Bedanya Pelanggaran Etiket dengan Pelanggaran Etika

Orang di Indonesia sering tidak bisa membedakan "etiket" dengan "etika." Orang yang melanggar etiket dibilang melanggar etika. Pdahal etiket itu berbeda dengan etika.

Pelanggaran etika: mencuri, merampok, memperkosa, korupsi, menggarong, dsb..... Pelanggaran etiket: makan dengan tangan kiri, di restoran Perancis Anda makan langsung pakai tangan (tidak pakai garpu/sendok), bicara "kasar" di depan umum, duduk bersilang kaki di depan pejabat tinggi yang sedang pidato, mahasiswa kuliah dengan memakai sandal jepit dan kaus oblong, dsb.

Penjelasan: pelanggaran etika biasanya bersifat universal. Korupsi atau merampok adalah salah, baik itu di Indonesia, Amerika, China, atau Mesir. Tidak ada di negara manapun yang perilaku korupsi atau merampok dianggap benar. Sedangkan pelanggaran etiket bersifat relatif budaya. Makan pakai tangan di restoran Perancis, Anda akan dianggap tidak punya tata krama. Tetapi di warung Padang atau Sunda, kalau makan pakai tangan itu dianggap biasa saja.

Saya sebagai wartawan Harian Kompas pernah ikut konferensi pers di Gedung Putih tahun 1990-an, ketika sedang proses perundingan damai Palestina-Israel. Waktu itu Presiden AS-nya adalah George Bush (senior).

Nah, ada beberapa wartawan yang duduk menyilang kaki persis di depan Presiden, sambil tangannya (yang memegang pena) menunjuk-nunjuk ketika dia bertanya kepada Presiden Bush. Di Amerika, perilaku wartawan itu dianggap biasa saja. Bush juga kalem-kalem saja. Tetapi kalau di Indonesia, pasti wartawannya dianggap tidak sopan.

Depok, Maret 2015
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI