Posts

Showing posts from December 3, 2015

Wawancara tentang Pers Mahasiswa 2015

Image
Wawancara dengan M. Hafizhuddin

Bagaimana pandangan Anda ttg Pers Mahasiswa saat ini?
Saya tidak mengamati secara intens pers mahasiswa saat ini, sehingga jawabannya sangat umum. Sejauh yang saya lihat, pers mahasiswa tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Apalagi dibandingkan dengan maraknya media sosial dan media online saat ini. Pers mahasiswa seperti “tenggelam” dalam hiruk pikuk penyebaran informasi.

Apakah pers mahasiswa saat ini tidak lagi cukup kritis?
Ukuran kritis sangat subyektif. Dibandingkan dengan pers mahasiswa 1998, yang pernah jadi tesis saya, pers Indonesia tetap kritis dalam level yang bervariasi. Butuh penelitian untuk menjawab ini, karena kondisi pers mahasiswa di tiap kampus berbeda-beda.

Benarkah ada perubahan paradigma pers mahasiswa antara pra dan pasca reformasi?
Asumsi saya, pers mahasiswa itu selalu terkait dengan gerakan mahasiswa. Jadi kalau dilihat dari aktivitasnya, tidak ada perubahan paradigma. Tapi seberapa intens “perjuangan” pers mahasiswa, k…

Strategi Baru Militer China yang Lebih Percaya Diri

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kebangkitan China, sebagai negara adidaya baru yang menandingi Amerika Serikat, membuat segala gerak-geriknya menjadi pusat perhatian. Pertumbuhan ekonomi China membuat negara itu kini memiliki kepentingan-kepentingan yang tak bisa ditinggalkan di setiap benua. Sejalan dengan itu, militer China pun berkembang untuk bisa secara aktif melindungi berbagai kepentingan, yang kini tidak dibatasi pada lingkup sempit kedaulatan teritorialnya.

Dalam kaitan itu, pada pertengahan 2015, Kementerian Pertahanan China telah mengeluarkan Buku Putih pertahanannya. Tidak seperti dokumen-dokumen sebelumnya, inilah pertama kalinya China secara terbuka mengungkapkan bagian-bagian dari strategi militernya. Bahkan judul dokumennya diubah dari “Pertahanan Nasional China” menjadi “Strategi Militer China.” Tidak seperti dokumen pertahanan China sebelumnya, yang berisi hal-hal yang bersifat retrospektif (melihat ke masa lalu) dan samar-samar, Buku Putih baru ini menawarkan rincian te…

Freeport, Nasionalisme, dan Nasionalisasi

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Diskusi tentang masa depan PT Freeport Indonesia hampir selalu dikaitkan dengan nasionalisme, yang berujung pada keinginan untuk menasionalisasi perusahaan tambang tersebut. Tetapi kalangan internal istana tidak satu suara soal gagasan nasionalisasi itu.

Para founding fathers Negara Kesatuan Republik Indonesia punya semangat nasionalisme menggebu. Mereka tampaknya lebih suka jika sumber daya alam Indonesia ditenggelamkan saja ke laut daripada dieksploitasi oleh kolonial Belanda. Kalau toh harus menunggu, mereka siap menunggu sekian tahun sampai para insinyur Indonesia sendiri sanggup menggalinya, dan memanfaatkannya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Semangat nasionalisme ini tidak sirna sampai sekarang. Heboh tentang tuduhan permintaan saham oleh Ketua DPR-RI Setya Novanto ke petinggi perusahaan emas PT Freeport Indonesia, telah mengangkat lagi isu nasionalisme tersebut. Isu itu diterjemahkan dalam bentuk nasionalisasi Freeport.

Pada 2013, terjadi…

Neraka Perang Suriah dan Jebakan ISIS

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sejumlah serangan teror terkoordinasi yang terjadi di Paris, Perancis, pada Jumat, 13 November 2015, telah mengejutkan dunia. Sebanyak 132 warga sipil tewas dan 349 orang lain cedera dalam serangan, yang diklaim dilakukan oleh kelompok ekstrem ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam di Irak dan Suriah. Namun, serangan ini sebenarnya baru babak pembukaan dari drama yang bisa lebih mengerikan dan berdampak sangat luas.

Serangan teror di Paris tidak akan berhenti dampaknya hanya di negeri Eropa yang jadi pusat mode tersebut. Telah muncul laporan-laporan pada 16 November 2015 bahwa Perancis akan menyerukan penerapan Ayat 5 Perjanjian Pertahanan Bersama (Mutual Defense Treaty) NATO. Pasal pertahanan kolektif NATO itu mewajibkan seluruh anggota NATO, termasuk Amerika Serikat, untuk berperang bersama Perancis melawan musuh: ISIS.

Dalam pernyataan berbahasa Arab dan Perancis di media daring (online), yang oleh otoritas keamanan dianggap asli, ISIS me…

Menangkal ISIS Pasca Teror Paris

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Lewat aksi terornya, ISIS telah merusak nama Islam dan memojokkan kaum Muslim, yang jadi sasaran kebencian dan kecurigaan di seluruh dunia. Langkah menangkal pengaruh ISIS harus lebih serius.

Seperti sudah dikhawatirkan , serangan teror di Paris yang menewaskan 132 orang dan diklaim dilakukan oleh ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) meninggalkan banyak masalah. Korban utama yang dirugikan oleh kelompok ekstrem yang mengatasnamakan Islam itu bukan warga non-muslim, tetapi justru orang Islam sendiri.

Sejak aksi teroris 13 November di Paris, warga Muslim yang tinggal di Inggris telah mengalami 115 kali serangan rasial. Menurut suratkabar The Independent (23 November), terjadi lonjakan kejahatan Islamofobia lebih dari 300 persen. Angka ini melonjak sepekan setelah terjadinya aksi terorisme di Paris. Mayoritas korban kejahatan kebencian di Inggris adalah gadis dan wanita Muslimah berusia 14 hingga 45 tahun yang mengenakan jilbab. Sedangkan para pelakunya adalah …

Fatima Mernissi, Sosiolog dan Tokoh Feminis Islam

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Fatima Mernissi adalah penulis, akademisi, sosiolog, dan oleh banyak kalangan disebut sebagai tokoh feminis Islam. Mernissi lahir dari keluarga kelas menengah di Fes, Maroko, pada 1940. Dia menerima pendidikan dasarnya di sekolah, yang didirikan oleh gerakan nasionalis. Sedangkan dia lalu melanjutkan ke sekolah tingkat menengah khusus untuk perempuan yang didanai oleh protektorat Perancis.

Pada 1957, Mernissi mempelajari ilmu politik di Sorbonne dan Universitas Brandeis, dan mempeoleh gelar doktornya di sana. Dia pulang ke Maroko untuk bekerja di Mohammed V University dan mengajar di Faculté des Lettres, antara 1974 -1981, dengan mata kuliah antara lain: metodologi, sosiologi keluarga, dan psikososiologi. Ia mulai dikenal secara internasional sebagai tokoh feminis Islam.

Sebagai tokoh feminis Islam, Mernissi memberi perhatian pada masalah Islam dan peran perempuan di dalamnya, dengan menganalisis perkembangan historis pemikiran Islam dan perwujudannya di du…