Posts

Showing posts from January, 2015

Raja Baru dengan Visi Lama

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Salman bin Abdul Aziz naik tahta menjadi Raja Arab Saudi, menggantikan saudara tirinya yang wafat, Abdullah bin Abdul Aziz. Namun, tampaknya belum akan ada visi baru dan perubahan kebijakan kerajaan, khususnya menyangkut harga minyak, dari sang raja baru.

Stasiun televisi negara Arab Saudi terus-menerus melantunkan ayat-ayat kitab suci Al-Quran menjelang 23 Januari 2015. Saat itu Raja Abdullah bin Abdul Aziz sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Rakyat kerajaan yang kaya minyak itu pun merasa mendapat firasat bahwa sang raja akan segera berpulang. Dugaan itu benar.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz wafat pada usia 90 tahun, Jumat pagi, 23 Januari 2015, sesudah masuk rumah sakit pada 31 Desember 2014 karena menderita radang paru-paru. Sesuai tradisi Islam di Saudi, Abdullah dimakamkan secara sangat sederhana tanpa nisan di kuburannya. Sejumlah pemimpin negara Islam hadir di acara pemakaman itu. Penggantinya adalah saudara tirinya, Pangeran Mahkota Salman b…

Jokowi Harus Jadi Presiden RI Sejati (Aktual Review)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Panggung politik dan hukum Indonesia dalam hampir dua pekan terakhir mendadak diramaikan oleh kasus Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Polisi Sutarman. Kehebohan politik terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan Komjen BG sebagai tersangka kasus korupsi, untuk menjegal proses pengajuan BG menjadi Kapolri.

BG diduga menerima gratifikasi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Sumber Daya Manusia (Karobinkar SDM) Polri 2004-2006. BG dituding memiliki rekening gendut yang jumlahnya tidak wajar, meski sampai saat ia dijadikan tersangka, BG tidak pernah diperiksa atau ditanyai langsung oleh KPK soal rekening gendut tersebut.

Budi disebut-sebut memiliki harta pribadi, yang melonjak drastis hanya dalam waktu lima tahun. Ini tercantum dalam laporan harta dan kekayaan penyelenggara negara (LHKPN)-nya, dari Rp 4,68 miliar pada 2008 menjadi Rp 22,65 miliar dan US$…

Rujuk AS - Kuba Sesudah 54 Tahun Embargo

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Lewat normalisasi hubungan, Amerika Serikat dan Kuba membuka babak baru dalam hubungan kedua negara yang berbeda ideologi itu. Tetapi seberapa jauh rakyat Kuba mendapat manfaat dari perkembangan baru ini, masih harus dilihat.

Tanggal 17 Desember 2014 menjadi hari bersejarah bagi Amerika Serikat dan Kuba, dua negara yang kontras berbeda ideologi. Yang pertama adalah dedengkot kapitalis, sedangkan yang kedua adalah pengusung setia ideologi sosialis-komunis. Kedua negara selama puluhan tahun terlibat dalam “perang dingin.” Bahkan hubungan kedua negara tidak lantas membaik ketika komunisme runtuh di Eropa, yang diawali dengan pembongkaran Tembok Berlin pada 1989.

Di era Perang Dingin 1960-an, Kuba di bawah pimpinan Fidel Castro menjadi sekutu dekat Uni Soviet. Waktu itu, Kuba nyaris terlibat dalam ajang perang nuklir antara dua negara adidaya, AS lawan Soviet. AS yang dipimpin Presiden John F. Kennedy mengultimatum Soviet, yang dipimpin Nikita Krushchev, agar men…