Posts

Showing posts from February, 2016

Ketegangan Baru Akibat Peluncuran Roket Korut

Image
Pemimpin Korea Utara tampaknya tidak pernah kehabisan ide untuk menimbulkan ketegangan baru di Semenanjung Korea. Rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) pada 7 Februari 2016 meluncurkan roket, yang diklaim sebagai roket untuk menempatkan satelit di orbit, namun diyakini banyak pihak sebagai uji coba senjata balistik antar-benua.

Peluncuran roket bernama Kwangmyongsong-4 itu dilakukan dari Pusat Peluncuran Satelit Korea Utara, Tongchang, yang berbatasan dengan China. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Moon Sang-gyun, mengatakan, roket itu diluncurkan sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan diperkirakan melintasi Laut Kuning, hingga berada 240 mil di atas perairan barat daya Korsel serta 490 mil dari lokasi peluncuran.

Peluncuran roket ini dikecam banyak pihak, sebelumnya Korut juga sudah melakukan provokasi, lewat uji coba senjata nuklir atau yang diklaimnya sebagai “bom hidrogen” pada 6 Januari 2016. Itu adalah uji coba senjata nuklir keempat yang dilakukan Ko…

Pro dan Kontra LGBT di Tingkatan Internasional

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pro dan kontra tentang LGBT yang marak di Indonesia saat ini sebenarnya juga terjadi di tingkatan internasional, antar-negara, dan di dalam lembaga PBB sendiri. Pertarungan ini masih terus berlangsung.

Polemik tentang hubungan sesama jenis, yang tercakup dalam isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) meramaikan media di Indonesia akhir-akhir ini. Sebetulnya secara sosial kehadiran kaum LGBT bukan hal baru di Indonesia. Sampai tahap tertentu, kehadiran kaum LGBT juga disadari dan ditolerir.

LGBT menjadi masalah dan isu yang panas, ketika timbul kesan bahwa gaya hidup LGBT ini seolah-olah akan “dipasarkan” meluas, dan bahkan akan mendapat pengesahan hukum. Antara lain, dalam bentuk pengakuan terhadap pernikahan sesama jenis, yang sudah ada presedennya di sejumlah negara lain. Di Indonesia, undang-undang belum memberi peluang, karena yang disebut “pernikahan” adalah antara laki-laki dan perempuan, bukan antara sesama laki-laki atau sesama perempuan.

Membujuk “Kawan Lama” yang Kecewa

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pilihan pemerintah Jokowi, untuk memberikan megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung kepada China, membuat Jepang kecewa berat. Pemerintah Jokowi harus menjaga keseimbangan hubungan dengan China, Jepang, dan Amerika.

Megaproyek kereta cepat (High Speed Train/HST) Jakarta-Bandung akhirnya dimenangkan China, karena proposal China dianggap memenuhi semua syarat yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya adalah tanpa menggunakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan tanpa menuntut jaminan dari pemerintah.

Presiden meminta agar kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan skema business to business (B to B), tanpa jaminan dan anggaran pemerintah. Proposal Jepang ditolak karena masih menggunakan jaminan pemerintah Indonesia, sesuatu yang tidak diinginkan pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Secara teknis pilihan pemerintah RI yang memenangkan proposal China itu “benar.”

Meski demikian, Jepang tetap kecewa berat. Kekecewaan itu karena pihak Jepa…

Rakyat dan Ketimpangan Sosial (Rubrik: OASE)

Image
Oleh Satrio Arismunandar

Politisi, mahasiswa yang berdemonstrasi, aktivis LSM, bahkan media, seringkali mengklaim bahwa aktivitas mereka didasarkan pada niat luhur untuk membela kepentingan rakyat. Tetapi siapakah yang dinamakan “rakyat” itu? Ada beberapa definisi tentang rakyat. Tetapi saya akan memilih definisi dari aktivis pergerakan merangkap politisi budayawan, Erros Djarot, yang saya kutip untuk artikel ini.

Rakyat, menurut Erros, adalah “mereka yang seharusnya bisa berdaya, namun tidak berdaya dikarenakan oleh sistem yang berlaku.” Erros membuat definisi itu ketika ia masih jadi aktivis oposisi pinggiran di zaman otoriter rezim Soeharto. Berdasarkan definisi ini, Jokowi, Jusuf Kalla, Wiranto, Prabowo Subianto, Surya Paloh, Setya Novanto, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, adalah warga negara Indonesia. Namun, mereka bukan “rakyat” seperti yang kita maksudkan.

Pembangunan Indonesia dengan berbagai programnya ditujukan untuk mengangkat kepentingan…

Raja Minyak yang Terancam Bangkrut

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Anjloknya harga minyak dunia yang berkepanjangan mengancam ekonomi Arab Saudi. Ditambah lagi “petualangan militer” di Suriah dan Yaman, yang menyedot anggaran. Akibatnya, Saudi menderita defisit anggaran yang besar, dan cadangan devisa pun terkuras.

Jika mendengar nama Arab Saudi, yang terbayang adalah kerajaan Arab yang kaya raya berkat minyak bumi. Dari uang minyak, Saudi membangun hotel-hotel megah di sekitar Kabah di Makkah. Para keluarga kerajaan yang berlimpah uang memborong properti mewah, berfoya-foya, dan berbelanja dengan royal di toserba-toserba terkemuka di Eropa dan Amerika.

Tetapi masa kejayaan itu kini terancam berakhir. Penyebabnya, harga minyak bumi yang selama beberapa tahun terakhir menurun, dan terus menurun. Harga minyak bumi anjlok dari tingkat tertinggi selama lima tahun, sebesar 125 dollar AS per barrel pada Maret 2012 dan diprediksi akan turun sangat rendah, menjadi hanya 30 dollar AS per barrel. Dunia mengalami over supply minyak dan…

Menjaga Keseimbangan di Tali Licin

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Anjloknya harga minyak dunia menjadi berkah sekaligus ancaman pada ekonomi Indonesia. Pemerintah harus cerdas menyikapi turunnya harga minyak ini, jika tidak ingin terperosok.

Harga minyak mentah dunia terus merosot, bahkan diperkirakan akan menembus level paling rendah 20 dollar AS per barrel. Kondisi ini jelas akan berdampak luas bagi Indonesia. Karena Indonesia adalah negara pengekspor minyak, ini akan berdampak pada penurunan penerimaan negara dari sektor minyak dan gas. Penerimaan migas bagaimanapun masih merupakan salah satu sumber utama penerimaaan negara. Ini sisi negatifnya.

Apabila asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) merosot mengikuti harga minyak dunia, yang sekitar 28-29 dollar AS per barrel, akan terjadi penurunan penerimaan dari sektor minyak sebesar Rp 63 triliun. Jadi memang berpengaruh pada struktur APBN dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor migas, hingga Rp 35 triliun. Pajak minyak juga turun karen…

Abdus Salam, Fisikawan Muslim Pemenang Nobel

Image
Profesor Abdus Salam adalah fisikawan Muslim pertama asal Pakistan yang memenangkan hadiah Nobel Fisika 1979. Nama Abdus Salam amat dikenal sebagai salah satu fisikawan paling menonjol di dunia. Ia kerap menjadi juru bicara bagi Dunia Ketiga bagi perkembangan sains. Salam meraih hadiah Nobel Fisika bersama Steven Weinberg dan Shaldon Lee Glashow.

Penghargaan Nobel itu diberikan atas jasa Salam dalam mengubah kejumudan konsepsi tentang gaya-gaya. Salam termasuk orang pertama yang mengubah pandangan parsialisme para fisikawan dalam melihat kelima gaya dasar yang berperan dalam alam ini.
Lima gaya itu adalah gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, gaya kuat yang menahan proton dan neutron tetap berdekatan, serta gaya lemah yang bertanggung jawab terhadap lambatnya reaksi peluruhan inti radioaktif. Selama berabad-abad kelima gaya itu dipahami secara terpisah menurut kerangka dalil dan postulatnya yang berbeda-beda.

Adanya kesatuan dalam interaksi gaya-gaya dirumuskan oleh trio Abdus S…