Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi.

Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia.

Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman.

Wujud implementasi berikutnya, kata Hasman, adalah meningkatkan percepatan pembangunan di daerah tertinggal, untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara daerah tertinggal dengan daerah maju.

Selain itu, juga meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan dasar di perbatasan dan pulau kecil dan terluar. “Serta memberikan penanganan terhadap daerah rawan pangan melalui peningkatan produksi, ditribusi, dan diversifikasi komoditas pangan pokok, yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ditambah lagi, menyiapkan dan meningkatkan pembangunan serta pengembangan desa di kawasan transmigrasi, utamanya pada daerah perbatasan, daerah tertinggal, dan kawasan perdesaan. Juga, percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan baru, yang terintegrasi dalam suatu kesatuan pengembangan ekonomi wilayah untuk mewujudkan keterkaitan desa dan kota.

“Terakhir, meningkatkan pembangunan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan transmigrasi, utamanya pada kawasan perbatasan, daerah tertinggal, kawasan perdesaan, yang terkonektifitas dengan pusat kegiatan ekonomi wilayah,” sambung Hasman. ***

Mei 2016
Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI