Posts

Showing posts from March, 2016

Tren Belanja Alutsista Bergeser ke Asia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Bangkitnya ekonomi dan militer China, sebagai negara adidaya baru yang menandingi Amerika Serikat, menandai pergeseran pusat aktivitas ekonomi dunia ke Asia. Sejalan dengan bergesernya dinamika ekonomi dunia tersebut, volume penjualan alat utama sistem persenjataan (alutsista) global juga menunjukkan pergeseran ke Asia.

Sebenarnya, bukan cuma aktivitas dan dinamika ekonomi yang mempengaruhi penjualan senjata. Seraya terus mengejar pertumbuhan ekonomi dan pengakuan sebagai negara adidaya, China juga terlibat sengketa wilayah dengan sejumlah negara --Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan—di kawasan Laut China Selatan. Sengketa wilayah ini berpotensi pecah menjadi konflik militer terbuka.

Selain itu, China juga punya sengketa wilayah dengan Jepang terkait kepemilikan atas kepulauan Senkaku (Diaoyu, menurut China), yang terletak di Laut China Timur. Jepang pada 28 Maret 2016 telah mengaktifkan stasiun radar di Pulau Yonagoni, 150 km di selata…

Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo, Sang Pendiri Subud

Image
R.M. Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo adalah tokoh kebatinan dan pendiri Perkumpulan Persaudaraan Kejiwaan (PPK) Susila Budhi Darma (Subud). Persaudaraan yang semula bersifat lokal ini dipimpinnya sejak 1974, dan kemudian mempunyai cabang di sekitar 80 negara. Di luar negeri, persaudaraan ini dikenal sebagai International Subud Brotherhood.

Muhammad Subuh dilahirkan di Kedungjati, Semarang pada Sabtu Wage, 3 Maulud tahun Dal 1831 atau 22 Juni 1901 jam 05.00 pagi. Sejak lahirnya, ia diasuh dan dibesarkan oleh eyangnya, R.M. Sumowardoyo. Anak sulung dari dua bersaudara keluarga Qasidi Kartodihardjo ini dulunya bernama Soekarno. Tetapi, karena sakit-sakitan, dan sesuai dengan "pemberitahuan secara gaib," namanya diubah menjadi Subuh. Setelah dewasa, nama lengkapnya: R.M. Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo.

Pada 1917, di usia 16 tahun, sewaktu eyang yang membesarkannya meninggal dunia, Muhammad Subuh berhenti sekolah dan bekerja sebagai pegawai Perusahaan Kereta Api N.I.S. Pada usia…

Peluncuran Buku HARI-HARI RAWAN DI IRAK -- Siaran Pers

Image
Mantan Komandan Korps Marinir Luncurkan Buku tentang Pengalaman Bertugas di Irak

Mantan Dubes RI untuk Irak, Letjen TNI Mar (Purn) Safzen Noerdin akan meluncurkan buku tentang pengalamannya yang unik, seru, dan menegangkan, selama bertugas sebagai Dubes RI untuk Irak (2012-2015). Kementerian Luar Negeri RI telah mengkategorikan Irak sebagai tempat penugasan yang paling rawan dan berbahaya, karena bisa dibilang setiap hari ada ancaman serangan bom.

Buku berjudul Hari-Hari Rawan di Irak itu dituliskan oleh wartawan senior Dr. Satrio Arismunandar, mantan jurnalis Harian Kompas dan Trans TV, yang telah beberapa kali meliput di Irak. Buku itu diterbitkan oleh Penerbit Rajawali Consultant (Maret 2016), dan insyaAllah akan diluncurkan di Graha Marinir Jakarta, hari Rabu malam (30/3).

Dalam buku itu diceritakan, bersama dengan para staf Kedutaan Besar RI di Baghdad, Safzen yang mantan Komandan Korps Marinir TNI AL itu mengalami berbagai hal menegangkan di Irak. Seperti: ancaman bom yang bisa…

Ramai-ramai Menolak Taksi Berbasis Aplikasi (Kasus Uber di Seoul)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Penolakan terhadap taksi berbasis aplikasi bukan cuma terjadi di Jakarta, tetapi juga di berbagai kota besar dunia, seperti di Amerika, Eropa, dan Asia. Pemerintah setempat menerapkan kebijakan yang berbeda-beda terhadap taksi berbasis aplikasi.

Kemajuan teknologi bisa menyelesaikan sejumlah masalah, namun ia juga memunculkan masalah-masalah baru. Pernyataan itu cocok dengan munculnya taksi berbasis aplikasi di perkotaan. Taksi berbasis online telah memberikan layanan murah dan nyaman pada konsumen, tetapi juga ada dampak lain: pengemudi taksi reguler merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil. Kalah bersaing, penghasilan pengemudi taksi reguler pun tergerus.

Mereka pun melakukan aksi protes massal yang menimbulkan kemacetan, bahkan menyeret-nyeret angkutan umum non-taksi, yang sebenarnya tidak terkait dengan sengketa ini. Fenomena penolakan terhadap layanan transportasi online, khususnya penolakan pengemudi taksi reguler terhadap taksi berbasis aplikasi se…

“Kepretan Sang Naga” di Perairan Natuna

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ulah provokatif China menyelamatkan kapal nelayannya, yang mencuri ikan di perairan Indonesia, menimbulkan ketegangan baru dengan Indonesia. Tetapi kecil kemungkinan pecahnya konflik terbuka, karena akan terlalu mahal harga yang dipertaruhkan oleh kedua negara.

Sang naga yang sedang penuh rasa percaya diri sedang “mengepretkan” ekornya ke kanan-kiri. Kini “kepretan” itu sampai juga ke perairan Natuna, wilayah kedaulatan Indonesia yang berhadapan dengan Laut China Selatan. Mungkin inilah gambaran tentang perilaku China, yang sebagai super power baru secara ekstensif, agresif, bahkan provokatif, terus menegaskan keberadaannya.

Insiden bermula dari terdeteksinya kapal nelayan China,KM Kway Fey 10078, yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna. Istilahnya: kapal itu melakukan praktik illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing di perairan Indonesia. Kapal itu terdeteksi pada Sabtu (19 Maret 2016) pukul 14.15. Kapal ini memang sudah ser…

Negara Gagal

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Berbagai kondisi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini, yang terkesan berantakan, kacau, tak jelas arah, ditambah lagi perilaku korup yang meluas di seluruh lapisan masyarakat, membuat kita sering putus asa. Inikah “hasil terbaik” dari gerakan reformasi 1998? Padahal gerakan reformasi waktu itu kita dukung dengan gegap gempita. Situasi ini juga memunculkan wacana: Apakah Indonesia adalah negara gagal (failed state)?

Untuk menjawabnya, kita lihat dulu apa yang dimaksud dengan negara gagal. Negara gagal adalah negara yang tidak bisa lagi menjalankan fungsi-fungsi dasar, seperti pendidikan, keamanan, atau pemerintahan, yang biasanya terjadi karena kekerasan yang memecah-belah atau kemiskinan ekstrem. Dalam kevakuman kekuasaan ini, rakyat menjadi korban dari faksi-faksi yang bersaing dan kejahatan. Kadang-kadang PBB atau negara-negara tetangga akan ikut campur tangan, untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan.

Bagaimanapun, negara-negara g…

Pulau Natuna: Memperkuat “Pearl Harbour” Indonesia

Image
Perang Pasifik pecah pada Desember 1941 setelah serangan dadakan Jepang ke Pearl Harbour, Kepulauan Hawaii, pulau terdepan yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat, sebelum keterlibatan negara besar itu dalam Perang Dunia II. Kini Indonesia juga punya Pulau Natuna, “Pearl Harbour” kita yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan (LCS), daerah sengketa yang rawan konflik militer.

Potensi konflik regional, khususnya terkait dengan negara-negara yang memiliki klaim wilayah di LCS, cukup besar. Negara pengklaim itu adalah China, Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Taiwan. China menunjukkan agresifitasnya dengan terus membangun pulau-pulau buatan di gugus karang di sana, yang berarti semakin kukuh dalam menempatkan militernya di sana. Sementara Amerika tak tinggal diam. Lewat kehadiran militernya, AS juga terus menolak klaim China.

Indonesia dihadapkan pada situasi rawan. Tak ada pilihan. Jika konflik militer pecah di LCS, imbasnya bisa sampai ke Indonesia, da…

“Operasi Psikologis” Amerika di Irak dan Dihukum Gantungnya Saddam Hussein

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Invasi militer AS dan sekutunya telah berujung ke jatuhnya pemerintahan Presiden Saddam Hussein. Dari 2003 sampai 2011, situasi keamanan di Irak dan khususnya di Baghdad tidak menentu. Aksi-aksi kekerasan, seperti peledakan bom di tempat-tempat umum, serangan ke tempat ibadah, dan berbagai aksi lain yang memakan banyak korban, terus terjadi tanpa henti. Tiada hari berlalu tanpa aksi kekerasan. Irak terus-menerus dilanda konflik parah yang bernuansa sektarian, serta melibatkan warga Muslim Sunni, Muslim Syiah, dan suku Kurdi.

Namun, yang perlu dicatat, pecahnya konflik sektarian yang berdarah-darah dan berlarut-larut di Irak tidak semata-mata disebabkan karena perbedaan kepentingan dan aspirasi antara tiga kelompok besar di Irak. Namun, konflik itu juga tidak terlepas dari peran yang dimainkan oleh pasukan pendudukan, yang dikendalikan dari Washington dan London. Untuk skenario tertentu, pertentangan sektarian di Irak tampak justru sengaja dipicu.

Kita bisa …

Paradigma Penanggulangan Bencana Kini Proaktif, Bukan Fatalistik-Reaktif

Image
Paradigma penanggulangan bencana di Indonesia kini sudah berubah. Yaitu, dari pendekatan fatalistik-reaktif dan tanggap darurat, menuju proaktif dan pengurangan risiko bencana, yang terintegrasi melalui perencanaan pembangunan.

Demikian ditegaskan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Dr. Suprayoga Hadi, dalam arahan pembukaan Rapat Konsolidasi Identifikasi Potensi Rawan Bencana Daerah Rawan Bencana. Acara yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu dibuka di Bogor, Selasa (22/3) dan akan berlangsung sampai Kamis (23/3).

Dalam paradigma lama, pendekatan penanggulangan bencana adalah bersifat responsif, sektoral, tergantung inisiatif pemerintah, sentralisasi, dan tanggap darurat. “Sedangkan menurut paradigma baru, pendekatannya adalah bersifat preventif, multi-sektoral, tanggung jawab semua pihak, desentralisasi, dan pengurangan risiko bencana,” jelas Suprayoga.

“Bencana tak mengenal batas administrasi, tetapi kait-mengait dengan berbagai b…

Arti Strategis “Program Indonesia Terang” Bagi Elektrifikasi di Indonesia Timur

Image
Pernah dengar Program Indonesia Terang (PIT)? Banyak orang belum tahu PIT. Padahal program yang diluncurkan pada 28 Februari 2016 ini sangat strategis, dalam mengupayakan peningkatan rasio elektrifikasi pada desa-desa tertinggal, khususnya di enam provinsi di kawasan timur Indonesia selama tahun 2016-2019.

PIT juga memposisikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) sebagai mitra utama dari Kementerian ESDM dan PLN, dalam pemenuhan kebutuhan elektrifikasi di daerah dan desa tertinggal. Enam provinsi di kawasan timur Indonesia yang menjadi fokus PIT adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT dan NTB.

Di Provinsi Papua dan Papua Barat masih ada 18 kabupaten yang sama sekali belum terjangkau oleh listrik PLN, yaitu di Pegunungan Bintang, Tolikara, Yahukimo, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Puncak, Nduga, Intan Jaya, Yalimo, Supiori, Paniai, Dogiyai,Deiyai, Teluk Wondama, Tambraw, dan Maybrat.

Dr. S…

Mengupas Gaya Pencitraan Ahok

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ajang Pilkada DKI Jakarta menjadi “medan tempur” yang menantang bagi perang pencitraan, antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan para kandidat lainnya. Ahok mencoba menampilkan gaya kepemimpinan mirip Bang Ali, tetapi belum “menjiwai.”

Pencitraan adalah bagian dari politik. Tidak ada politisi yang bisa lepas dari pencitraan. Setiap jabatan publik, yang membutuhkan dukungan publik, dalam tahapan tertentu memerlukan pencitraan. Dalam bahasa positif pemasaran, politisi —sebagai sebuah produk yang mau dijual—membutuhkan branding.

Anda pasti pernah menonton di televisi, di mana politisi yang sedang menemui masyarakat bawah dan sedang diliput media, pasti bertanya-jawab dan beramah tamah dengan warga setempat. Jika ada anak kecil dari warga setempat, biasanya anak kecil ini digendong dan ditimang-timang atau diajak ngobrol oleh si politisi, untuk menunjukkan ”kedekatan dengan rakyat.” Sedangkan apakah kemudian si politisi itu akan betul-betul mengambil kebijaka…