Posts

Showing posts from January, 2016

Modernisasi Militer Filipina di Tengah “Ancaman China”

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Potensi pecahnya konflik militer dengan China, akibat perselisihan teritorial dan kedaulatan di kawasan Laut China Selatan, membuat sangat mendesak pagi Filipina untuk mempercepat modernisasi militernya. Militer Filipina, anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan tetangga di utara Indonesia ini, termasuk yang paling lemah --dengan alutsista yang usang-- di Asia.

Kongres Filipina telah menyetujui peningkatan anggaran militer dari 2,6 triliun peso pada APBN 2015 menjadi 3 triliun peso atau atau senilai 63,4 miliar dollar AS pada APBN 2016. Presiden Benigno Aquino III tahun ini juga telah menggelontorkan dana sebesar 528 juta dolar AS untuk membeli fregat, pesawat pengintai, serta radar baru. Menurut prediksi situs kajian militer dan pertahanan IHS Jane, Filipina akan menghabiskan dana hingga 533 juta dollar AS untuk belanja pertahanan, suatu kenaikan dibandingkan belanja pertahanan tahun sebelumnya sebesar 435 juta dollar AS.

Militer Filipi…

Laut China Selatan, Medan Perang Abad ke-21

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tahun Baru 2016 ini diawali dengan ketegangan baru yang mengancam stabilitas keamanan di kawasan sengketa Laut China Selatan. China telah mendaratkan pesawat pertama di landasan pacu, yang dibangun di pulau buatan yang berada di gugusan karang Fiery Cross, Kepulauan Spratley, Laut China Selatan (LCS), pada 2 Januari 2016.

Inilah pertama kalinya Beijing menggunakan landasan pacu di kawasan tersebut. Langkah ini mengindikasikan, fasilitas yang dibangun China itu telah selesai sesuai jadwal dan akan disusul oleh penerbangan militer.

Tindakan China ini langsung memicu protes diplomatik resmi dari Vietnam dan Filipina, dua anggota ASEAN yang juga memiliki klaim wilayah di LCS. Vietnam dan Filipina adalah dua dari enam negara yang terlibat dalam sengketa wilayah dan klaim yang tumpang tindih di LCS. Empat negara lain adalah China, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan.

Indonesia tidak termasuk negara yang terlibat dalam klaim wilayah di LCS, meskipun sebagian Z…

Mulla Sadra: Tokoh Kebangkitan Filsafat Iran

Image
Sadr al-Din al-Shirazi (Mulla Sadra) mungkin adalah filsuf yang terpenting dan paling berpengaruh di dunia Islam dalam 400 tahun terakhir. Pengarang lebih dari 40 karya ini adalah tokoh puncak dalam kebangkitan kembali filsafat di Iran dalam abad ke-16 dan ke-17.

Mulla Sadra mengabdikan dirinya hampir semata-mata untuk metafisika. Ia membangun filsafat kritis yang menyatukan Peripatetik, Iluminasionis, dan filsafat gnostik bersama dengan teologi Syiah Dua Belas Imam, dalam buku pedoman yang ia namai “metafilosofi.” Ini adalah sumber di mana berada wahyu Islami dan pengalaman realitas yang bersifat mistik sebagai eksistensi.

Mulla Sadra adalah seorang Filsuf Safawiyah yang terkemuka. Nama aslinya adalah Sadr Ad-din Shirazi, seorang Syiah yang berhasil menambahkan ajaran-ajaran Imam Syiah Dua Belas ke dalam pencampuran Peripatetisisme, Akbarisme, dan Illuminasionisme.

Mulla Sadra lahir sekitar tahun 980 H/1572 M dan meninggal pada 1050 H/ 1640 M. Ia merupakan filsuf pertama yang memba…

Membaranya Hubungan Saudi-Iran

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Rusaknya hubungan Iran-Saudi membuat kawasan Timur Tengah semakin panas. ISIS dan Israel diuntungkan. Indonesia berinisiatif, untuk mencoba menjadi penengah.

Politik di Timur Tengah itu cepat berubah seperti bukit-bukit di gurun pasir. Pernyataan itu tampaknya ada benarnya, sesudah Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah, Sheikh Nimr Baqir al-Nimr, yang sering mengeritik monarki Saudi. Dari situ muncullah reaksi berantai yang berujung ke putusnya hubungan diplomatik Saudi-Iran.

Eksekusi mati al-Nimr pada 2 Januari 2016 mendapat kecaman dari Irak, Iran, dan beberapa pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga menyulut krisis regional di Timur Tengah. Pengunjuk rasa Iran menyerbu kantor Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran pada 3 Januari 2016. Polisi berhasil membubarkan massa yang sudah masuk ke dalam gedung. Namun insiden ini menjadi alasan bagi Saudi untuk langsung memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Al-Nimr adalah ulama Syiah yang paling vo…

Mengeksplorasi Listrik dari Sinar Matahari

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pemerintah harus segera memperbesar pemanfaatan energi baru terbarukan, karena energi fosil tidak akan bertahan lama. Salah satu alternatif itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Langkah baru telah dilakukan pemerintah Presiden Joko Widodo dalam masalah energi baru terbarukan. Pemerintah merencanakan membentuk badan usaha khusus energi baru terbarukan, untuk mempercepat pengembangan energi nonfosil. Pemerintah juga segera membentuk badan pengelola dana ketahanan energi serta perbaikan regulasi sektor energi baru terbarukan.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada 7 Januari 2016 menyatakan, pembentukan BUMN khusus energi baru terbarukan itu merupakan terobosan untuk mempercepat pencapaian target dalam bauran energi. Berdasarkan kebijakan energi nasional, bauran energi pada 2025 untuk sektor energi baru terbarukan setidaknya 23 persen. PLN khusus energi baru terbarukan ini diharapkan dapat menjembatani keterbatasan anggaran PLN dalam…