Posts

Showing posts from October, 2015

Berpahit Dahulu, Bermanis Kemudian (Tatap Redaksi)

Image
Hari Selasa, 10 Oktober 2015, adalah tepat setahun pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berjalan. Ada berbagai hal yang patut diulas dari pemerintahan Jokowi-JK, baik yang positif maupun negatif. Sejumlah survey menunjukkan kepuasan publik yang merosot terhadap kinerja pemerintah.

Ini hal yang lumrah, karena begitu tingginya ekspektasi publik di awal terpilihnya Jokowi-JK sebagai pasangan Presiden dan Wapres. Antara harapan yang membubung tinggi dan realita di lapangan memang tidak selalu sejalan. Hal ini karena harapan selalu bersifat ideal, sedangkan mewujudkan sesuatu yang ideal di tengah situasi yang jauh dari ideal memang tidak mudah.

Di Denpasar, Bali, sejumlah mahasiswa memajang tulisan dalam unjuk rasa menyikapi setahun kepemimpinan Jokowi-JK, di Denpasar. Puluhan mahasiswa Bali mengkritisi program-program pemerintah yang disebut Nawacita, yang dinilai mereka masih banyak yang belum terealisasi dalam setahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Peme…

Haji Samanhudi, Pendiri Sarekat Dagang Islam

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pergerakan nasional Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda diekspresikan antara lain lewat munculnya organisasi-organisasi modern dari kalangan pribumi, yang memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat. Salah satu organisasi modern itu adalah Sarekat Islam, yang berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI). Tokoh utama di balik pendirian SDI itu adalah Kyai Haji Samanhudi.

SDI yang didirikan Samanhudi merupakan sebuah organisasi massa, yang awalnya adalah wadah bagi para pengusaha batik di Surakarta. Samanhudi tergerak mendirikan SDI setelah melihat adanya diskriminasi terhadap para pengusaha pribumi. Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa Hindia Belanda terhadap pedagang pribumi, yang mayoritas beragama Islam, dengan pedagang Tionghoa yang lebih mendapat keistimewaan. Persaingan usaha menjadi tidak sehat.

Samanhudi menyimpulkan, pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk membela kepentingan mereka. Maka pada 1905, ia mendirik…

Strategi Putin Dalam Intervensi Militer di Suriah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Intervensi langsung oleh militer Rusia di Suriah memberi komplikasi baru bagi upaya penyelesaian perang di Suriah. Banyak perkiraan terlontar tentang apa sebenarnya tujuan Rusia, dan bagaimana ia akan mencapai tujuan itu dengan langkah militernya tersebut.

Langit di atas Suriah sampai pertengahan Oktober 2015 ini digetarkan oleh raungan pesawat-pesawat jet tempur Rusia. Pesawat-pesawat itu membombardir kubu kelompok oposisi yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad. Yang juga diserang adalah kubu kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Serangan dahsyat Rusia yang gencar ini mengubah arah pertempuran di darat, yang sebelum ini membuat pasukan Suriah pro-Assad terdesak.

Menurut pengamatan pihak Barat, yang lebih banyak dihantam oleh serangan pesawat-pesawat negara beruang merah itu tampaknya adalah basis pertahanan kelompok oposisi anti-Assad. Padahal, awalnya alasan resmi bagi aksi militer Rusia adalah untuk “m…

Pembela Koruptor yang “Menggergaji” Program Jokowi

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Rakyat Indonesia sebetulnya sudah sangat gemas. Mereka ingin agar perilaku korupsi, yang sudah sangat merugikan negara bahkan mengancam kelangsungan hidup negara dan bangsa, bisa diakhiri dengan segera. Namun kenyataan bicara lain. Para koruptor masih bertahan, karena mereka didukung oleh para pembela koruptor yang masih menduduki posisi tinggi di jajaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Ketidak-efektifan kepolisian dan kejaksaan dalam menangani kasus-kasus korupsi, memberi jalan bagi lahirnya lembaga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Meski belum sempurna, kehadiran KPK memberi angin segar bagi warga yang mendambakan pemberantasan korupsi. Dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, berbagai survey independen menunjukkan, rakyat masih percaya pada KPK. Tingkat kepercayaan terhadap KPK masih jauh lebih tinggi dibandingkan kepada lembaga penegak hukum lain.

Langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK jelas tidak disukai oleh para koruptor dan pend…

Islam Nusantara, ISIS, dan Upaya Menangkal Radikalisme Agama dalam Perspektif Ketahanan Nasional

Image
Oleh Dr. Satrio Arismunandar
Doktor Ilmu Filsafat lulusan FIB Universitas Indonesia
Peminat Masalah Politik Timur Tengah

Pengantar

Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta jiwa kini telah diakui sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, sesudah India dan Amerika Serikat. Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, bahkan disebut-sebut menjadi model kecocokan dan koeksistensi harmonis antara Islam dan sistem demokrasi.

Kondisi demokrasi dan hubungannya dengan agama di Indonesia berbeda jauh, katakanlah, jika dibandingkan dengan banyak negara yang berpenduduk mayoritas Muslim di kawasan Timur Tengah. Banyak pemerintah di negara-negara itu tidak demokratis atau belum berhasil mewujudkan demokrasi dalam kehidupan politiknya.

Pada saat yang sama, di negara-negara tersebut terdapat kelompok-kelompok yang mengusung ideologi radikalisme agama. Mereka aktif melakukan tindakan kekerasan, terorisme, dan aksi militer untuk kepentingannya, sehingga menimbulkan gangguan keama…

Strategi Penyajian Narasi dan Visual dalam Klarifikasi Berita

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Makalah untuk Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan Ditjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan RI, pada 28-30 September 2015, di The 101 Bogor Suryakancana Hotel, Jl. Suryakencana No.179-181, Bogor Tengah, Bogor – Jawa Barat 16141.

Pada era keterbukaan informasi saat ini, informasi bukan lagi barang langka yang sulit diakses. Informasi bahkan tersedia meluas dan berlimpah di media online dan media sosial. Persoalannya, tidak semua informasi itu akurat dan layak dipercaya. Banyak informasi yang sebetulnya bernilai “sampah” dan tidak bisa dijadikan landasan untuk pengambilan keputusan.

Persoalannya, publik tidak selalu bisa membedakan mana informasi yang akurat, bisa dipercaya, dan mana pula informasi yang cuma bernilai “sampah.” Semua jenis informasi itu tercampur baur di belantara dunia maya. Karena tidak bisa membedakan informasi akurat dengan informasi “sampah,” sangat mungkin terjadi publik memberi reaksi keras kepada institusi tertentu, …

Menhan RI Ryamizard Ryacudu: Indonesia Siapkan 100 Juta Kader Bela Negara yang Militan

Image
Pengantar Redaksi:
Semangat bela negara yang disertai wawasan kebangsaan adalah isu penting bagi ketahanan nasional Indonesia. Meski Indonesia saat ini tidak terlibat dalam perang militer, konflik regional dan dinamika global menghadirkan potensi ancaman yang tak boleh diabaikan. Dalam kaitan itulah, Tim Redaksi Defender pada Agustus 2015 mewawancarai Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu tentang berbagai aspek bela negara. Berikut hasil wawancaranya:

Apa yang dimaksud dengan “Bela Negara,” sebagai salah satu kewajiban bagi warga negara RI?

Bela Negara adalah sikap dan perilaku serta tindakan warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pada akhirnya, seseorang akan bangga dengan negaranya, cinta dengan negaranya, dan terakhir ia menjadi militan, siap berkorban untuk kepentingan negaranya. Konsep dasar bela negara itu sama dari du…