Posts

Showing posts from September, 2015

Marsinah, Pejuang Buruh Era Orde Baru

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Perempuan itu bukan aktivis top, bukan tokoh politik, apalagi tokoh ekonomi. Namun, namanya dikenal oleh para artivis buruh, yang berjuang menegakkan hak-hak buruh di era Orde Baru yang represif. Nama perempuan itu sederhana dan singkat, sesingkat kehidupannya: Marsinah.

Lahir di Desa Nglundo, Sukomoro, pada 10 April 1969, Marsinah adalah buruh pabrik arloji PT. Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ketidakmampuan ekonomi tidak menyurutkan dirinya untuk terus belajar dan menimba ilmu. Meski terpaksa mengubur cita-citanya untuk berkuliah di IKIP (sekarang UPI), sebagai buruh pabrik, Marsinah tetap rajin membaca.

Selain senang membaca, Marsinah membekali diri dengan mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris. Ia percaya, pengetahuan dapat mengubah kehidupan seseorang. Marsinah juga rajin mengkliping koran yang menjadi koleksinya tersendiri. Marsinah punya sifat pemberani dan setia kawan. Hal itu ditunjukkan dengan selalu membela buruh lain ya…

Presiden RI Sebagai “Salesman”

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Berita paling heboh di Tanah Air dalam seminggu terakhir ini adalah soal insiden robohnya mesin derek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, yang menewaskan dan mencederai sejumlah jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah di sana. Berita ini membayangi, untuk tidak dikatakan mengecilkan, berita lain tentang lawatan resmi Presiden RI Joko Widodo ke Timur Tengah.

Tujuan kunjungan kenegaraan itu ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar adalah untuk mendorong para investor dari ketiga negara tersebut untuk berinvestasi langsung di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, maritim, dan energi. Menteri Kabinet Kerja yang mendampingi yakni, Menteri ESDM Sudirman Said, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab.

Sebelum keberangkatannya pada Jumat (11 September 2015), Presiden menjelaskan, Arab Saudi m…

Provokasi Baru Israel ke Al-Aqsa

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Rezim Zionis Israel membuat provokasi baru, dengan membiarkan warga Yahudi masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. Warga Palestina cemas, kelompok ultranasionalis Yahudi makin diberi akses untk menguasai tempat suci itu.

Ini adalah peristiwa yang tidak biasa di lingkungan Masjid Al-Aqsa, Jerusalem. Jam baru menunjukkan pukul 7.30 pagi, ketika polisi Israel dengan bersenjatakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut, menyerbu masuk ke tempat suci Muslim itu. Kejadian yang memicu bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina, 15 September 2015, itu menandai babak baru pelanggaran Israel terhadap hak-hak asasi rakyat Palestina.

Juru bicara polisi Israel, Luba Samri, beralasan bahwa polisi masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa untuk membubarkan warga Palestina yang menggelar protes di sana, dan para pemuda itu sudah berada di dalam masjid sejak malam hari. Samri mengklaim, pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, kembang api, bata beton, serta sebuah bom…

Beruang Merah Turun Gunung di Suriah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Merasa Presiden Suriah Bashar Assad terancam jatuh, Rusia akhirnya mengerahkan militernya untuk mendukung Assad, sekaligus mengamankan batu pijakan Rusia sendiri di Timur Tengah.

Angin perang bertiup makin kencang di Timur Tengah, setelah Rusia –sekutu lama Suriah sejak zaman Uni Soviet—mengirimkan bantuan militer komplit. Keterlibatan aktif militer Rusia ini semakin memperumit konflik dan perang saudara di Suriah, yang sudah memakan korban sekitar 300 ribu jiwa dan menyebabkan arus ratusan jutaan pengungsi ke negara-negara tetangga dan Eropa.

Awalnya, kehadiran Rusia disebutkan hanya berupa bantuan kemanusiaan, penasihat militer, sejumlah tank T-90 dan kendaraan lapis baja BTR-82A, artileri, rudal, dan sedikit pesawat tempur. Namun dua pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, Rusia terus menambah jumlah jet tempur mereka di Suriah. Sejauh ini, Rusia setidaknya sudah mengerahkan 28 pesawat tempur dan pembom.

Pesawat-pesawat itu ditempatkan …

Abbott, Turnbull dan Islamofobia di Australia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Perdana Menteri Australia yang baru, Malcom Turnbull, diharapkan lebih progresif dan ramah terhadap komunitas Muslim Australia. Salah satu batu ujiannya adalah melawan rasisme dan Islamofobia di Australia.

Bagi komunitas Muslim di Australia, tidak ada yang perlu ditangisi dari kekalahan Tony Abbott dalam pertarungan kekuasaan di dalam Partai Liberal yang berkuasa, yang akhirnya menggeser Abbott dan menaikkan Malcolm Turnbull ke posisi Perdana Menteri. Selama dua tahun di bawah Abbott sebagai PM Australia, komunitas Muslim merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka rasakan sebagai meningkatnya Islamofobia di Australia.

Menteri Komunikasi Malcolm Turnbull terpilih memimpin Partai Liberal menggantikan Abbott pada 14 September 2015, dengan perbandingan suara 54 lawan 44. Dalam pertarungan politik itu, Julie Bishop yang semula menjabat Menteri Luar Negeri di kabinet Abbott terpilih menjadi Wakil Perdana Menteri Australia.

Turnbull, yang mantan bankir, terpilih men…

Berusaha Bahagia di Tengah Krisis - (Rubrik Oase)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Semua orang ingin hidup bahagia. Tetapi kita hidup di dunia dalam konteks ruang, waktu, dan situasi tertentu. Dan konteks itu adalah kita ingin bahagia sebagai warga negara Indonesia di tahun 2015, ketika kondisi sosial-ekonomi sedang terpuruk.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana kita bisa merasa bahagia, ketika secara faktual kita hidup di tengah krisis ekonomi? Bagaimana kiat untuk merasa bahagia, meski harga kebutuhan pokok terus naik, sementara nilai rupiah dan taraf kehidupan rasanya justru merosot?

Saya tidak berpretensi untuk memberi rumus kebahagiaan. Namun, saya ingin menyitir sebuah kisah, yang pernah saya baca di majalah anak-anak “Si Kuncung,” ketika saya masih siswa di Sekolah Dasar. Begini kisahnya:

Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang besar. Kerajaan itu cukup aman, damai, dan makmur. Sang raja berusaha memerintah negerinya dengan adil. Ia juga memiliki permaisuri yang cantik, dan juga memiliki dua orang anak yang lucu-lucu.

Namun, meski sudah…

Analisis: Resep untuk Menggairahkan Lagi Ekonomi

Image
Di tengah melesunya ekonomi, pemerintah perlu segera melakukan langkah-langkah untuk menghidupkan lagi kehidupan ekonomi. Salah satunya adalah dengan insentif di bidang investasi bisnis, perpajakan, dan deregulasi di sektor-sektor kunci manufaktur.

Kondisi ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan yang melemah saat ini, penurunan nilai rupiah, dengan dampak melesunya dunia usaha serta terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), menuntut pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah penyelamatan. Langkah-langkah itu tentunya bukan sembarangan dan asal cepat saja, tetapi harus dipertimbangkan secara matang dan cermat, untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan.

Untuk itu, perspektif pandangannya terhadap masalah ini harus disepakati lebih dulu. Pemerintah Pro-Bisnis adalah pemerintah Pro-Rakyat, manakala pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan memberi manfaat bagi rakyat Indonesia. Untuk mencapai hasil yang cepat sekarang, adalah penting bahwa Pemerintah Indonesia menginspirasika…

Gerakan Reformasi Ingin Menggusur Najib

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang dituduh terlibat skandal korupsi 700 juta dollar AS, harus menghadapi tekanan yang meningkat dari gerakan reformasi. Ini masih ditambah lagi, nilai ringgit yang terpuruk dan melemahnya ekonomi.

Tiada kata ”mundur” dalam mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Demikianlah tampaknya semboyan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Padahal puluhan ribu massa dan kelompok oposisi, yang tergabung dalam gerakan reformasi Bersih 4.0, selama dua hari berturut-turut, 29-30 Agustus 2015, telah berdemonstrasi di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur, menuntut mundurnya Najib.

Puluhan ribu massa itu mengenakan kaus warna kuning. Ini mengingatkan pada massa peserta people power di Filipina tahun 1986, yang juga mengenakan pakaian serba kuning. Gerakan prodemokrasi itu berhasil menggulingkan Presiden Filipina Ferdinand Marcos, yang korup, otoriter, dan telah puluhan tahun berkuasa di Filipina dengan tangan besi.

Najib dihantam dengan tud…

H.B. Jassin, Paus Sastra Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Siapa sastrawan Indonesia yang tak kenal Hans Bague Jassin? H.B. Jassin, demikian kritikus sastra asal Gorontalo ini biasa disebut, punya pengaruh yang sangat luas dalam dunia sastra Indonesia, sehingga sempat dijuluki “Paus Sastra Indonesia.”

H.B. Jassin adalah pengarang, penyunting, sekaligus kritikus sastra. Tulisan-tulisannya sering jadi referensi bagi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dan perguruan tinggi. Jassin lahir pada 31 Juli 1917 di Gorontalo, Sulawesi Utara, dari keluarga Islam. Ayahnya, Bague Mantu Jassin, adalah kerani di Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Ibunya bernama Habiba Jau. Setelah menamatkan Gouverments HIS Gorontalo pada 1932, Jassin melanjutkan ke HBS-B 5 tahun di Medan, dan tamat akhir 1938.

Saat itu ia sudah mulai menulis dan karya-karyanya dimuat di beberapa majalah. Setelah sempat bekerja sukarela di kantor Asisten Residen Gorontalo, ia menerima tawaran Sutan Takdir Alisjahbana untuk bekerja di penerbitan Ba…

Ki Ageng Suryomentaram, yang Mengajarkan Ilmu Bahagia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Semua manusia ingin hidup bahagia. Banyak pemikir filsafat dan psikologi mencoba merumuskan bagaimana manusia bisa merasa bahagia. Namun, yang mungkin tidak banyak orang tahu, di Jawa ada tokoh, pemikir, dah ahli kebatinan yang telah mengajarkan ilmu bahagia. Dialah Ki Ageng Suryomentaram, yang ajarannya oleh kalangan akademisi di Yogyakarta diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya teori psikologi lokal.

Tapi siapakah Ki Ageng Suryomentaram ini? Lahir pada 20 Mei 1892, ia adalah putra ke-55 dari pasangan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan Bendoro Raden Ayu Retnomandojo, putri Patih Danurejo VI. Ki Ageng memiliki nama bangsawan Bendoro Raden Mas (BRM) Kudiarmadji. Setelah umur 18 tahun, ia diberi nama kebangsawanan Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Suryomentaram.

Awalnya ia bergelar Pangeran Surya Mataram, tetapi kemudian menanggalkan gelar itu dan menyebut diri Ki Ageng Suryomentaram. Hal ini bermula ketika ia pernah turut dalam rombongan jagong manten ke Surakar…