Saya Dituntut "Tanggung Jawab Moral" dan Konsistensi Sikap yang Panjang

Seorang Facebooker yang jelas sejak dulu anti-Jokowi, dalam pesan inbox, mempertanyakan "tanggung jawab moral" saya dalam situasi bangsa sekarang, karena dulu dalam pilpres 2014 saya "mendukung dan mempromosikan Jokowi."

Mungkin dia pikir saya akan "tersudut" dengan pertanyaan itu. Saya sih sama sekali tidak tersudut dan tidak repot menjawab. Ini konsistensi sikap saya:

Zaman Presiden Soeharto: Saya antikorupsi
Zaman Presiden Habibie: Saya antikorupsi
Zaman Presiden Gus Dur: Saya antikorupsi
Zaman Presiden Mega: Saya antikorupsi
Zaman Presiden SBY: Saya antikorupsi
Zaman Presiden Jokowi: Saya antikorupsi

Hari Jumat minggu lalu (20 Maret 2015) saya ikut partisipasi, di aksi mahasiswa dan alumni UI di kampus UI Salemba, ini aksi gabungan antikorupsi

Hari Kamis pagi nanti, 26 Maret, di FISIP UI Depok, InsyaAllah saya akan meluncurkan buku Antologi Puisi-Esai bertema Anti-Korupsi. judul bukunya "Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi."

Disertasi S3 saya di FIB-UI 2014 juga semangatnya anti-Korupsi, "Perilaku Korupsi Elite Politik di Indonesia dan Tanggung Jawab Sosialnya: Sebuah Refleksi Kritis dalam Perspektif Strategi Kebudayaan van Peursen".

Saya tidak pernah bekerja di jabatan pemerintahan dari Presiden manapun, tidak pernah mengkorupsi uang rakyat/negara. Nafkah saya seringnya dari sektor swasta, dan diperoleh dengan kerja keras yang halal.

Nah, mau apa lagi? Kadang-kadang saya bertanya, kenapa sih ada saja orang yang suka "usil," sibuk menggugat tanggung jawab moral orang lain? Padahal saya sendiri juga tidak jelas, apa sih yang sudah dilakukan orang itu untuk negeri ini?

Dikutip dari status FB Satrio Arismunandar, 23 Maret 2015

Comments

Vimax Pills said…
Nice blog and article, thanks for sharing i like your blog

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI