Posts

Showing posts from March 22, 2016

Pulau Natuna: Memperkuat “Pearl Harbour” Indonesia

Image
Perang Pasifik pecah pada Desember 1941 setelah serangan dadakan Jepang ke Pearl Harbour, Kepulauan Hawaii, pulau terdepan yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat, sebelum keterlibatan negara besar itu dalam Perang Dunia II. Kini Indonesia juga punya Pulau Natuna, “Pearl Harbour” kita yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan (LCS), daerah sengketa yang rawan konflik militer.

Potensi konflik regional, khususnya terkait dengan negara-negara yang memiliki klaim wilayah di LCS, cukup besar. Negara pengklaim itu adalah China, Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Taiwan. China menunjukkan agresifitasnya dengan terus membangun pulau-pulau buatan di gugus karang di sana, yang berarti semakin kukuh dalam menempatkan militernya di sana. Sementara Amerika tak tinggal diam. Lewat kehadiran militernya, AS juga terus menolak klaim China.

Indonesia dihadapkan pada situasi rawan. Tak ada pilihan. Jika konflik militer pecah di LCS, imbasnya bisa sampai ke Indonesia, da…

“Operasi Psikologis” Amerika di Irak dan Dihukum Gantungnya Saddam Hussein

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Invasi militer AS dan sekutunya telah berujung ke jatuhnya pemerintahan Presiden Saddam Hussein. Dari 2003 sampai 2011, situasi keamanan di Irak dan khususnya di Baghdad tidak menentu. Aksi-aksi kekerasan, seperti peledakan bom di tempat-tempat umum, serangan ke tempat ibadah, dan berbagai aksi lain yang memakan banyak korban, terus terjadi tanpa henti. Tiada hari berlalu tanpa aksi kekerasan. Irak terus-menerus dilanda konflik parah yang bernuansa sektarian, serta melibatkan warga Muslim Sunni, Muslim Syiah, dan suku Kurdi.

Namun, yang perlu dicatat, pecahnya konflik sektarian yang berdarah-darah dan berlarut-larut di Irak tidak semata-mata disebabkan karena perbedaan kepentingan dan aspirasi antara tiga kelompok besar di Irak. Namun, konflik itu juga tidak terlepas dari peran yang dimainkan oleh pasukan pendudukan, yang dikendalikan dari Washington dan London. Untuk skenario tertentu, pertentangan sektarian di Irak tampak justru sengaja dipicu.

Kita bisa …

Paradigma Penanggulangan Bencana Kini Proaktif, Bukan Fatalistik-Reaktif

Image
Paradigma penanggulangan bencana di Indonesia kini sudah berubah. Yaitu, dari pendekatan fatalistik-reaktif dan tanggap darurat, menuju proaktif dan pengurangan risiko bencana, yang terintegrasi melalui perencanaan pembangunan.

Demikian ditegaskan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Dr. Suprayoga Hadi, dalam arahan pembukaan Rapat Konsolidasi Identifikasi Potensi Rawan Bencana Daerah Rawan Bencana. Acara yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu dibuka di Bogor, Selasa (22/3) dan akan berlangsung sampai Kamis (23/3).

Dalam paradigma lama, pendekatan penanggulangan bencana adalah bersifat responsif, sektoral, tergantung inisiatif pemerintah, sentralisasi, dan tanggap darurat. “Sedangkan menurut paradigma baru, pendekatannya adalah bersifat preventif, multi-sektoral, tanggung jawab semua pihak, desentralisasi, dan pengurangan risiko bencana,” jelas Suprayoga.

“Bencana tak mengenal batas administrasi, tetapi kait-mengait dengan berbagai b…