Mereka Optimis Pada Masa Depan Indonesia

Kerusuhan Mei 1998, yang diwarnai penjarahan, perusakan, kekerasan terhadap perempuan, perkosaan, telah menimbulkan trauma berat bagi banyak warga Indonesia, terutama bagi warga etnis Tionghoa. Tetapi penyikapannya bisa berbeda.

Untuk orangtua WNI etnis Tionghoa berusia di atas 50 tahun, yang anak-anaknya sekarang sedang bersekolah di universitas-universitas luar negeri, mereka bilang pada anaknya: "Sesudah lulus, bekerjalah di luar negeri! Jangan pernah pulang ke Indonesia!"

Tetapi, untuk orangtua WNI etnis Tionghoa berusia di bawah 50 tahun, yang anak-anaknya sekarang juga sedang bersekolah di universitas-universitas luar negeri, mereka bilang pada anaknya: "Sesudah lulus, pulanglah ke Indonesia!"

Mengapa? Karena Indonesia adalah negeri dengan begitu banyak peluang untuk maju. Dan karena mereka sangat optimis pada masa depan Indonesia! Mereka sudah berusaha move on dari kepedihan tragedi 1998.

(Saya kutip dari ucapan seorang ibu etnis Tionghoa beragama Buddha, dalam sebuah diskusi di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta, hari Jumat 27 Maret 2015). Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)