Pemda Perlu Siapkan Media untuk Bangun Daerah Tangguh Bencana

Batam, Kemendesa
Masyarakat dan pemerintah daerah harus mampu menyiapkan media atau jurnalisme kebencanaan, yang dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat pada upaya pengurangan risiko bencana (PRB), dan menjadi instrumen dalam membangun daerah tangguh bencana.

Demikian salah satu rumusan dari kegiatan Bimbingan Teknis dan Supervisi Publikasi Penyediaan Media Untuk Masyarakat Tangguh Bencana/Jurnalistik Kebencanaan, yang berlangsung di Batam, Rabu (1/6) hingga Jumat (3/6). Acara itu diselenggarakan oleh Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Acara itu diikuti peserta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah tertentu (PDTu), jurnalis, dan unsur masyarakat peduli bencana.

Ferry Syahminan, Kasubdit PDRB Wilayah V, yang menjadi panitia kegiatan tersebut mengatakan, “Peran media terkait informasi tentang kejadian bencana sangat penting. Media, khususnya jurnalisme bencana, dapat menyampaikan berita dan informasi soal bencana, baik pada tahap pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana, ke publik secara akurat, terpercaya, cepat, dan tepat.”

Mengutip hasil rumusan panitia, Ferry menambahkan, media menjadi mitra utama dalam sosialisasi pengurangan risiko bencana, program daerah tangguh bencana, penanganan bencana, serta kesadaran masyarakat untuk siaga bencana. Maka BPBD perlu memiliki sistem informasi bencana.

“Kita perlu menjadikan pers, media massa, dan media sosial, sebagai sahabat, kontrol sosial, mitra kerja, dan investasi. Dalam arti bahwa program PDRB harus lebih banyak terekspos, sebagai upaya penguatan daerah tangguh bencana,” ujar Ferry.

“Media lokal dan nasional harus didorong agar mampu memberitakan, tidak hanya informasi bencana yang berskala nasional dan internasional, tetapi juga yang berskala lokal,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh Ferry, semua unsur kementerian, lembaga, dan masyarakat perlu proaktif dalam memberikan informasi terkait pengurangan risiko bencana. Sehingga, dalam pemberitaan media tidak menimbulkan masalah baru. Sedangkan informasi yang dimuat media lebih menekankan pada nilai keobyektifan, peningkatan kesadaran, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. ***

Juni 2016, Satrio Arismunandar

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)