Saeqeh-2, Pesawat “Halilintar” Kebanggaan Iran

Oleh: Satrio Arismunandar

Republik Islam Iran baru-baru ini telah mengungkapkan keberadaan “generasi kedua” Saeqeh (Halilintar), pesawat jet tempur yang dikembangkannya sendiri di dalam negeri. Media resmi Iran pada 9 Februari 2015 melaporkan, Kementerian Pertahanan dan Badan Logistik Angkatan Bersenjata menyebut pesawat generasi baru itu sebagai Saeqeh-2.

Menurut kantor berita Mehr, pesawat Saeqeh-2 itu telah diserahkan ke Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF). Saeqeh-2 adalah produk generasi kedua, sesudah militer Iran membuat Saeqeh, yang desainnya dikembangkan dari pesawat tempur berkursi tunggal buatan Amerika, Northrop F-5E Tiger II. TNI Angkatan Udara kita juga mengoperasikan pesawat F-5E dan F-5F Tiger II ini, namun kini sudah memasuki usia pensiun karena usianya yang sudah 30 tahun.

Desain Saeqeh-2 didasarkan pada pesawat latih bertempat duduk ganda F-5F. Dilihat dari luar, Saeqeh-2 memiliki modifikasi ekor kembar (twin-tail) seperti Saeqeh, walau sulit memastikan pengembangan-pengembangan internal apa yang telah dilakukan Iran terhadap masing-masing model tersebut. IRIAF diyakini masih memiliki 17 pesawat F-5F, yang mungkin cocok untuk dikonversi ke konfigurasi Saeqeh-2.

Avionik yang Lebih Maju

Saeqeh-2 memiliki sistem persenjataan, elektronik, dan avionik yang lebih maju dari generasi pertama. Model generasi kedua ini, karena bertempat duduk ganda, juga bisa digunakan untuk tujuan-tujuan pelatihan. Menurut Kolonel Houshang Monfaredzadeh dari IRIAF, Iran akan segera membuat pesawat berdasarkan platform Saeqeh, yang akan dilengkapi dengan avionik generasi keempat, bahkan lebih canggih lagi.

Kalau dirunut ke belakang, Saeqeh adalah produk bersama IRIAF dan Kementerian Pertahanan, yang pertama kali sukses menjalani uji coba pada 20 September 2007. Prototip pertama Saeqeh ditunjukkan di televisi negara, ketika melakukan uji terbang perdana pada Juli 2004.

Menurut Jejaring Berita Republik Islam Iran, IRINN, Saeqeh mulai masuk tahap operasional pada 6 September 2006, ketika ia ikut serta dalam latihan perang militer Iran yang bernama sandi “Blow of Zulfikar.” Dalam latihan perang itu, yang dimulai pada 19 Agustus 2006, Saeqeh dikatakan menjalankan misi “pengeboman sasaran-sasaran musuh virtual” dan “misi pengeboman dengan bom tanpa peledak.”

Dua prototip Saeqeh, yang tampak berbeda dari prototip yang pertama diperkenalkan, melakukan terbang lintas di atas Bandara Mehrabad Teheran pada 20 September 2007. Sedangkan tiga prototip Saeqeh ambil bagian dalam parade militer 22 September 2007. Iran mengumumkan, pihaknya akan mengetes varian-varian lain dari Saeqeh, yang akan berbeda dari pesawat yang sudah ditunjukkan sebelumnya, karena ada perubahan-perubahan cukup berarti dalam sistem persenjataan, aerodinamika, dan daya jangkau operasional.

Kemampuan Manuver yang Tinggi

Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran, Brigjen Ahmad Mighani waktu itu menyatakan, Saeqeh memiliki peralatan terbaru dalam aspek keseimbangan aerodinamika, kemampuan membawa peluru kendali, dan sistem radar yang digunakan. Sedangkan Direktur Pengelola Organisasi Penerbangan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata, Majid Hedayat, menggambarkan Saeqeh sebagai pesawat tempur dan logistik, dengan kemampuan manuver yang tinggi dan kemampuan untuk mengebom sasaran-sasaran jarak dekat.

Pada 2008, Iran mengumumkan, Saeqeh yang panjangnya 15,89 m dan rentang sayap 8,13 m, memiliki daya jangkau 3.000 km. Berat kosongnya 4.400 kg, sedangkan dalam keadaan bermuatan mencapai 9.000 kg. Kecepatan maksimumnya diduga mencapai Mach 1,6 (1,6 kali kecepatan suara).

Persenjataan yang bisa dibawanya adalah dua kanon berkaliber 20 mm di bagian hidung pesawat, dengan 280 peluru di tiap kanon. Saeqeh juga memiliki tujuh titik untuk mengangkut senjata. Yaitu, dua rel peluncur rudal anti-pesawat (AAM) di ujung tiap sayap, empat lainnya di bawah sayap, dan satu di bawah badan pesawat dengan kapasitas 3.200 kg.

Ditenagai dengan dua mesin turbojet, pembom tempur ini mempunyai kemampuan untuk menjejaki pesawat musuh, terlibat dalam pertarungan, menetapkan lokasi sasaran di darat, dan mengangkut berbagai jenis senjata dan amunisi. Saeqeh adalah proyek modifikasi F-5 yang paling maju, yang dimaksudkan untuk mempelajari dampak ekor kembar –seperti yang terdapat pada pesawat F-14 Tomcat dan F-18 Hornet-- terhadap kinerja pesawat.

Upaya Mencapai Kemandirian

Pada September 2010, Iran memperagakan skuadron pertama jet tempur Saeqeh pada parade militer, di awal Minggu Pertahanan Suci Iran. Sedangkan pada Mei 2012, tiga generasi baru pesawat tempur Saeqeh telah dibuat dan diserahkan ke Angkatan Udara. Kemudian pada 26 Agustus 2012, Deputi Menteri Pertahanan Mohammad Eslami mengumumkan, sebuah versi pembaruan dari Saeqeh akan dimasukkan ke Angkatan Udara Iran pada akhir 2013.

Sesudah itu, barulah tahun 2015 ini muncul Saeqeh-2 dengan versi dua kursi. Seorang juru bicara IRIAF bahkan menyatakan, Saeqeh-2 sudah memasuki tahap produksi massal. Saeqeh dikatakan telah menjalankan berbagai misi pengintaian di berbagai penjuru wilayah Iran.

Dengan dimunculkannya pesawat tempur Saeqeh-2, Iran sekali lagi membuktikan, negeri itu cukup gigih untuk mencapai kemandirian dalam penyediaan alutsistanya. Iran memang dipaksa untuk mandiri karena masih mengalami embargo persenjataan. Maka persenjataan lama yang diwarisi dari zaman pemerintahan Shah Iran pun sedapat mungkin masih digunakan. Sebagian besar persenjataan itu adalah buatan Amerika.

Embargo ekonomi dan militer yang diterapkan Amerika Serikat kepada Iran memang telah menyulitkan Iran dalam penyediaan persenjataan bagi militernya. Bahkan negara-negara lain juga dipersulit oleh AS, ketika mereka berniat memasok senjata buat Iran. Hal ini karena AS memiliki undang-undang, yang akan memberi sanksi pada perusahaan asing yang melanggar sanksi terhadap Iran. Saeqeh-2 adalah wujud upaya bangsa Iran menunjukkan kegigihannya melawan tekanan asing.

April 2015
Ditulis untuk Majalah Defender

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI