Masukan Ide Cerita untuk Tiga Film

Oleh Satrio Arismunandar

Berikut ini adalah masukan dari saya untuk penyusunan naskah cerita film. Saya fokus pada cerita yang dikembangkan dari tiga peristiwa nyata. Pengembangan ini jelas sedikit banyak akan mengubah setting kisah, sehingga tidak lagi persis seperti kisah nyata aslinya. Namun saya tidak ingin beranjak terlalu jauh dari kisah aslinya, karena bisa menjadi kisah yang 100% baru dan penonton mungkin tidak menangkap keterkaitannya dengan kisah nyata.

Diupayakan dalam tiap film ini harus tetap ada pesan moral, dan sejauh mungkin ada isu kepentingan publik yang masuk dalam cerita. Garis besar atau benang merah yang melandasi cerita-cerita ini adalah proses transformasi pribadi tokoh-tokoh utama, di mana sang tokoh –sesudah jatuh-bangun dan menderita—mengalami transformasi menjadi pribadi yang lebih baik, lebih matang, lebih arif, lebih pengertian, lebih mengenali diri sendiri. Ini adalah pendekatan “psikologi positif,” walau tidak secara tradisional akhir film-film ini bisa disebut “happy ending.”

Jadi betapapun rendah, hina, nista, terpuruk, dan “tak berharga” seseorang di mata publik dan lingkungannya, dia selalu memiliki potensi untuk bangkit dan meningkat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dewasa, lebih matang. Proses transformasi diri semacam inilah yang sering menjadi latar belakang munculnya tokoh-tokoh besar dan kisah-kisah sukses. Tiga film yang ceritanya saya usulkan di sini bukan cerita tentang kisah sukses, tetapi lebih difokuskan pada proses transformasi pribadi-pribadi yang terlibat di dalamnya.

Alur cerita yang saya sajikan lebih sederhana dan tidak menyimpang terlalu jauh daripada peristiwa aslinya. Jadi alur ceritanya lebih linier dan tidak kompleks. Asumsi saya, penonton film Indonesia –yang umumnya berkategori awam-- harus menangkap bahwa film ini memang betul-betul diilhami oleh fakta peristiwa nyata.

Sebagai contoh, film Hollywood Greek Tycoon, yang diilhami oleh kisah hubungan Jacqueline Kennedy, Presiden AS John F. Kennedy, dan pengusaha perkapalan Yunani Onassis, terlihat masih ada kemiripan dengan kisah nyata mereka. Karena jika jalan cerita hampir 100 persen berbeda kontras dengan kejadian nyata, maka itu lebih tepat disebut membuat film yang ceritanya betul-betul baru. Tidak relevan lagi dikatakan bahwa film ini diilhami oleh kasus ini atau kasus itu.
Maka hasil modifikasi saya terhadap tiga kasus/peristiwa nyata tersebut adalah sebagai berikut:

Kisah Prostitusi Online AA

Film dibuka dengan penggerebekan polisi terhadap praktik prostitusi di sebuah hotel berbintang di tempat yang agak terpencil di pinggiran kota. Ini sebetulnya bukan operasi spesifik, sehingga polisi sendiri kaget mendapati artis Angie Andamdewi (AA) dan anggota DPRD Basri Bimantoro (BB) di kamar hotel tanpa busana.

AA adalah artis sinetron kelas biasa. Ia cukup sering muncul di layar TV, tapi bukan pemeran utama dan belum jadi artis top. Sewaktu masih jadi siswa SMP/SMA di kampungnya, ia sudah sering tampil di acara drama sekolah. Merasa punya bakat akting, AA lulus SMA bertekad ke Jakarta untuk mengadu nasib, meski ditentang orangtuanya. Ayahnya adalah pegawai negeri perkebunan yang sederhana. Meski bukan orang santri, keluarga itu cukup religius, namun secara ekonomi hidup pas-pasan.

Ingin lepas dari kemiskinan, AA nekad ke Jakarta, numpang tinggal di kontrakan temannya yang lebih dulu ke Jakarta. Ia merintis karir dengan susah payah, dari casting ke casting, sebelum akhirnya mendapat peran figuran di sinetron. Karena “keterpaksaan” dan tekanan kebutuhan, AA dengan pedih rela “dikerjai” produser/sutradara untuk meningkatkan karir artisnya dan mendapat peran di sinetron.

Ketika sudah sering muncul di sinetron, “harganya” menjadi lebih mahal. AA tergoda untuk mendapat uang yang mudah dengan jadi PSK online. Manajer artis Rudi Awabi (RA) adalah yang memperkenalkannya ke dunia kelam itu. RA adalah manajer yang juga mucikari kelas atas, karena pelanggannya adalah pejabat dan pengusaha kelas atas, dengan tarif sekali main puluhan juta rupiah. PSK-nya semua adalah artis atau foto model.

Kembali ke tertangkap basahnya AA dan BB dalam kamar hotel, BB bermaksud menggunakan pengaruhnya untuk menyuap polisi dan meredam kasus. Tetapi kabar itu terlanjur tersebar di media sosial, sehingga polisi terdesak untuk terus mengusut kasusnya. Dari pengusutan, ternyata AA hanyalah fragmen kecil dari bisnis prostitusi online besar yang dikoordinir mucikari RA, dan banyak artis lain terlibat dalam daftar RA.

Dalam kasus AA-BB sendiri, BB ternyata politisi sebuah partai berlatar agama yang sering bicara tentang isu-isu moral. Karena tekanan publik, BB dipaksa oleh elite partainya untuk mundur dari DPRD.Tapi BB tidak mau jadi korban sendirian. Dia tahu betul, banyak teman-temannya di DPRD dari partai-partai lain juga jadi pelanggan prostitusi online.

Elite DPRD sendiri berusaha mempengaruhi polisi agar pengusutan diarahkan ke mucikari dan artis-artis yang terlibat, tapi bukan ke para konsumen yang ternyata adalah pejabat-pejabat dan politisi. Media massa ecek-ecek yang tidak kritis juga diarahkan untuk meliput aspek-aspek sensasional, yaitu ke kehidupan glamour para artis yang punya kerja sampingan sebagai “pekerja seks komersial.”

Pecahnya kasus ini dimanfaatkan oleh elite politik yang sedang berkuasa, yang berseberangan dengan sejumlah politisi DPRD, dalam kasus tudingan penggunaan APBD yang tidak sesuai prosedur. Mereka mengancam akan terus mendorong polisi membuka kasus ini, jika politisi oposisi tidak mencabut tudingan penyalahgunaan APBD.

Terjadilah deal win-win solution buat para elite. Kasus APBD dicabut dan tidak lagi dipersoalkan. Para politisi yang terlibat sebagai konsumen prostitusi online tidak diusut lebih lanjut, dan nama mereka diamankan. Tentu harus ada yang dikorbankan.Yang dihukum ringan dengan segala kehebohan di media infotainment adalah AA dan RA. Pada akhirnya mereka adalah orang-orang kecil yang tak punya akses kekuasaan. BB tidak diusut lebih lanjut, tetapi posisinya digusur di DPR.

Sementara itu, AA menjalani proses yang berat. Ia ditahan, terhina, dipermalukan, diejek, dijadikan bahan lelucon di media online dan social media. Dia adalah artis tanggung yang tak punya beking atau pelindung. Bahkan BB masih bisa selamat krena status pejabat negara yang disandangnya. Di mata para ibu atau istri pejabat, bukan BB yang dikecam tetapi justru AA yang dianggap racun, yang “menggoda pria baik-baik” untuk berselingkuh.

Film akan banyak mengeksploitir kisah kehancuran total AA, dengan banyak flash back ke masa lalunya. Film ditutup dengan pulangnya AA ke kampung sesudah menjalani hukuman, ke rumah ibunya yang sangat sederhana. Ayahnya yang sakit-sakitan sudah meninggal ketika kasus AA sedang heboh di media. AA tak sempat menghadiri penguburan ayahnya.

Sang ibu sadar, AA terjerat ke bisnis pelacuran karena terdorong ingin membantu nafkah dan biaya sekolah adik-adiknya yang masih kecil di kampung. AA ingin memulai hidup baru dan meninggalkan dunia gemerlap. Itulah sebabnya ibunya mau menerima AA kembali. Closing: AA menangis, melihat adik-adik perempuannya yang berjilbab dan sekolah di pesantren masih mau menerima dia sebagai kakak.

Pesan moral: Dari kasus ini, yang mendapat pencerahan dan mengalami transformasi menjadi orang baik ternyata justru AA, orang yang awalnya dianggap sebagai yang secara moral paling rendah (pelacur). Sedangkan orang-orang lain yang terlibat—yang selalu tampil dengan topeng-topeng moralitas-- justru tetap bertahan dalam kehidupan mereka yang penuh kemunafikan dan kebejatan.

Kisah Vokalis Band AP dan Video Panasnya dengan LM

Film dibuka dengan seorang peselancar internet secara tak sengaja menemukan video panas, yang diunggah di youtube oleh orang tak dikenal. Video itu menggambarkan fotomodel dan presenter cantik berwajah indo Lina Meylani (LM) berhubungan badan dengan vokalis band ternama, Allan Pangeran (AP). Ini sebetulnya hanya akan menjadi hal privat, jika tidak tersebar di Internet dan media sosial. Lebih gawat lagi, ada video-video lain yang beredar menggambarkan AP bermain cinta dengan artis/fotomodel lain.

Sebelum jadi vokalis band ternama, AP berasal dari keluarga di Sumatra yang cukup religius. Sejak kecil AP sudah disuruh mengaji di surau, walau dia sering kabur-kaburan karena lebih senang main di sungai. Tapi dari kecil dia sudah dikenal pintar bikin puisi atau syair, yang lalu dilagukannya sendiri. Dia juga suka nyanyi dan sering disuruh tampil di acara-acara sekolah. Kuliahnya di jurusan ekonomi tak selesai karena AP lebih senang menghabiskan waktu nge-band bersama beberapa temannya.

Dia pun merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Tinggal sementara di rumah abangnya yang punya restoran, AP ikut casting untuk menjadi vokalis sebuah band indie yang belum terkenal, The Captain. Terpilih jadi vokalis, ternyata AP bisa mengangkat pamor band itu, berkat kepiawaiannya membikin lagu. Wajahnya yang tampan dan suaranya yang khas membuat setiap The Captain tampil selalu dihadiri cewek-cewek ABG. The Captain pun naik pamor jadi band kelas atas yang sering muncul di TV dan sering manggung di mana-mana.

Di sini AP mulai besar kepala, dan gaya hidupnya pun berubah karena lingkungan pergaulan yang juga sudah berubah jauh. Dari hidup serba hemat dan terbatas, dia kini punya rumah dan mobil sendiri, suka minum dan dugem. Sebagai vokalis band yang banyak digilai kaum hawa, AP memanfaatkan posisi itu untuk bertualang cinta dengan banyak perempuan dan menjalin hubungan lepas dengan kaum perempuan yang mau melayaninya di sana-sini.

Dan sebagai pemuas egonya, secara diam-diam AP selalu merekam hubungan seks yang dilakukannya dengan banyak perempuan. Video rekaman itu ia koleksi di laptopnya untuk kebutuhan pribadi, dan sesekali ia tunjukkan ke beberapa sahabat dekat yang terbatas di grup bandnya, untuk membuktikan “kehebatannya” menaklukkan artis-artis top tertentu, yang takluk pada rayuannya. Salah satu yang pernah ditunjuki itu adalah IR (Irwan Rajoki), orang yang bertugas mengedit video promo album terbaru The Captain.

IR ini walau di depan suka memuji AP, sebenarnya dengki pada AP. Karena dia tidak cakep, penghasilan pas-pasan, sering ditolak cewek. Dalam segala hal ia kontras dengan AP. Cewek terakhir yang menolak dia malah fans berat AP. Nah, suatu ketika karena kelalaian, AP meninggalkan laptop di ruang edit. IR tergoda buat mengcopy “video porno” hubungan intim AP dengan presenter LM dan beberapa artis lain. Berangkat dari kedengkian, IR pun diam-diam mengunggah video panas itu ke youtube sehingga menimbulkan heboh.

Kehebohan meluas dengan dampak buruk pada AP dan LM. Beberapa produk kecantikan memutuskan kontrak dengan LM karena image negatif yang dimunculkan. Atas desakan berbagai kalangan masyarakat, AP ditangkap dan diadili. Sebetulnya AP adalah korban, karena dia bukan yang mengedarkan video di Internet.

Tapi seorang pejabat yang sedang cari popularitas memanfaatkan isu moralitas ini untuk memojokkan AP dan tampil moralis. Pejabat ini ternyata juga punya background antipati pada AP. Pasalnya, pejabat yang beristri dua ini, istri mudanya ternyata pernah dikencani AP.

Di dalam penjara menjalani hidup yang berbeda. AP merasa hidupnya hancur. Kontrak-kontrak musiknya dan iklan batal. Sejumlah teman menjauhinya. Hanya beberapa saudaranya asal Sumatera yang datang menjenguk. Di tengah keputusasaan, ia belajar nilai-nilai kehidupan justru pada RM (Roy Mahmudin), seorang mantan preman yang sudah insyaf dan jadi mubaligh di dalam penjara. RM-lah yan berjasa mengembalikan semangat hidupnya.

Di dalam penjara, AP menghibur para napi dan sipir dengan lagu-lagunya, menggunakan perangkat gitar sederhana. AP yang besar kepala, sok, kini menjadi manusia baru yang lebih rendah hati, lebih tahu diri, sehingga mengundang simpati. Ketika akhirnya keluar penjara, AP telah berubah menjadi pribadi yang berbeda, lebih matang, sikapnya lebih terkontrol. Ia masih berteman dengan LM, tetapi hubungan romantisnya sudah berakhir.

Ternyata beberapa teman musisi lama masih setia mendampinginya. Pelan-pelan band lamanya dibangun kembali, dengan nama baru, The Hope. Karena bakat musiknya, meski berstatus mantan napi, pelan-pelan kontrak manggung mulai berdatangan lagi. AP pun merintis cara hidup baru, meski ia masih hidup dari dunia yang dikuasainya: musik. Closing: Sesekali dia mendampingi RM, yang juga sudah keluar penjara, dalam berdakwah di depan publik. AP memanfaatkan ketenarannya kali ini untuk kebaikan publik, bukan sekadar untuk gairah hedonis.

Pesan moral: AP yang hancur karirnya, terpuruk di mata publik, dan dihujat secara moral ternyata bisa menemukan harapan untuk bangkit dan menempuh hidup baru. AP, seperti juga RM, adalah pribadi yang telah mengalami transformasi ke tingkatan yang lebih baik.


Kisah Penyanyi MS yang Berhasil Menjadi Istri Pengusaha Kaya BS

Film dibuka dengan insiden pemukulan terhadap BS (Budi Sudarmaji), pengusaha kaya dan anak pejabat tinggi terkenal, SW (Sudarmaji Winata). Pemukulnya adalah anak kandung BS sendiri, T (Teddy). BS baru pulang dari suatu acara kondangan bersama kekasih yang dinikahinya secara siri, Meilani Senjawati (MS). Ketika baru sampai rumah di sebuah perumahan elite, T yang menunggu mereka tanpa basi-basi langsung menghujani BS dengan pukulan.

Untunglah Satpam setempat melerai dan menyelamatkan BS. T naik emosinya karena merasa perlakuan BS sudah keterlaluan terhadap FD (Fitria Dewi), istri pertama, istri resmi BS dan ibu kandung T. Karena insiden ini diketahui para tetangga dan menyangkut public figure, berita ini pun muncul di sejumlah media infotainment dan media sosial. Berita ini muncul di infotainment karena faktor kehadiran artis penyanyi MS, yang dituding sebagai biang kerok.

Insiden ini mengangkat adanya konflik besar di dalam rumah tangga BS. BS sebetulnya sudah punya istri, FD. Perkawinan BS dengan FD adalah “perkawinan bisnis” yang diatur dan didorong oleh kedua keluarga. Pada awalnya perkawinan ini tampaknya serasi mengikat kedua keluarga.

SW, ayah BS, adalah pejabat tinggi negara, yang punya kekuasaan untuk menggolkan perusahaan-perusahaan swasta tertentu dalam persaingan tender di proyek-proyek pemerintahan. Ia menjadi kaya raya berkat kelihayannya memainkan pemenang tender. Sedangkan Damian Raharja (DR), ayah FD, adalah konglomerat yang perusahaan-perusahaannya sering memenangkan tender dalam proyek-proyek pemerintah. Dari segi kepentingan bisnis, perkawinan BS dan FD itu cocok dengan kepentingan kedua keluarga: penguasa dan pengusaha.

FD memang cukup cantik, dan memang suka pada BS, namun BS tidak benar-benar mencintainya. Meski perkawinan ini sudah dikaruniai dua anak, Teddy dan Ayu, BS masih suka main perempuan di sana-sini. FD bukannya tidak tahu hal ini, tetapi selama itu masih bersifat perselingkuhan lepas, FD berusaha menahan diri demi mempertahankan perkawinan, yang didukung dua keluarga.

Di sisi lain ada MS, yang adalah penyanyi tanggung. Ia ada bakat menyanyi, tetapi tidak sangat luar biasa. Sebagai penyanyi ia cukup dikenal, tetapi juga belum cukup hebat untuk bisa menjadi seorang diva. MS menyadari posisinya. Maka impiannya bukanlah menjadi penyanyi top profesional, tetapi bagaimana agar dengan nama dan profesi penyanyi yang sudah disandangnya, ia bisa disunting menjadi istri dari seorang pria mapan, yang bisa menjamin kelangsung hidupnya dan keluarganya.

Impian MS ini dilatarbelakangi faktor keluarga MS yang sangat kontras dengan FD. Jika FD berasal dari keluarga kaya, MS justru berasal dari keluarga miskin yang tinggal di kota kecil Kudus. Ayahnya jadi pegawai kecil di pabrik rokok. MS punya banyak adik yang masih kecil-kecil dan butuh banyak biaya. Karena itu MS punya obsesi membantu orang tua dan adik-adiknya.

Kesempatan datang ketika ia dikenalkan pada BS, waktu manggung di acara HUT perkawinan BH (Bagus Harimurti), sahabat lama BS. Sejak awal MS terpesona pada kegantengan BS dan kemapanannya, dan MS dengan segala cara berusaha memikatnya. MS tahu BS adalah tipe pria yang harus disanjung egonya.

BS suka pada perempuan yang tunduk, kalem, dan melayani, maka MS pun memainkan peran yang diinginkan BS itu. Sejak pertemuan itu, BS beberapa kali mengontaknya. Mereka berkencan, berpacaran, dan hubungan mereka makin serius. MS pun (menyengajakan diri) hamil dari hubungannya dengan BS, sehingga BS yang kadung terpincut pada perilaku “mengabdi” MS ingin mengawininya.

FD sebenarnya tidak kalah cantik dari MS. Tapi sebagai anak pengusaha besar, FD bukan perempuan tipe “pengabdi” terhadap BS. Kesabaran FD habis ketika BS berhubungan dengan MS, karena BS tampaknya makin serius untuk menikahi MS, bukan sekadar perselingkuhan demi seks semata. Ini bisa merusak hubungan keluarga dan terkait bisnis besar. Jika BS menikahi MS, akan ada problem warisan yang harus dibagi nantinya. FD tidak rela berbagi dengan MS.

Persaingan dan konflik antara FD dan MS, terkait cinta, BS, pembagian harta, martabat keluarga, kesombongan, harga diri, pengorbanan, dsb menjadi inti dan garapan utama film ini. Saya belum menemukan plot detil jalinan konflik dan persaingan yang berbelit-belit antara MS dan FD.

Namun ujungnya: MS berhasil mendapatkan BS, namun dengan harga mahal yang harus dibayar BS. BS kehilangan 2 anaknya yang lebih suka ikut FD. Hartanya juga berkurang banyak akibat sengketa pernikahan dengan FD, yang berbuah pembagian harta gono-gini di pengadilan. Hubungan kekeluargaan antara keluarga besar SW dan DR pun retak. Artinya, “kemenangan” MS pun tidak sempurna, terasa tawar dan tidak semanis kelihatannya.

Pesan moral: Ketika cinta tidak sepenuhnya murni, tetapi dibalut dengan kepentingan ego masing-masing pihak, ada harga yang harus dibayar untuk pengutamaan ego itu. Mencintai secara sederhana dan apa adanya ternyata memang tidak mudah. Tetapi BS, MS, dan FD semuanya mendapat pelajaran dari pengalaman ini.


Depok, 25 Mei 2015

Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI