Posts

Showing posts from 2015

“Dwelling Time” dan Konflik Kepentingan di Pelindo II

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Upaya mempersingkat “dwelling time” di Pelabuhan Tanjung Priok tidak bisa berjalan mulus. Pasalnya, Pelindo II dan pihak swasta pengelola TPS justru punya kepentingan yang sama untuk memperlama “dwelling time.”

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), Richard Joost Lino, sejak 23 Desember 2015 sudah resmi diberhentikan oleh pemegang saham Pelindo II, yakni Kementerian BUMN. Lino diminta untuk berkonsentrasi terhadap kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lino ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 3 unit Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Dia diduga menyalahgunakan wewenang dan memperkaya diri sendiri, karena langsung menunjuk perusahaan asal China, Wuxi Huadong Heavy Machinery Co, Ltd.

Lino menjabat sebagai Dirut Pelindo sejak 2009. Diberhentikannya Lino, karena sudah berstatus tersangka pelaku korupsi oleh KPK, menjadi babak baru dalam drama kekisruhan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok. Tuduhan korupsi pengadaan b…

Koalisi Militer Anti-Terorisme, Gagasan Saudi yang Masih Mentah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pada pertengahan Desember 2015 mendadak jadi sibuk membuat bantahan di media. Retno bergegas membantah klaim sepihak dari Arab Saudi, bahwa Indonesia telah menjadi bagian dan mendukung pembentukan sebuah koalisi militer, yang terdiri atas 34 negara berpenduduk mayoritas Muslim. Koalisi yang digalang Saudi ini dimaksudkan untuk memerangi terorisme global.

"Negara-negara yang disebutkan di sini telah memutuskan untuk membentuk aliansi militer yang dipimpin Arab Saudi untuk melawan terorisme, dengan pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh, untuk berkoordinasi dan mendukung operasi militer," demikian pernyataan bersama yang dirilis kantor berita Arab Saudi, SPA, 15 Desember 2015.

Ke-34 negara tersebut, di antaranya: Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bahrain, Banglades, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federa…

Petisi Buat Presiden Jokowi tentang Krisis Ekologi

Image
Pada akhir tahun, banyak orang membuat renungan, harapan, dan target untuk pencapaian tahun berikutnya. Nah, untuk akhir 2015 kali ini ada petisi atau seruan khusus, yang disampaikan oleh para pengajar, peneliti dan pemerhati
agraria, lingkungan dan kebudayaan. Petisi ditujukan pada Presiden Joko Widodo.

Petisi ini berkaitan dengan penanganan krisis ekologi dan sosial di Pulau Jawa. Jumlah penandatangan petisi ini tidak tanggung-tanggung, 258 orang. Jumlah yang besar itu menunjukkan, mereka sangat concern dengan kondisi ekologi dan sosial di Pulau Jawa.

Petisi bertanggal 29 Desember 2015 itu dimulai dengan paparan keprihatinan. Mengikuti perkembangan terkait dengan konflik agraria dan lingkungan di berbagai pelosok, khususnya di Pulau Jawa, sebagai akibat rencana pembangunan industri semen, waduk, pembangkit listrik tenaga uap, dan penambangan bahan mineral; para penanda tangan petisi menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Mereka mengatakan, Mahkamah Konstitusi telah memberikan pena…

Musibah Jatuhnya Pesawat T-50i TNI AU

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Dunia kedirgantaraan dan kemiliteran Indonesia kembali berduka. Hal ini terasa sesudah kecelakaan jatuhnya pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle TNI AU, saat melakukan atraksi terbang pada acara Jogya Air Show, Minggu 20 Desember 2015. Dua pilotnya tewas, yakni Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi.

Letkol Penerbang Marda Sarjono adalah juga Komandan Skadron Udara Tempur 15 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Ia menjabat Danskadron Udara 15 sejak 23 Oktober 2014. Ini adalah skadron yang khusus mengoperasikan pesawat T-50i, hasil pengembangan industri penerbangan Korea Selatan bersama perusahaan AS Lockheed Martin.

Pesawat T-50i itu jatuh saat melakukan atraksi dan manuver di langit Yogyakarta. Mesin pesawat itu, menurut saksi mata, mendadak mati dan kehilangan tenaga. Pesawat dengan cepat menghujam ke tanah. Kedua pilot tidak sempat meloncat ke luar dengan ejection seat (kursi pelontar). Padahal ini ada…

Ketika Ribuan Ikan Mati Mengambang di Pantai Ancol

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kontroversi proyek reklamasi di Teluk Jakarta juga terkait dengan isu lingkungan hidup. Teori penyebab matinya ribuan ikan di Pantai Ancol menjadi bahan tarik-menarik kepentingan berbagai pihak.

Ribuan ekor ikan ditemukan mati mengambang di Pantai Ancol, Jakarta Pusat, pada penghujung November 2015. Kasus matinya ribuan ikan ini kembali mengangkat kontroversi tentang proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta, kali ini dari aspek lingkungan hidup. Berbagai analisis yang bertentangan, tentang penyebab matinya ribuan ikan itu, seolah-olah mewakili konfik antara pihak-pihak yang berbeda pandangan tentang boleh-tidaknya reklamasi Teluk Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan sigap menanggapi kasus ini. Ia menduga matinya ikan-ikan di kawasan Ancol disebabkan oleh pencemaran air yang dibawa oleh aliran sungai, yang bermuara ke Pantai Utara Jakarta. Pencemaran sungai bukan dimulai di kawasan Jakarta, melainkan sudah dari bagian hulunya. &q…

“Berkah” dari Sikap Anti-Islam Donald Trump

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kampanye Donald Trump yang anti-Muslim awalnya dikhawatirkan akan memperburuk posisi Muslim Amerika pasca aksi teror Paris. Namun, reaksi balik terhadap Trump justru menguntungkan kaum Muslim, yang citranya sempat dirusak oleh ISIS.

Aksi teror kelompok radikal-ekstrem ISIS (Islamic State of Iraq dan Syria) di Paris, Perancis, dan beberapa negara lain di Timur Tengah dan Afrika, bulan November 2015, betul-betul meraih “sukses besar” dalam merusak nama Islam dan memojokkan kaum Muslim. Seperti sudah diduga, mayoritas dari 1,6 miliar kaum Muslim dunia --yang tidak ada hubungannya dengan teror-- justru tercoreng namanya, dan jadi sasaran kebencian di sejumlah negara gara-gara ulah ISIS.

Salah satu negara itu adalah Amerika Serikat. Kebetulan, tak lama setelah aksi teror Paris juga terjadi serangan dengan dengan senjata api di San Bernardino, California, yang dilakukan oleh pasangan Muslim. Momen ini dengan cepat dilahap oleh sejumlah kandidat, yang ingin maju dal…

Maryam Mirzakhani, Sang Ratu Matematika

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Nama Muslimah ini, Maryam Mirzakhani, mungkin tidak sepopuler penyanyi atau artis di Indonesia. Namun, dalam bidang keilmuannya, dia telah mencapai prestasi yang tidak kalah cemerlang, mungkin bahkan sangat cemerlang. Di banyak bagian dunia Islam, di mana peran kaum perempuan belum betul-betul menonjol, Maryam Mirzakhani adalah kekecualian.

Maryam Mirzakhani adalah matematikawan Iran dan dosen matematika di Universitas Stanford, Amerika Serikat. Bidang penelitiannya meliputi teori Teichmüller, geometri hiperbolik, teori ergodik, dan geometri simplektik. Pada 2014, Mirzakhani menjadi wanita pertama, sekaligus orang Iran pertama, yang memenangkan Medali Fields. Setelah menunggu 78 tahun sejak pertama kali digelar, medali Fields yang dianggap padanan hadiah Nobel untuk matematika, akhirnya diraih seorang perempuan.

Mirzakhani meraih penghargaan ini untuk jasanya dalam studi tentang permukaan Riemann. Ada dua kontribusi terpenting Mirzakhani dalam hal ini. Per…

Wawancara tentang Pers Mahasiswa 2015

Image
Wawancara dengan M. Hafizhuddin

Bagaimana pandangan Anda ttg Pers Mahasiswa saat ini?
Saya tidak mengamati secara intens pers mahasiswa saat ini, sehingga jawabannya sangat umum. Sejauh yang saya lihat, pers mahasiswa tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Apalagi dibandingkan dengan maraknya media sosial dan media online saat ini. Pers mahasiswa seperti “tenggelam” dalam hiruk pikuk penyebaran informasi.

Apakah pers mahasiswa saat ini tidak lagi cukup kritis?
Ukuran kritis sangat subyektif. Dibandingkan dengan pers mahasiswa 1998, yang pernah jadi tesis saya, pers Indonesia tetap kritis dalam level yang bervariasi. Butuh penelitian untuk menjawab ini, karena kondisi pers mahasiswa di tiap kampus berbeda-beda.

Benarkah ada perubahan paradigma pers mahasiswa antara pra dan pasca reformasi?
Asumsi saya, pers mahasiswa itu selalu terkait dengan gerakan mahasiswa. Jadi kalau dilihat dari aktivitasnya, tidak ada perubahan paradigma. Tapi seberapa intens “perjuangan” pers mahasiswa, k…

Strategi Baru Militer China yang Lebih Percaya Diri

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kebangkitan China, sebagai negara adidaya baru yang menandingi Amerika Serikat, membuat segala gerak-geriknya menjadi pusat perhatian. Pertumbuhan ekonomi China membuat negara itu kini memiliki kepentingan-kepentingan yang tak bisa ditinggalkan di setiap benua. Sejalan dengan itu, militer China pun berkembang untuk bisa secara aktif melindungi berbagai kepentingan, yang kini tidak dibatasi pada lingkup sempit kedaulatan teritorialnya.

Dalam kaitan itu, pada pertengahan 2015, Kementerian Pertahanan China telah mengeluarkan Buku Putih pertahanannya. Tidak seperti dokumen-dokumen sebelumnya, inilah pertama kalinya China secara terbuka mengungkapkan bagian-bagian dari strategi militernya. Bahkan judul dokumennya diubah dari “Pertahanan Nasional China” menjadi “Strategi Militer China.” Tidak seperti dokumen pertahanan China sebelumnya, yang berisi hal-hal yang bersifat retrospektif (melihat ke masa lalu) dan samar-samar, Buku Putih baru ini menawarkan rincian te…

Freeport, Nasionalisme, dan Nasionalisasi

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Diskusi tentang masa depan PT Freeport Indonesia hampir selalu dikaitkan dengan nasionalisme, yang berujung pada keinginan untuk menasionalisasi perusahaan tambang tersebut. Tetapi kalangan internal istana tidak satu suara soal gagasan nasionalisasi itu.

Para founding fathers Negara Kesatuan Republik Indonesia punya semangat nasionalisme menggebu. Mereka tampaknya lebih suka jika sumber daya alam Indonesia ditenggelamkan saja ke laut daripada dieksploitasi oleh kolonial Belanda. Kalau toh harus menunggu, mereka siap menunggu sekian tahun sampai para insinyur Indonesia sendiri sanggup menggalinya, dan memanfaatkannya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Semangat nasionalisme ini tidak sirna sampai sekarang. Heboh tentang tuduhan permintaan saham oleh Ketua DPR-RI Setya Novanto ke petinggi perusahaan emas PT Freeport Indonesia, telah mengangkat lagi isu nasionalisme tersebut. Isu itu diterjemahkan dalam bentuk nasionalisasi Freeport.

Pada 2013, terjadi…

Neraka Perang Suriah dan Jebakan ISIS

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sejumlah serangan teror terkoordinasi yang terjadi di Paris, Perancis, pada Jumat, 13 November 2015, telah mengejutkan dunia. Sebanyak 132 warga sipil tewas dan 349 orang lain cedera dalam serangan, yang diklaim dilakukan oleh kelompok ekstrem ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam di Irak dan Suriah. Namun, serangan ini sebenarnya baru babak pembukaan dari drama yang bisa lebih mengerikan dan berdampak sangat luas.

Serangan teror di Paris tidak akan berhenti dampaknya hanya di negeri Eropa yang jadi pusat mode tersebut. Telah muncul laporan-laporan pada 16 November 2015 bahwa Perancis akan menyerukan penerapan Ayat 5 Perjanjian Pertahanan Bersama (Mutual Defense Treaty) NATO. Pasal pertahanan kolektif NATO itu mewajibkan seluruh anggota NATO, termasuk Amerika Serikat, untuk berperang bersama Perancis melawan musuh: ISIS.

Dalam pernyataan berbahasa Arab dan Perancis di media daring (online), yang oleh otoritas keamanan dianggap asli, ISIS me…