misi yang jauh ke depan, jauh melampaui zamannya.

Tak heran jika Bung Karno diakui sebagai idola oleh dua calon presiden yang bersaing pada pemilihan presiden 2014, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya sering menyebut kebijakan dan pikiran Bung Karno sebagai inspirasi dalam kampanyenya. Bahkan Prabowo bukan sekadar bicara. Sebagai bagian dari pencitraan politik, ia sering memakai pakaian seragam serba putih dan peci hitam, meniru gaya Bung Karno.

Sampai saat ini, banyak yang jadi fans dan pendukung fanatik ajaran-ajaran Bung Karno. Bahkan di masa kemerosotan kekuasaannya, masih banyak pihak yang rela pasang badan untuk mendukung dan melindungi Bung Ka…

Tatap Redaksi: Terstruktur, Sistematis, dan Masif

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Akhir-akhir ini ada ungkapan yang semakin populer di masyarakat, yakni ungkapan “terstruktur, sistematis, dan masif” (TSM). Pihak yang pertama kali mempopulerkan ungkapan TSM ini adalah pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa.

Berdasarkan hasil perhitungan akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan kalah suara melawan pasangan nomor urut 2, Joko Widodo- Jusuf Kalla. Namun, kubu Prabowo-Hatta tidak mau menerima hasil pilpres itu. Prabowo-Hatta menuduh telah terjadi kecurangan dalam pilpres yang dilakukan secara “terstruktur, sistematis, dan masif,” sehingga pihaknya jadi kalah. Prabowo-Hatta pun menggugat hasil pilpres itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Isi tuduhan kubu Prabowo-Hatta itu sebetulnya sangat serius, sekaligus “mengerikan.” “Mengerikan,” jika betul-betul bisa dibuktikan kebenarannya di MK. Di mana letak “mengerikannya?” Marilah kita uraikan satu-persatu.
Pertama, pengertian “te…

Tatap Redaksi: Rakyat Sudah Jemu dan Lelah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Marilah kita jujur. Jika Joko Widodo (Jokowi), yang sudah menjadi Presiden RI terpilih, usai melakukan serah terima jabatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2014, seperti dijadwalkan, apakah kehidupan Anda sebagai rakyat Indonesia akan berubah drastis? Jika katakanlah penghasilan anda tiap bulan sekarang Rp 2,5 juta, apakah akan melonjak jadi Rp 5 juta, atau bahkan Rp 10 juta? Kecuali Anda diangkat jadi menteri di kabinet Jokowi, jawabannya jelas: “Tidak.”

Sebagian besar kita akan terus menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Kalau tiap hari ke kantor naik angkot atau angkutan umum murah, rasanya tidak mungkin bulan Oktober 2014 kita bisa tiap hari ke kantor naik taksi, atau naik mobil baru! Kita semua tetap harus bekerja keras dengan tekun, jujur, dan cerdas, untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin buat diri sendiri dan keluarga.

Lantas, jika yang menjadi pemenang pemilihan presiden adalah Prabowo Subianto, apakah kehidupan Anda …

Tatap Redaksi: Politisi Durhaka dan Pengkhianat

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Judul tulisan ini mungkin terkesan terlalu keras. Politisi durhaka dan pengkhianat. Durhaka pada siapa? Berkhianat pada siapa? Jawabannya cukup jelas. Mereka durhaka terhadap rakyat dan berkhianat terhadap semangat reformasi. Padahal rakyat banyak dan gerakan reformasilah yang memungkinkan mereka sekarang duduk nyaman di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Apa pasal? Penyebab munculnya tudingan “durhaka dan khianat’ ini adalah manuver sejumlah besar politisi dan partai politik, untuk menggolkan rancangan undang-undang (RUU) baru, yang membolehkan kembali DPRD untuk memilih kepala daerah, seperti gubernur, walikota, dan bupati. Jadi, sistem pemilihan langsung oleh rakyat yang sudah berlaku selama ini akan dicabut kembali. Jika RUU ini dapat digolkan menjadi undang-undang, maka kita praktis sudah kembali lagi ke sistem Orde Baru, sistem politik sebelum reformasi.

Mengapa kita perlu mempertahankan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat? Mari kita …

Tatap Redaksi: Kompromi Demi Rakyat

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Kalau mendengar kata “kompromi” dalam konteks politik, yang terbayang di pikiran kita adalah tindakan tercela dan nista para politisi. Politik adalah dunia yang sudah begitu buruk dan kotor citranya di mata sebagian kalangan. Sehingga kata “kompromi” hampir selalu diterjemahkan sebagai kebohongan, penipuan, ketidak-konsistenan, ketiadaan prinsip, dan hal-hal negatif lain.

Tetapi, seperti dikatakan almarhum Presiden Amerika John F. Kennedy dalam bukunya Profiles in Courage (1955), kita tidak boleh terburu-buru mengutuk segala tindakan kompromi sebagai sesuatu yang nista dari segi moral. Politik dan pembuatan undang-undang tidak menyediakan tempat bagi prinsip yang kaku dan harapan yang terlampau muluk-muluk.

Orang-orang yang ekstrem dan fanatik, baik yang berada di ujung kiri ataupun di ujung kanan spektrum politik, pastilah akan merasa kecewa melihat apa yang dipandangnya sebagai kelambanan pemerintah dalam menanggapi prinsip mereka. Tetapi seorang senator (k…

Pilpres 2014 dan Masyarakat yang Gamang

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pasangan capres-cawapres yang ada dalam pemilihan presiden 2014 ternyata belum cukup meyakinkan publik untuk segera menentukan pilihan. Lebih dari 41 persen calon pemilih masih bimbang. Jumlah massa yang “gamang” ini sangat besar dan akan menentukan siapa yang jadi pemenang pilpres.

Jika pemilihan umum presiden (pilpres) Indonesia bukan dilakukan pada 9 Juli mendatang, namun dilakukan pada minggu pertama Mei 2014, siapa yang akan jadi pemenang? Ternyata peraih suara terbanyak bukanlah pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, bukan pula Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, namun massa mengambang. Mereka adalah masyarakat yang belum memutuskan, akan memilih pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang mana dalam pilpres 9 Juli nanti.

Dari seluruh responden, 35,42 persen memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, sedangkan 22,75 persen memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan 41,83 persen menjawab “tidak tahu” atau tidak menjawab. Berarti, para juru kampan…

Kasus Ferguson dan Bertahannya Bias Rasial di Amerika

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Meski sering mengklaim diri sebagai contoh demokrasi bagi seluruh dunia, rasialisme masih ada di Amerika. Perbudakan secara resmi sudah dihapuskan, namun warga kulit hitam masih sering jadi sasaran bias rasial di kota-kota Amerika.

Suatu siang di bulan April 2014, seorang polisi Amerika berkulit putih menembak dan menewaskan Dontre Hamilton (31), warga kulit hitam di Red Arrow Park, pusat kota Milwaukee. Menurut kepala polisi Milwaukee, petugas itu “hanyalah membela diri dalam situasi kekerasan.” Namun seorang saksi mata yang bekerja di kedai kopi Starbucks menceritakan kisah yang sangat berbeda.

Menurut saksi mata itu, Hamilton sedang tidur di kakilima beton, bersebelahan dengan kedai Starbucks, ketika dua petugas polisi berkulit putih mendekati dan menanyainya. Sesudah yakin bahwa Hamilton tidak melakukan hal apapun yang salah, dua polisi itu pergi. Namun, sekitar satu jam kemudian, saksi mata yang melihat dari balik jendela Starbucks menyaksikan seorang pet…

Militer Indonesia Masuki Era Pesawat-pesawat Tanpa Awak (Teknologi dan Strategi Militer)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Tentara Nasional Indonesia di masa mendatang akan semakin banyak menggunakan pesawat tanpa awak (drone) untuk tugas pengintaian dan pengamanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan yang sulit dijangkau transportasi darat.

Siapapun yang terpilih menjadi Presiden RI pada pemilihan presiden 9 Juli 2014, hal itu akan berimplikasi pada kebijakan pertahanan dan keamanan. Khususnya yang menyangkut strategi dan teknologi militer yang digunakan. Salah satu teknologi militer yang akan dikembangkan penggunaannya itu adalah pesawat udara nirawak (PUNA). Di Amerika, PUNA disebut dengan istilah unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih populer dengan sebutan drone.

PUNA adalah pesawat terbang tanpa pilot, yang penerbangannya dikontrol secara otonom oleh komputer di dalam pesawat itu, atau oleh sistem pengendalian jarak jauh (remote control) oleh seorang pilot, yang berada di darat atau berada di wahana lain. Cara peluncuran dan pendaratannya kembali diatur oleh sistem otoma…

Isu Keadilan Sosial dan Harapan untuk Presiden RI Mendatang

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sebagai bakal calon presiden yang diunggulkan, Joko Widodo (Jokowi) kini sudah saatnya memberi perhatian pada berbagi isu dalam skala yang lebih luas dan berdampak jangka panjang. Tentu, ada isu-isu jangka pendek yang mendesak, yang perlu segera ditanggapi agar masyarakat tahu bagaimana sikap Jokowi terhadapnya. Tetapi juga ada isu-isu jangka panjang yang strategis dan penting diperhatikan. Salah satunya adalah isu-isu yang menyangkut keadilan sosial dan terkait dengan kerjasama global.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban-Ki Moon sudah membentuk Panel Tingkat Tinggi, untuk merumuskan sasaran agenda Pembangunan Pasca 2015, dan menunjuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Presiden Liberia Sirleaf Johnson untuk menjadi anggotanya. Panel itu telah menyerahkan hasil kerjanya kepada Sekjen PBB pada September 2013.

Dalam laporan itu, terdapat beberapa rekomendasi Agenda Pembangunan Pasca 2015, …

Jokowi dan Korupsi yang Sudah Membudaya

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Indonesia kini dalam “kondisi darurat” akibat merajalelanya perilaku korupsi, khususnya yang menyangkut para elite politik. Korupsi bukanlah sekadar kejahatan biasa, namun seperti pernah dikatakan tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta, korupsi sudah membudaya. Artinya, korupsi sudah dianggap sebagai “bagian yang wajar” dari kebudayaan Indonesia kontemporer.

Inilah situasi pelik yang harus dihadapi oleh setiap presiden baru hasil pemilihan presiden 9 Juli 2014. Termasuk tentunya bagi bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi). Jokowi selama ini dipandang punya rekam jejak yang relatif bersih dari kasus korupsi. Itulah sebabnya, rakyat banyak menaruh harapan pada Jokowi. Namun masalahnya, korupsi kini sudah begitu membudaya.

Tentang korupsi sebagai budaya, bisa dilihat sejak sebelum berdirinya Republik Indonesia. Saat itu budaya atau tradisi korupsi sudah mewarnai kehidupan para elite politik kerajaan-kerajaan di Nusanta…

Jokowi dan Undang-Undang Disabilitas

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Masyarakat madani (civil society) mensyaratkan adanya penghargaan pada keberagaman dan kesetaraan dalam kehidupan masyarakat. Tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang boleh mengalami diskriminasi ataupun perlakuan yang berbeda oleh negara. Salah satu kelompok yang rentan mendapat perlakuan yang berbeda itu adalah penyandang disabilitas. Oleh karena itulah, dalam konteks pemilihan presiden 9 Juli 2014, isu disabilitas juga perlu diperhatikan oleh para bakal calon presiden.

Saat ini Indonesia telah menandatangani dan mengesahkan konvensi PBB tentang hak penyandang disabilitas atau United Nation Convention On The Rights of Persons With Disability (UN CRPD). Masyarakat penyandang disabilitas di Indonesia melalui organisasi disabilitas tingkat nasional telah mengajukan draft rancangan undang-undang disabilitas baru ke DPR.

Undang-undang baru ini akan menggantikan UU nomor 4 tahun 1997 tentang “penyandang cacat,” yang sudah tidak sesuai lagi dengan semangat s…

Jokowi dan Peran Pers Sebagai Mitra

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Pers atau media merupakan salah satu unsur penting yang membentuk masyarakat madani (civil society). Pilar penegak masyarakat madani adalah institusi-institusi yang menjadi bagian dari kontrol sosial, yang berfungsi mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang diskriminatif, serta mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas. Pilar tersebut antara lain adalah pers.

Di negara demokrasi, pers adalah institusi yang bebas dan berfungsi untuk mengkritisi dan menjadi bagian dari kontrol sosial, sehingga seringkali pers disebut sebagai watchdog (anjing penjaga) yang mengawasi perilaku pemerintah. Pers dapat menganalisis serta mempublikasikan berbagai kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kepentingan warga negaranya.

Menurut Bahmuller (1997), ada beberapa ciri-ciri masyarakat madani. Salah satunya adalah terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara, karena keanggotaan organisasi-organisasi sukarela mampu memberikan masukan-masukan t…

Jokowi dan Pengembangan Bisnis UKM

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Untuk memajukan ekonomi rakyat, tidak cukup bagi pemerintah dengan hanya memperhatikan pengusaha-pengusaha besar nasional. Pemerintah justru harus memberi perhatian lebih pada usaha kecil dan menengah (UKM). Persoalannya, untuk mengembangkan bisnis UKM, ada kendala bagi UKM dalam memperoleh akses yang lebih mudah ke kredit perbankan. UKM juga sulit untuk bisa masuk ke sektor formal.

Pengembangan sektor UKM layak mendapat perhatian dari Joko Widodo (Jokowi), capres dari PDI Perjuangan, yang saat ini dianggap paling tinggi elektabilitasnya untuk memenangi pemilihan presiden 9 Juli 2014. Sebagai mantan pengusaha mebel yang merangkak dari bawah, pastinya Jokowi bisa memahami kesulitan UKM untuk memperoleh kredit usaha. Seringkali UKM tidak memiliki persyaratan yang dituntut perbankan komersial, guna bisa mendapat pinjaman.

UKM di Indonesia saat ini masih seperti anak tiri, yang kurang memperoleh pembinaan, pemberdayaan, dan dukungan maksimal dari pemerintah. Nam…

Jokowi-Jusuf Kalla dan Pekerja Outsourcing di Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Salah satu masalah perburuhan yang memusingkan pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah masalah tenaga alih daya. Pekerja alih daya atau outsourcing secara sederhana diartikan sebagai pengalihan daya (melalui kontrak) pelaksanaan suatu proses bisnis internal (sebagai perusahaan pengguna outsourcing) ke organisasi pihak ketiga (sebagai perusahaan penyedia jasa outsourcing).

Ini merupakan praktik bisnis yang umum dalam ekonomi modern, dan yang dialihdayakan biasanya adalah proses bisnis pendukung, bukan proses bisnis inti. Misalnya, yang dialihdayakan adalah tenaga satpam, petugas kebersihan, atau office boy, yang sifat mereka bukan sebagai pekerja proses bisnis inti. Menurut undang-undang yang berlaku, outsourcing memang tidak boleh diberlakukan untuk pekerja yang menjalankan proses bisnis inti.

Masalah outsourcing menempatkan perusahaan dan pekerja dalam posisi yang seolah-olah bertentangan. Para pengusaha Indonesia dalam kaitan ik…

Jokowi Menghadapi Pasar Tunggal ASEAN

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sungguh mencemaskan, sekaligus memprihatinkan. Implementasi Pasar Tunggal Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sudah di ambang pintu. Namun, kesiapan Indonesia dan daya saing para pelaku usaha di dalam negeri, untuk menghadapi era perdagangan bebas itu, masih memprihatinkan. Sosialisasi terhadap pemerintah daerah dan pelaku usaha di dalam negeri juga masih sangat minim.

Inilah situasi warisan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kurang disosialisasikan kepada rakyat dan dunia usaha. Siapa pun bakal calon preiden yang akan terpilih pada pemilihan presiden, 9 Juli 2014 nanti, harus berhadapan dengan tantangan ekonomi regional ini. Hal ini terutama tertuju pada Joko Widodo (Jokowi), bakal capres PDI Perjuangan yang sejauh ini dianggap paling berpotensi untuk memenangi pilpres 2014.

Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia akan memasuki era baru pada 2015, dengan terwujudnya ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEA…

Jokowi Harus Menyuarakan Isu-isu Krusial Lingkungan Hidup

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Belum lama ini, organisasi lingkungan Greenpeace Indonesia menyatakan, hasil survei yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyebutkan, 95,7 persen pemilih dalam pemilihan umum di Indonesia menginginkan pemimpin yang lebih berpihak pada lingkungan. Namun, hanya 7 persen calon legislatif yang ditemukan memiliki kedekatan dengan isu-isu lingkungan hidup.

Lantas, Greenpeace mempertanyakan, bagaimana dengan para calon presiden dan calon wakil presiden? Apakah mereka peduli lingkungan? Adakah mereka mengejar tampuk kekuasaan tertinggi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, khususnya dalam hal lingkungan hidup? Meski tidak sexy seperti isu-isu politik praktis, isu lingkungan hidup ini sangat krusial bagi masa depan Indonesia dan rakyatnya, dan ia juga terkait dengan permasalahan global.

Sudah sepatutnya para bakal calon presiden untuk pemilihan presiden 9 Juli 2014 menyuarakan pandangan mereka tentang isu-isu lingkungan hidup. Tak terkecuali untuk Jo…

Jokowi dan Kredit Mikro untuk Mengatasi Kemiskinan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sebagai bakal capres dari PDI Perjuangan, yang dijagokan untuk memenangi pemilihan presiden 9 Juli 2014, sudah saatnya Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian lebih pada problem-problem sosial-ekonomi nyata yang dihadapi rakyat Indonesia. Problem itu terutama adalah bagaimana cara mengatasi kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang cukup tinggi, namun hal itu tidak serta merta mengatasi masalah kemiskinan. Malah kesenjangan kaya-miskin meningkat di bawah era SBY.

Salah satu persoalan yang dihadapi kaum miskin untuk bisa mengangkat kehidupannya adalah soal kekurangan modal. Mereka butuh kredit atau pinjaman dari bank untuk modal usaha, namun biasanya bank-bank konvensional sulit memberikan kredit karena ada berbagai persyaratan dan jaminan, yang tidak bisa disediakan oleh rakyat kecil. Kedit kecil untuk warga miskin ini kita sebut kredit mikro. Jokowi yang pernah merintis usaha dan mengalami jauh bangun s…