Posts

Showing posts from November, 2016

Mempertanyakan Komitmen Indonesia dalam Penurunan Emisi Global

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Bicara soal lingkungan hidup mungkin tidak semenarik bicara soal politik. Apalagi politik nasional sedang hangat-hangatnya akhir-akhir ini. Namun, bicara soal lingkungan hidup adalah bicara tentang masa depan umat manusia, dan Indonesia berpartisipasi dalam kelangsungan hidup umat manusia tersebut.

Ratifikasi Perjanjian Paris oleh Pemerintah Indonesia, pada Oktober 2016, adalah kabar baik. Ini memberikan harapan dan sinyal bahwa pemerintah siap untuk mengambil langkah-langkah yang berarti dan mengikat, untuk melindungi Indonesia dari dampak buruk perubahan iklim, termasuk menyebabkan kematian dini di seluruh Asia Tenggara.

Emisi gas rumah kaca dari perusakan hutan terus meningkat. Pengeringan dan kebakaran lahan gambut berkontribusi sangat besar terhadap total emisi nasional. Maka, sekarang adalah waktunya bagi Indonesia untuk memenuhi komitmen yang telah dibuat pada Deklarasi hutan di New York 2014, untuk mengakhiri deforestasi dan melindungi lahan gambut s…

Jokowi dan Jalan Pedang Musashi

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Bagi sebagian pembaca, judul tulisan ini mungkin terkesan mengada-ada. Apa hubungannya antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan “Jalan Pedang” Musashi? Bahkan, bagi pembaca yang kurang akrab dengan sejarah dan budaya Jepang, pertanyaannya mungkin lebih mendasar lagi: Musashi itu siapa?

Tulisan ini mencoba mengangkat, mengkritisi, dan memaknai perjalanan karir politik Jokowi, sesudah hampir dua tahun memimpin pemerintahan. Analisis yang digunakan bukan dari perspektif politik, yang sudah banyak dilakukan oleh para pengamat lain, tetapi menggunakan pendekatan budaya, persisnya melalui filsafat “Jalan Pedang” Musashi.

Bagi pengamat politik nasional, naik-turunnya popularitas Jokowi sejak resmi menjadi Presiden tahun 2014 dan langkah-langkahnya di pemerintahan menjadi fenomena menarik. Tentu, ada pujian dan kritik, bahkan kecaman, terhadap langkah Jokowi sebagai kepala pemerintahan. Dengan niat baik menuju perbaikan, tulisan ini mencoba memaknai kiprah Jokow…

Mengantisipasi Tantangan Perang Hibrida (Hybrid War)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ada berbagai macam jenis perang modern yang bisa melibatkan Indonesia. Ada yang dinamakan perang proksi (proxy war), yakni perang dengan meminjam tangan pihak lain. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah sering mengingatkan tentang ancaman perang proksi. Namun, yang belum banyak dibahas adalah jenis perang lain, yaitu perang hibrida.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, Jenderal George W. Casey, sudah bicara tentang sebuah jenis baru perang, yang akan semakin umum terjadi di masa depan. “Yaitu, sebuah hibrida antara perang ireguler dan perang konvensional,” ujarnya.

Perang hibrida (hybrid war) adalah strategi militer yang mencampurkan perang konvensional, perang iregular, dan perang siber. Dalam perang ini, dengan mengombinasikan operasi-operasi kinetik dengan upaya-upaya subversif, pihak agresor bermaksud untuk menghindari atribusi atau retribusi.

Atribusi berarti identifikasi yang jelas tentang aktor pelaku, sehingga menghindari atribus…

Pesawat F-35 Pertahankan Keunggulan Israel di Udara

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Di penghujung masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat “jasa baik” pada Israel, dengan kesepakatan bantuan militer terbesar dalam sejarah hubungan kedua negara. Meskipun Israel sering berulah dengan terus membangun permukiman Yahudi di daerah Palestina, dan menghambat proses perdamaian Israel-Palestina, toh Obama merasa perlu mengganjar Israel dengan bantuan menggiurkan.

AS menyepakati paket bantuan sebesar 38 miliar dollar AS (sekitar Rp 500,29 triliun) dalam jangka waktu 10 tahun. Penandatanganan bantuan itu dilakukan di Washington DC pada 14 September 2016. Ini adalah bantuan militer terbesar, yang belum pernah diberikan AS pada negara lain manapun. Paket bantuan ini mengukuhkan komitmen AS untuk mendukung kemajuan persenjataan Israel.

Sebelum pengumuman bantuan militer itu, militer Israel juga sudah diberi keistimewaan. Sejarah baru bagi militer Israel telah diciptakan di Dallas, Texas, Amerika Serikat, 26 Juli 2016. Ketika itu pes…

Bakamla RI: Mengamankan Poros Maritim Dunia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Program besar pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bukanlah sekadar wacana. Pencanangan Poros Maritim Dunia itu menuntut komitmen besar dari segi anggaran, sumber daya manusia, dan kelembagaan –khususnya yang terkait dengan kelautan-- untuk mendukung program besar itu.

Dalam konteks itulah, kehadiran Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) sangat penting dan vital. Bakamla adalah badan yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Bakamla adalah Coast Guard-nya Indonesia.

Bakamla merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Sebelumnya, Bakamla adalah lembaga nonstruktural yang bernama Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakorkamla RI).

Bakorkamla awalnya dibentuk pada 1972 melalui Keputusan Bersama M…

Australia Memilih Kapal Selam Masa Depan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sebagai negara benua yang dikelilingi lautan, pengadaan kapal selam untuk pertahanan termasuk soal krusial bagi Australia, negeri tetangga Indonesia. Di sisi lain, bagi Indonesia sendiri, sebagai tetangga besar di utara, program kapal selam Australia juga menjadi perhatian karena akan berpengaruh pada strategi pertahanan Indonesia. Beroperasinya kapal-kapal selam Australia di perairan Indonesia, khususnya pada saat situasi krisis di Timor Timur di zaman pemerintahan Presiden Soeharto, sudah dipahami oleh militer Indonesia.

Australia memiliki persepsi ancaman bahwa “musuh akan datang dari utara.” Maka, jika Indonesia tidak menjadi musuh yang mengancam Australia, sangat mungkin “musuh lain” yang dimaksud itu –misalnya, China-- akan mengancam Australia sesudah melewati wilayah perairan Indonesia. Kembali di sini terlihat arti penting kapal selam bagi Australia, dan juga bagi Indonesia.

Australia sudah sekian lama merencanakan pembaruan armada kapal selamnya yang…

Daud Beureu'eh, Tak Tega Melihat Bung Karno Menangis

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tidak ada yang tak kenal nama Teungku Muhammad Daud Beureu’eh di Aceh. Ia adalah tokoh pejuang dan ulama Aceh yang sangat populer sekaligus kontroversial. Ia adalah pejuang kemerdekaan, yang membela tegaknya Republik Indonesia dalam melawan penjajah Belanda. Namun, ia juga pernah jadi “pemberontak” yang melawan pemerintah pusat di Jakarta.

Muhammad Daud lahir di dusun kecil Beureu'eh, Kabupaten Pidie, Aceh, pada 17 September 1899, dari lingkungan keluarga ulama. Kelak nama dusun kecil itu menjadi terkenal sebagai bagian dari namanya.

Daud bukan dari kalangan bangsawan Aceh yang bergelar Teuku. Gelar Teungku di depan namanya menandakan ia termasuk salah seorang yang diperhitungkan sebagai ulama di masyarakat sekitarnya. Orang-orang di sekitarnya biasa memangilnya dengan sebutan Abu Jihad, Abu Daud, atau Abu Beureu’eh. Dialah sosok yang menjadi cikal bakal semua gerakan kemerdekaan Aceh.

Pada zamannya, Daud Beureu’eh dikenal sebagai ulama yang tegas dan k…