Posts

Showing posts from June, 2015

Meredam Eskalasi Konflik di Laut China Selatan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Langkah asertif China membuat pulau-pulau buatan di Laut China Selatan dan menghadirkan militernya di sana telah meningkatkan ketegangan. Indonesia pun berinisiatif mengusulkan patroli bersama, untuk meredakan ketegangan.

Sengketa wilayah di Laut China Selatan --yang melibatkan China, Vietnam, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam—akhir-akhir ini semakin memanas. China mereklamasi gugus karang di perairan tersebut, yang dijadikan pulau-pulau buatan dan membangun fasilitas militer di sana. Bahkan pada penghujung Mei 2015, China terpantau telah menempatkan sedikitnya dua artileri swagerak di pulau hasil reklamasi tersebut.

Terpaan angin konflik dari Laut China Selatan (LCS) juga sampai ke Indonesia. Mengantisipasi kemungkinan pecahnya konflik militer terbuka, meskipun Indonesia tak punya sengketa wilayah di LCS, Tentara Nasional Indonesia tentu tidak mau kecolongan. Sehingga TNI Angkatan Udara bersiap meningkatkan status Pangkalan Udara (Lanud) Ra…

Rohingya dan Soal Menekan Myanmar

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menampung pengungsi Muslim Rohingya hanya mengobati gejala, tetapi tidak menyelesaikan akar masalah. Komunitas internasional harus mendesak rezim Myanmar, agar mengakui etnis minoritas Rohingya sebagai warga negara yang sah dengan segala hak-haknya.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, pada penghujung Mei 2015 jadi super sibuk. Retno berkeliling ke negara-negara Timur Tengah, yakni Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Selain menjalin kemitraan strategis antara Indonesia dan negara-negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) itu, Retno juga mengangkat masalah pengungsi etnis Muslim Rohingya, yang sudah menjadi isu kawasan di Asia Tenggara.

Ribuan pengungsi Rohingya yang kabur dengan perahu-perahu, untuk menghindari penindasan rezim Myanmar itu, kini sebagian besar ditampung di Indonesia dan Malaysia atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Pemerintah Indonesia dan Malaysia berkomitmen menampung pengungsi Rohingya selama setahun, s…

Masukan Ide Cerita untuk Tiga Film

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Berikut ini adalah masukan dari saya untuk penyusunan naskah cerita film. Saya fokus pada cerita yang dikembangkan dari tiga peristiwa nyata. Pengembangan ini jelas sedikit banyak akan mengubah setting kisah, sehingga tidak lagi persis seperti kisah nyata aslinya. Namun saya tidak ingin beranjak terlalu jauh dari kisah aslinya, karena bisa menjadi kisah yang 100% baru dan penonton mungkin tidak menangkap keterkaitannya dengan kisah nyata.

Diupayakan dalam tiap film ini harus tetap ada pesan moral, dan sejauh mungkin ada isu kepentingan publik yang masuk dalam cerita. Garis besar atau benang merah yang melandasi cerita-cerita ini adalah proses transformasi pribadi tokoh-tokoh utama, di mana sang tokoh –sesudah jatuh-bangun dan menderita—mengalami transformasi menjadi pribadi yang lebih baik, lebih matang, lebih arif, lebih pengertian, lebih mengenali diri sendiri. Ini adalah pendekatan “psikologi positif,” walau tidak secara tradisional akhir film-film ini bis…

Kiai Achmad Shiddiq dan Asas Tunggal Pancasila (Sang Penerobos)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Achmad Shiddiq sangat dikenal. Pemikiran tokoh yang pernah menjabat Rais Am Syuriah PBNU ini ikut mewarnai sejarah perjalanan bangsa. Ia berjasa menyusun kajian penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU dalam Munas Alim Ulama 1983. Hebatnya, penerimaan asas tunggal Pancasila oleh NU itu kemudian diikuti ormas lain.

KH Achmad Shiddiq, yang nama kecilnya Achmad Muhammad Hasan, lahir di Jember pada 24 Januari 1926. Ia adalah putra bungsu Kyai Shiddiq dari lbu Nyai H. Zaqiah (Nyai Maryam) binti KH Yusuf. Ia ditinggal ayahnya dalam usia 8 tahun. Sebelumnya pada usia 4 tahun, Achmad sudah ditinggal ibu kandungnya, yang wafat di tengah perjalanan di laut, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji.

Jadi, sejak usia anak-anak, Achmad sudah yatim piatu. Karena itu, kakaknya Kyai Machfudz Shiddiq kebagian tugas mengasuh Achmad, yang memiliki watak sabar, tenang, dan sangat cerdas. Wawasan berpikirmya amat luas, baik dalam ilmu …