Rujuk AS - Kuba Sesudah 54 Tahun Embargo

Oleh: Satrio Arismunandar

Lewat normalisasi hubungan, Amerika Serikat dan Kuba membuka babak baru dalam hubungan kedua negara yang berbeda ideologi itu. Tetapi seberapa jauh rakyat Kuba mendapat manfaat dari perkembangan baru ini, masih harus dilihat.

Tanggal 17 Desember 2014 menjadi hari bersejarah bagi Amerika Serikat dan Kuba, dua negara yang kontras berbeda ideologi. Yang pertama adalah dedengkot kapitalis, sedangkan yang kedua adalah pengusung setia ideologi sosialis-komunis. Kedua negara selama puluhan tahun terlibat dalam “perang dingin.” Bahkan hubungan kedua negara tidak lantas membaik ketika komunisme runtuh di Eropa, yang diawali dengan pembongkaran Tembok Berlin pada 1989.

Di era Perang Dingin 1960-an, Kuba di bawah pimpinan Fidel Castro menjadi sekutu dekat Uni Soviet. Waktu itu, Kuba nyaris terlibat dalam ajang perang nuklir antara dua negara adidaya, AS lawan Soviet. AS yang dipimpin Presiden John F. Kennedy mengultimatum Soviet, yang dipimpin Nikita Krushchev, agar menarik kembali rudal-rudal nuklirnya yang mau ditempatkan di Kuba.

Bagi Kennedy, penempatan rudal nuklir Soviet di wilayah Kuba, yang oleh AS dianggap sebagai “halaman belakang AS,” secara de facto adalah sebuah pernyataan perang oleh Soviet. Maka tuntutan Kennedy tidak bisa lagi ditawar-tawar. Untunglah, Krushchev masih berpikiran waras. Pemimpin partai komunis Soviet ini membatalkan penempatan rudal nuklir di Kuba, dengan kompensasi penarikan rudal AS dari Turki, sehingga dunia pun selamat dari kehancuran.

Semua kenangan lama itu sirna, ketika pada waktu serentak, 17 Desember 2014, Presiden AS Barack Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro –adik almarhum Fidel Castro-- mengumumkan langkah-langkah baru, untuk menormalisasikan hubungan kedua negara. Obama mengumumkan paket kebijakan komprehensif, berupa langkah-langkah yang akan dilakukan AS terhadap Havana. Ini berarti membuka halaman baru dari kebijakan lama yang terbukti gagal dalam mengisolasi dan menghukum Kuba. AS kini memilih melakukan “pelibatan konstruktif” (constructive engagement) terhadap Kuba.

Kebijakan isolasi yang gagal

Langkah awalnya adalah memudahkan izin bepergian dari dan ke Kuba, serta kemudahan pengiriman uang dari AS ke Kuba. Disusul dengan langkah yang lebih signifikan, seperti pertukaran tahanan, pemulihan hubungan diplomatik, perluasan perdagangan dan perjalanan bagi lebih banyak warga Amerika, pelonggaran restriksi keuangan dan telekomunikasi, dan tindakan-tindakan lain untuk mendukung rakyat Kuba.

AS sudah 54 tahun memberlakukan embargo ekonomi terhadap Kuba sebagai bagian dari permusuhan lama zaman Fidel Castro berkuasa. Embargo itu saat ini tidak serta merta bisa dicabut oleh Obama, yang dari Partai Demokrat, karena harus sepersetujuan Kongres AS, yang akan dikuasai kubu Republik mulai Januari 2015.

Puluhan tahun kebijakan isolasi AS terhadap Kuba telah gagal mencapai tujuan, yakni pemberdayaan rakyat Kuba untuk membangun sebuah Kuba yang terbuka dan demokratis, tentunya menurut versi AS. Tak jarang, kebijakan AS terhadap Kuba itu justru mengisolasi AS sendiri dari mitra-mitra di tingkatan regional dan internasional, dan menghambat kemampuan AS untuk mempengaruhi hasil-hasil kebijakan politik luar negeri di kawasan bersangkutan.

Kebijakan isolasi oleh Washington itu juga merusak peluang bagi pemanfaatan piranti-piranti yang tersedia di AS, untuk mendorong perubahan positif di Kuba. Sejak Fidel Castro berkuasa di Kuba pada 1961, semua kebijakan luar negeri AS ternyata hanya berdampak kecil terhadap Kuba. Terus-menerus bersikeras mempertahankan kebijakan yang gagal itu, jelas tindakan sia-sia.

Kebijakan lama AS, agar Kuba runtuh atau menjadi “negara gagal,” itu ujung-ujungnya tidak menguntungkan AS, dan juga tidak menguntungkan rakyat Kuba. Dari pengalaman panjang, Washington tahu, lebih baik mendorong dan mendukung reformasi di Kuba daripada memaksakan kebijakan yang akan menghasilkan sebuah negara gagal, yang akhirnya justru membebani warga negara bersangkutan. Padahal niat awal Washington adalah untuk “menolong rakyat Kuba.”

Pendekatan ke Kuba, yang akan dilakukan Obama di tahun 2015, bisa dirinci sebagai berikut: Pertama, pemulihan hubungan diplomatik dengan Kuba, yang putus sejak pihak komunis berkuasa, Januari 1961. Obama sudah membuka kembali kontak-kontak dengan Havana, untuk membuka kembali kedutaan AS di Havana, mungkin dalam beberapa bulan mendatang. AS juga akan bekerjasama dengan Kuba dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama, seperti: migrasi, narkoba, proteksi lingkungan, lalu-lintas orang, dan sebagainya.

Kedua, Obama ingin memberdayakan rakyat Kuba secara lebih efektif, lewat penyesuaian berbagai regulasi. AS telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perjalanan dan kebijakan pengiriman uang, yang akan mengembangkan lebih jauh kontak orang-ke-orang, dukungan ke masyarakat madani di Kuba, dan peningkatan arus bebas informasi ke, dari, dan antara rakyat Kuba sendiri.

Mengembangkan independensi ekonomi

Pemerintah Obama akan memfasilitasi peningkatan perjalanan ke Kuba, di mana warga Amerika akan bisa mendukung pertumbuhan masyarakat madani di Kuba secara lebih mudah. Misalnya, melalui organisasi-organisasi nonpemerintah (NGO). Juga, memberikan pelatihan bisnis untuk kalangan swasta dan para petani kecil Kuba. Warga AS juga dapat memberikan dukungan lain bagi pertumbuhan sektor swasta Kuba yang sedang berkembang.

AS akan mengizinkan peningkatan penjualan dan ekspor barang dan jasa tertentu dari AS ke Kuba. Peningkatan ini akan diarahkan ke pemberdayaan sektor swasta Kuba, serta memudahkan warga negara Kuba untuk memiliki akses terhadap barang-barang yang berharga lebih murah. Tujuan Washington adalah mengembangkan standar kehidupan mereka dan agar warga Kuba itu meraih independensi ekonomi yang lebih besar dari negara. Washington juga akan mengizinkan warga AS mengimpor tambahan barang-barang dari Kuba.

Selain itu, AS akan memprakarsai upaya-upaya baru untuk meningkatkan akses komunikasi warga Kuba dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara bebas. Penetrasi Internet di Kuba saat ini adalah sekitar 5 persen, salah satu tingkatan penetrasi yang paling rendah di dunia. Biaya telekomunikasi di Kuba juga luar biasa tinggi, sementara layanan yang ditawarkan sangat terbatas. Kini penyedia jasa telekomunikasi akan diizinkan untuk mengadakan mekanisme-mekanisme yang diperlukan, termasuk membangun infrastruktur di Kuba, untuk memberikan layanan telekomunikasi komersial dan Internet.

Sesudah sekian lama, Washington menyadari, perubahan di Kuba tidak bisa dipaksakan dari luar. Pada akhirnya, adalah rakyat Kuba sendiri yang akan menggerakkan reformasi ekonomi dan politik. Inilah sebabnya Obama mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan arus sumberdaya dan informasi ke warga negara biasa Kuba pada 2009, 2011, dan 2014. Langkah-langkah Obama ini diharapkan juga akan membuka jalan, dalam menghidupkan kembali kepemimpinan dan pengaruh AS di kawasan tersebut, khususnya menyambut Konferensi Tingkat Tinggi Amerika (the Summit of Americas) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2015.

Reaksi warga Kuba umumnya positif


Menyambut normalisasi hubungan AS-Kuba, reaksi rakyat awam di Kuba umumnya sangat positif. Hal itu disaksikan sendiri oleh Richard Feinberg, pengajar ekonomi politik internasional dari Universitas California, San Diego, AS. Saat itu, Feinberg kebetulan sedang menghadiri konferensi tentang hubungan AS-Kuba di Akademi Diplomatik Kuba di Havana, ketika Barack Obama dan Raul Castro –pada waktu serentak dan sama-sama disiarkan secara langsung—mengumumkan pemulihan hubungan kedua negara.

Ketika Raul Castro berpidato dalam siaran langsung lewat televisi, banyak warga Kuba bersorak riuh dua kali. Pertama, ketika Castro –yang berpakaian lengkap dengan seragam militer bintang limanya- mengumumkan pembebasan tiga “pahlawan” Kuba oleh otoritas AS. Ketiganya sebelumnya ditangkap dan dipenjara oleh AS dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Kedua, warga Kuba bahkan bersorak lebih riuh, ketika Castro mengumumkan langkah pemulihan hubungan diplomatik.

Di akhir siaran itu, banyak warga Kuba yang meneteskan air mata karena gembira. Mereka secara spontan berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaannya. Seorang akademisi berkomentar, “Akhirnya, mimpi buruk yang panjang berakhir. Sebuah babak baru sejarah telah dibuka.”

Jalan-jalan di Havana dengan cepat ramai dipenuhi oleh kerumunan massa, khususnya para siswa, yang merayakan pengumuman itu. Mereka berpawai dengan meriah dengan membawa bendera Kuba. Sedangkan warga Kuba biasa berjalan dengan senyum di wajahnya. Mereka berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil di sana-sini, untuk membicarakan kabar yang mengejutkan tersebut.

Warga Kuba dengan gencar membahas pergeseran kebijakan tersebut. Mayoritas memuji la valentia (keberanian) kedua presiden, dan bertanya-tanya apakah Obama akan secara pribadi berkunjung ke Kuba, di mana tak diragukan lagi ia akan disambut sebagai seorang pahlawan. Sebagian besar warga Kuba berpendapat, pelonggaran embargo terhadap Kuba –yang selama puluhan tahun diterapkan oleh Washington—akan berdampak nyata pada peningkatan standar kehidupan mereka.

Kelompok oposisi Kuba terbelah

Namun ada sebagian warga Kuba yang tetap skeptis. Setelah selama bertahun-tahun dalam kondisi ekonomi yang tertekan, mereka tidak mudah percaya pada politisi dan tak mau berharap muluk-muluk. Yang lainnya mengambil sikap “tunggu dan lihat.” Sedangkan yang lainnya khawatir, kubu Kuba-Amerika yang keras kepala di Kongres AS akan menghambat pelonggaran embargo ekonomi.

Sedangkan kelompok oposisi Kuba dengan cepat terbelah dua. Kelompok pembangkang garis keras—sesudah mulai bisa menyesuaikan diri sejak kabar mengejutkan tersebut—menekankan bahwa sebetulnya tidak ada yang berubah. Mereka beranggapan, dengan normalisasi hubungan AS-Kuba itu Obama bertindak sangat keliru, karena secara tak langsung telah mengakui kediktatoran Raul Castro.

Sedangkan kubu oposisi lain menyambut pergeseran hubungan AS-Kuba itu seperti membuka ruang yang tak terkira sebelumnya bagi suatu tindakan politik. Sedangkan di pojok lain spektrum politik Kuba, ada sedikit kelompok yang mengeritik Castro, karena memulihkan hubungan AS-Kuba tanpa terlebih dahulu menuntut pencabutan total embargo ekonomi, yang selama ini menjadi basis negosiasi Kuba.

Tak diragukan lagi, langkah-langkah pelonggaran ketentuan bagi warga AS asal Kuba untuk boleh berkunjung dan mendukung sanak kerabat mereka di Kuba memberi dampak positif bagi kedua pihak. Bagi komunitas asal Kuba dalam pengasingan, hal ini akan memperbarui ikatan mereka dengan keluarganya di Kuba lewat cara yang nyata, serta melemahkan posisi generasi lebih tua, yang bersikeras menentang kontak apapun dengan Kuba yang komunis.

Memang, ada perbedaan pandangan antar-generasi di kalangan komunitas warga AS asal Kuba. Generasi yang belakangan datang dapat memanfaatkan kelonggaran signifikan, untuk pulang ke kampung halamannya di Kuba dengan membawa uang dan barang, yang nilainya bisa miliaran dollar AS.

Makin banyak warga AS asal Kuba yang memberi suara untuk Obama, yang dengan sukses mengeluarkan ancaman veto terhadap upaya anggota Kongres asal Florida, yang ingin mengaktifkan lagi peraturan lama. Florida adalah wilayah AS yang paling banyak menampung warga asal Kuba. Kunjungan-kunjungan tingkat tinggi ke Kuba dari kalangan bisnis, anggota Kongres, agamawan, akademisi, dan media Amerika telah berlangsung. Jadi, memang sudah ada perubahan cara pandang yang signifikan terhadap relasi dengan Kuba.

Reformasi ekonomi yang signifikan

Bagi Havana sendiri, langkah-langkah Obama pada masa jabatannya yang pertama merupakan darah segar bagi ekonomi Kuba yang sedang bermasalah. Pada 2008, Raul Castro mencermati rancangan bagi serangkaian reformasi ekonomi yang signifikan, yang berusaha mempertahankan sosialisme sambil memperkenalkan bentuk-bentuk baru mekanisme berbasis pasar.

Pemerintah Havana mulai memberi izin pada warganya untuk membuka bisnis-bisnis kecil, untuk membeli dan menjual properti dan mobil (90 persen warga Kuba memiliki rumah sendiri), untuk memiliki telepon seluler, dan untuk mendirikan koperasi, baik yang terkait ataupun di luar pertanian. Uang yang berasal dari diaspora Kuba bukan hanya membantu rata-rata warga Kuba dalam mengatasi situasi jaring pengaman sosial yang menyusut, tapi juga membantu membuka bisnis-bisnis baru dan merenovasi properti.

Rezim Havana menyadari bahwa kelangsungan hidupnya tergantung pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berbasis beragam (diversifikasi). Kuba tidak bisa lagi sekadar mengandalkan pemberian yang disubsidi dari Venezuela dan sekutu-sekutunya. Kuba mulai mendiversifikasikan hubungan-hubungan ekonomi, mengebor ladang minyak lepas pantai (yang belum begitu sukses), dan membuka pintu bagi investasi asing. Hal ini terutama dibantu oleh keputusan Brazil, untuk membantu menanggung pengembangan sebuah pelabuhan modern dan zona perdagangan khusus di Mariel.

Untuk politik domestik AS sendiri, isu hubungan AS-Kuba ini jelas amat penting. Kebijakan AS terhadap Kuba selalu kontroversial, dan selalu ada penentangan yang keras di dalam Kongres AS jika pemerintah ingin mengubah kebijakan. Di sisi lain, opini publik AS ke arah Kuba sudah bergeser, khususnya perubahan itu dapat dilihat dari garis penyikapan berdasarkan demografis dan perbedaan generasi.

Pada awal 2014, 56 persen dari seluruh warga AS dan 63 persen dari warga Florida mendukung ke arah peningkatan hubungan AS-Kuba. Penggunaan otoritas eksekutif oleh Presiden Obama untuk pemulihan hubungan diplomatik dengan Kuba dan liberalisasi ikatan-ikatan ekonomi menciptakan peluang historis bagi revitalisasi relasi-relasi di Amerika Latin, meski juga ada beberapa risiko.

Dukungan Amerika Latin melemah

Sejak 1990-an, dukungan Amerika Latin pada kebijakan AS terhadap Kuba di kawasan itu telah merosot. Bahkan konsensus yang awalnya disepakati bersama, sebagaimana tertera pada Komisi Antar-Amerika tentang Hak Asasi Manusia dan Piagam Demokratis Amerika, telah melemah dalam tahun-tahun terakhir.

Hal ini berarti sebagian besar negara-negara Amerika Latin tidak lagi bisa menerima pandangan bahwa kurangnya demokrasi adalah landasan yang sah, untuk tidak melibatkan Kuba dalam lembaga-lembaga di kawasan itu. Lembaga-lembaga tersebut, seperti: Organisasi Negara-negara Amerika(Organization of American States) atau KTT Amerika (Summit of the Americas).

Para pemimpin negara di kawasan tersebut telah menegaskan hal ini pada Presiden Obama di KTT Amerika di Cartagena pada 2012. Situasi memang tidak berpihak ke Washington. Bahkan jika Obama tidak mengumumkan langkah bersejarah ke arah pemulihan hubungan AS-Kuba, isu pengucilan Kuba tampaknya akan kembali menjadi fokus perselisihan di KTT Amerika di Panama pada 2015.

Dengan pemulihan kembali hubungan AS-Kuba, AS telah mencabut isu yang selama ini dipersengketakan dan menjadi duri dalam hubungan AS dengan Amerika Latin. Isu relasi AS-Kuba selama ini telah mengalihkan perhatian dari bidang-bidang kolaborasi yang lebih positif antara AS dan Amerika Latin.

Kebijakan normalisasi hubungan AS-Kuba ini memberi ruang bagi AS untuk terlibat secara lebih produktif dengan Amerika Latin pada agenda yang lebih luas, termasuk KTT kunci dengan topik demokrasi dan hak asasi manusia, kompetisi global, energi, lingkungan hidup, dan inklusi sosial. Semua isu ini bisa meningkatkan kekuatan lunak (soft power) AS di kawasan tersebut, yang telah merosot dalam dasawarsa terakhir.

Dari sudut pandang lain, keterbukaan Kuba terhadap produk-produk AS mungkin juga bisa berarti negatif untuk rakyat Kuba. Layanan kesehatan dan pendidikan gratis di Kuba sejauh ini adalah salah satu sistem sosial terbaik bagi Amerika. Layanan itu selama ini telah dinikmati oleh warga Kuba. Namun, mungkin layanan ini akan terancam oleh sistem privatisasi neoliberal yang disodorkan oleh AS.

Sesudah embargo ekonomi AS selama 54 tahun, Kuba terbukti tetap bertahan berkat dukungan solidaritas internasional. Yang dibutuhkan Kuba sekarang adalah akses bebas ke pasar-pasar internasional, di luar AS dan tidak tergantung pada AS. Kuba memang perlu berintegrasi ke suatu sistem finansial dan moneter yang independen, jadi bukan malah meresmikan ketergantungan baru pada imperium AS. (Diolah dari berbagai sumber)

Jakarta, Januari 2015

Ditulis untuk Majalah AKTUAL.

Comments

PENDAFTARAN BELA NEGARA
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Untuk Wali Wali Allah dimana saja kalian berada
Sekarang keluarlah, Hunuslah Pedang dan Asahlah Tajam-Tajam

Api Jihad Fisabilillah Akhir Zaman telah kami kobarkan
Panji-Panji Perang Nabimu sudah kami kibarkan
Arasy KeagunganMu sudah bergetar Hebat Ya Allah,

Wahai Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
hamba memohon kepadaMu keluarkan para Muqarrabin bersama kami

Allahumma a’izzal islam wal muslim wa adzillas syirka wal musyrikin wa dammir a’da aka a’da addin wa iradaka suui ‘alaihim yaa Robbal ‘alamin.

Wahai ALLAH muliakanlah islam dan Kaum Muslimin, hinakan dan rendahkanlah kesyirikan dan pelaku kemusyrikan dan hancurkanlah musuh-mu dan musuh agama-mu dengan keburukan wahai RABB
semesta alam.

Allahumma ‘adzdzibil kafarotalladzina yashudduna ‘ansabilika, wa yukadzdzibuna min rusulika wa yuqotiluna min awliyaika.

Wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. orang-oramg kafir yang telah menghalang-halangi kami dari jalan-Mu, yang telah mendustakan-Mu dan telah membunuh Para Wali-Mu, Para Kekasih-Mu

Allahumma farriq jam’ahum wa syattit syamlahum wa zilzal aqdamahum wa bilkhusus min yahuud wa syarikatihim innaka ‘ala kulli syaiin qodir.

Wahai ALLAH pecah belahlah, hancur leburkanlah kelompok mereka, porak porandakanlah mereka dan goncangkanlah kedudukan mereka, goncangkanlah hati hati mereka terlebih khusus dari orang-orang yahudi dan sekutu-sekutu mereka. sesungguhnya ENGKAU Maha Berkuasa.

Allahumma shuril islam wal ikhwana wal mujahidina fii kulli makan yaa rabbal ‘alamin.

Wahai ALLAH tolonglah Islam dan saudara kami dan Para Mujahid dimana saja mereka berada wahai RABB Semesta Alam.
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin

Wahai Wali-wali Allah Kemarilah, Datanglah dan Berkujunglah dan bergabunglah bersama kami kami Ahlul Baitmu

Al Qur`an adalah manhaj (petunjuk jalan) bagi para Da`i yang menempuh jalan dien ini sampai hari kiamat, Kami akan bawa anda untuk mengikuti jejak langkah penghulu para rasul Muhammad SAW dan pemimpin semua umat manusia.

Hai kaumku ikutilah aku, aku akan menunjukan kepadamu jalan yang benar (QS. Al-Mu'min :38)

Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

301. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
- ahli segala macam pertempuran
- ahli Membunuh secara cepat
- ahli Bela diri jarak dekat
- Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
- Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
- Ahli Pembuat BOM / Racun
- Ahli Sandera
- Ahli Sabotase

304. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
- ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
- Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
- Ahli enkripsi cryptographi
- Ahli Satelit / Nuklir
- Ahli Pembuat infra merah / Radar
- Ahli Membuat Virus Death
- Ahli infiltrasi Sistem Pakar

Semua Negara adalah Negara Dajjal, sebab itu
Bunuhlah Tentara , Polisi dan semua pendukung negara dajjal dimana saja berada

Disebarluaskan
MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Syuaib Bin Shaleh
singahitam@hmamail.com

IMAM MAHDI MENYERU UNTUK PARA IKHWAN
BENTUKLAH PASUKAN MILITER PADA SETIAP ZONA
ISLAM
SAMBUTLAH UNDANGAN PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah
senjata kalian.

Dengan memohon Ijin Mu Ya Allah Engkaulah Pemilik Asmaul
Husna, Ya Dzulzalalil Matien kami memohon dengan namaMu
yang Agung
Pemilik Tentara langit dan Bumi perkenankanlah kami
menggunakan seluruh Anasir Alam untuk kami gunakan sebagai
Tentara Islam untuk Menghancurkan seluruh Kekuatan
kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan yang sudah merajalela
di muka bumi ini hingga Dien Islam saja yang berdaulat , tegak
perkasa dan hanya engkau saja Ya Allah yang berhak disembah !

Firman Allah: at-Taubah 38, 39
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan
orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu
kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka
dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah
kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat,
melainkan sedikit sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah
menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar
kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada
Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Berjihad itu adalah satu perintah Allah yang Maha Tinggi,
sedangkan mengabaikan Jihad itu adalah satu pengingkaran dan
kedurhakaan yang besar terhadap Allah!

Firman Allah: al-Anfal 39
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah
agama untuk Allah.

Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah
kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai
penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan
kepada manusia di bumi.

Ketahuilah !, Semua Negara Didunia ini adalah Negara Boneka
Dajjal

Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan
memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-
Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada
sesama manusia karena itu adalah FITNAH

Firman Allah: al-Hajj 39, 40
Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi,
disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
untuk menolong mereka itu. Iaitu
orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran,
melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

Firman Allah: an-Nisa 75
Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk
(membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki,
perempuan-perempuan dan kanak-kanak .

Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan
(al-Baqarah 217)

Firman Allah: at-Taubah 36, 73
Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka
memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama
orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap
orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap
mereka.

Firman Allah: at-Taubah 29,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada
mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan
tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara
ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan
tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu
minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa /
kampung.

Bersiaplah menjadi Tentara Islam akhir Zaman sebelum anda
dibantai oleh Zionis,Salibis,Munafiq dan Musyrikin
Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam
secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera
Hitam
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah
Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

email : seleksidim@yandex.com

Dipublikasikan
Markas Besar Angkatan Perang
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)