Semarak Indo Defence 2016 Sudah di Depan Mata

Oleh: Satrio Arismunandar

Tak terasa, kurang dari dua bulan lagi akan berlangsung Pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum. Ajang akbar yang dituan rumahi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) ini diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama, yang sudah berpengalaman menyelenggarakan berbagai pameran perdagangan internasional.

Acara ini persisnya akan berlangsung pada 2-5 November di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta. Indo Defence adalah ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan dan keamanan internasional, yang digelar setiap dua tahun sekali sejak 2004. Tahun 2016, ini adalah untuk ketujuh kalinya diadakan. Persiapan pameran saat ini masih berlangsung dan pihak Napindo terus memantau perkembangan itu.

Indo Defence ini penyelenggaraannya akan dilaksanakan bersamaan dengan pameran Indo Aerospace feat Indo Helicopter dan Indo Marine 2016 Expo & Forum. Indo Aerospace 2016 Expo & Forum adalah pameran industri kedirgantaraan, yang sudah kelima kalinya diselenggarakan. Sedangkan Indo Marine 2016 Expo & Forum adalah pameran industri kelautan yang sudah keempat kalinya diselenggarakan.

Selain memamerkan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista), Indo Defence juga akan memamerkan produk non-alutsista. Produk pertahanan yang akan dipamerkan antara lain: amunisi, senjata anti-tank, bahan peledak, keamanan komunikasi, sistem keamanan elektronik, analisis & pengendalian risiko, transmisi satelit, pengawasan & kontrol akses, pelindung tahan peluru, pelindung wajah, pakaian pelindung, perlengkapan polisi pendeteksi, perlengkapan pemusnah bahan peledak, perlengkapan kontrol lalu-lintas udara, kendaraan lapis baja, kapal selam, kapal perang, perlengkapan & sistem bawah air, dan sebagainya.

Bisa dipahami, mengapa perhelatan akbar ini mendapat dukungan penuh dari Kemhan RI. Sesuai ketentuan undang-undang, Kemhan RI memiliki komitmen dan tekad untuk mendorong, agar militer Indonesia sedapat mungkin menggunakan alutsista yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

Selain bisa menghemat anggaran, penggunaan produk pertahanan buatan lokal ini akan meningkatkan ketahanan nasional, karena praktis mengurangi ketergantungan TNI pada pemasok alutsista dari luar negeri. TNI memang pernah punya pengalaman pahit, diembargo suku cadang persenjataannya oleh pihak luar negeri, akibat isu pelanggaran HAM. Alutsista yang terganggu operasionalnya akibat embargo suku cadang terutama adalah pesawat tempur, seperti F-16 Fighting Falcon milik TNI Angkatan Udara.

Dukungan dari Kemhan RI

Maka Kemhan RI kini bertekad mendukung kemandirian dan perkembangan industri pertahanan dalam negeri. Sedangkan, dalam Indo Defence 2016 ini, industri pertahanan dalam negeri milik pemerintah maupun swasta, instansi pemerintah, dan perguruan tinggi, akan turut berpartisipasi aktif sebagai peserta pameran. Oleh karena itu, tekad Kemhan RI sebetulnya sejalan dengan kebijakan Napindo, selaku penyelenggara Indo Defence.

Pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum ini ditargetkan diikuti oleh 55 negara. Lebih dari 750 perusahaan pertahanan diharapkan akan memperagakan teknologi dan sistem terbaru yang diproduksinya pada perhelatan besar tersebut. Menurut data panitia hingga penghujung Agustus 2016, peserta yang sudah memberikan konfirmasi sebesar 78 persen, sementara yang masih menunggu dan sedang dalam proses konfirmasi ada 22 persen. Ada kenaikan jumlah peserta berdasarkan target tahun 2016, yakni sebesar 25 persen.

Ajang ini punya arti penting bagi masyarakat umum maupun kalangan profesional. Bagi publik umum, Pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum ini akan memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa alat pertahanan baik alutsista maupun non-alutsista hasil karya anak bangsa mampu bersaing dengan produk luar negeri. Produk-produk pertahanan buatan industri dalam negeri juga tak kalah kualitasnya dari buatan asing.

Bahkan, tidak sedikit produk dalam negeri yang sudah digunakan oleh TNI dan pihak luar. Produk-produk lokal itu sudah banyak yang diekspor ke sejumlah negara tetangga, ke Asia, serta ke Eropa. Misalnya, belum lama ini PT PAL Surabaya sudah mengirim kapal perang produksinya ke Filipina.

Wawasan dan Referensi

Sedangkan bagi kaum profesional, mereka harus hadir di ajang ini. Kehadiran itu pengting untuk menambah wawasan dan referensi terhadap perkembangan teknologi terbaru, yang dimiliki oleh negara sahabat dan produk luar lainnya. Mereka juga berkesempatan untuk dapat melakukan alih teknologi dari luar ke dalam, dan bermitra dengan industri luar sehingga tercipta peluang bisnis yang saling menguntungkan.

Dalam rangkaian acara Indo Defence 2016 ini, akan diselenggarakan juga Indo Defence 2016 Tri-Services Forum pada 3 November 2016, dengan tema : "Achieving Comprehensive Maritime Surveillance and Security through Technology Innovation and Partnerships".

Ada yang membedakan antara Indo Defence tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal-hal yang membedakan itu di antaranya, tahun ini akan ada land demontration. Selain itu, juga ada penambahan beberapa paviliun negara baru.

Membandingkan keikutsertaan dari luar negeri dan industri lokal sendiri (seperti: PTDI, Pindad, PAL, Dahana, dan sebagainya), dilihat dari lokasi dan luas stan, untuk peserta lokal pengalokasiannya adalah sepertiga dari hall, sedangkan peserta dari luar negeri mendapat alokasi dua pertiga dari hall. Hal ini bisa dimaklumi, karena jumlah peserta dari luar negeri memang jauh lebih banyak.

Dengan melesunya perekonomian dunia, muncul pertanyaan, apakah hal ini akan berpengaruh pada keikutsertaan para wakil industri di Indo Defence? Ternyata, menurut pengamatan Napindo, dengan melesunya ekonomi di beberapa negara justru membuat animo industri pertahanan semakin bersemangat dalam merambah potensi bisnis di negara-negara Asia tenggara.

Pihak penyelenggara menyatakan, berdasarkan data penelitian dari SIPRI, negara-negara di Asia Tenggara justru sedang berlomba-lomba meningkatkan kapabilitas pertahanannya, dan meningkatkan anggaran pertahanan, termasuk Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahan baru yang mencoba melakukan penetrasi market.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan yang sudah eksis, cukup banyak juga yang telah mulai berkolaborasi dengan industri-industri dalam negeri. Meskipun, tidak dapat dipungkiri, ada beberapa perusahaan asing yang juga harus mundur karena alasan ekonomi tersebut.

Meski demikian, pihak penyelenggara optimistis bahwa Indo Defence 2016 akan berjalan lancar, aman, dan sukses. Selain karena pameran ini sudah menjadi kegiatan “rutin” bagi Napindo, hal ini tak terlepas dari adanya dukungan moral sepenuhnya dari pihak pemerintah, khususnya dari Kemhan RI, bagi terselenggaranya perhelatan internasional tersebut. Semoga! ***

September 2016

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI KONVERGENSI MEDIA (MEDIA CONVERGENCE)

Strategi dalam Industri Media (Contoh Model Five Forces Michael E. Porter)

TANYA-JAWAB SEJARAH FILSAFAT YUNANI