Reformasi Birokrasi TNI AD: Menuju Tata Kelola yang Bersih, Berwibawa, Bebas KKN

Program Reformasi Birokrasi (RB) TNI AD merupakan program jangka panjang, sesuai dengan Program Reformasi Birokrasi TNI dan Grand Design RB Nasional menuju tata kelola pemerintahan 2025, yang bersih dan bebas KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), transparan, akuntabel dan profesional.

Perlu adanya komitmen kuat dan kebijakan pimpinan TNI, yang mampu menjamin kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan program RB TNI AD secara konsisten dan berkelanjutan, sampai terwujudnya sasaran program tersebut. Dengan diberikannya Tunjangan Kinerja Pegawai di lingkungan TNI, hal ini harus memacu peningkatan dan pemantapan pelaksanaan Program RB TNI AD. Program itu meliputi aspek doktrin, struktur, kultur, dan mindset, yang merupakan bagian integral dari RB Nasional.

Guna meningkatkan pemahaman dan pemantapan pelaksanaan Program RB TNI AD, pimpinan TNI AD telah menyiapkan tim untuk turun ke Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI AD, guna menyampaikan program program Reformasi Birokrasi TNI AD. Tim ini memberikan sosialisasi tentang Reformasi Birokrasi dan pembentukan agent of change (agen perubahan) di Kotama dan Balakpus, yang dilaksanakan pada periode Triwulan II tahun anggaran 2015.

Kepala Staf TNI AD menyatakan, Program Reformasi Birokrasi Angkatan Darat pada hakikatnya adalah komitmen TNI AD untuk memposisikan secara tepat, dalam mengoptimalkan peran, fungsi, dan tugasnya dalam hubungan antar instansi/lembaga. Tujuannya adalah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bebas KKN.

Selain itu, Reformasi Birokrasi Angkatan Darat merupakan kelanjutan dari Reformasi Internal TNI AD, yang dijiwai oleh paradigma baru TNI AD sebagai suatu keputusan yang sangat penting. Hal itu bukan saja penting bagi TNI AD, tetapi juga bagi bangsa dan negara, serta kepentingan nasional pada umumnya. Melalui proses berlanjut, TNI AD secara konsisten dan konsekuen melaksanakan Reformasi Birokrasi, yang salah satunya di bidang manajemen perubahan.

Acara sosialisasi Program Reformasi Birokrasi itu diikuti oleh para Danrem, Asisten Kodam, Kabalak, dan Dansat jajaran di seluruh Kotama/Balakpus. Program sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam upaya memberikan pemahaman dan persamaan persepsi tentang program RB TNI AD dan pemahaman dalam membentuk agen perubahan.

Agen perubahan itu harus mampu berperan sebagai role model. Role model adalah individu yang dapat dijadikan contoh dalam berprestasi, bertingkah laku, mindset (pola pikir) dan culture set (pola budaya), dalam tahapan yang lebih maju, guna mewujudkan peningkatan integritas dan kinerja yang tinggi.

Di akhir sosialisasi disampaikan, rencana Reformasi Birokrasi TNI AD Tahun 2015-2019 dilaksanakan untuk menyelesaikan dan melanjutkan keberhasilan yang telah dicapai pada Tahun 2010-2014.

Program itu dijabarkan dalam sembilan program Reformasi Birokrasi dan 25 kegiatan, dengan delapan area perubahan. Area perubahan itu mencakup: Mental Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Kelembagaan, Tatalaksana, SDM Aparatur, Peraturan Perundang-Undangan, dan Pelayanan Publik. (Sumber: Dispenad)

Jakarta, Juli 2016

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI