Posts

Showing posts from June 3, 2016

Hasman Ma’ani: Implementasi Nawacita Lewat Mitigasi di Daerah Rawan Bencana

Image
Jakarta, aktual.com – Tujuan implementasi Nawacita ke-3 melalui Kemendesa antara lain adalah memberikan penanganan terhadap daerah rawan bencana melalui mitigasi dan rehabilitasi, serta penanganan daerah pasca konflik melalui rehabilitasi sosial dan ekonomi.

Hal itu dinyatakan Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), di Jakarta, Senin (9/5). Hasman diwawancarai dalam kaitan penerapan Nawacita dalam masalah daerah rawan bencana di Indonesia.

Ditambahkan oleh Hasman, tujuan lain adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Lalu mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota, melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tutur Hasman.

Wujud implementasi berikutnya, kata Hasman…

Hasman Ma’ani: Indonesia Rawan Bencana Nomor 2 Sesudah Banglades

Image
Jakarta, aktual.com – Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam. Salah satu hasil penilaian tentang risiko bencana, telah menempatkan Indonesia sebagai negara yang berisiko ekstrim peringkat 2 setelah Banglades.

Hal itu diungkapkan , Drs. Hasman Ma’ani, M.Si., Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana kepada wartawan, di kantornya di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), di Jakarta, Kamis (14/4). Hasman diwawancarai dalam kaitan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

Menurut Hasman, kenyataan tersebut tidak dapat dipungkiri mengingat kondisi geografi dan geologi Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng raksasa Eurasia, Indoaustralia, dan Pasifik, serta berada pada “Ring of Fire”. Wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana alam.

Indonesia dengan lebih dari 18.000 pulau, terletak pada cincin api Pasifik dengan deretan gunung api yang masih aktif serta patahan tektonik. Maka negeri ini rentan terhadap ancaman bencana ala…

Ferry Syahminan: Humas Harus Jelaskan isu Secara Terbuka

Image
Jakarta, Kemendesa - Pihak Humas harus menjelaskan isu secara terbuka kepada masyarakat. Hal itu juga berlaku untuk hal-hal yang menyangkut kebencanaan. Peran Humas bukan cuma penting ketika sudah terjadi bencana alam, tetapi juga sebelum terjadi bencana.

Hal itu diungkapkan Ferry Syahminan, Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V kepada wartawan, di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, di Jakarta, Jumat (8/4).

Hal itu diungkapkan Ferry ketika ditanya wartawan tentang peran Humas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, terkait isu-isu kebencanaan. Sebelum terjadi bencana, justru perlu dilakukan sosialisasi pada masyarakat tentang kesiapan menghadapi bencana tersebut.

Mengutip arahan Presiden Joko Widodo tentang Kehumasan, Ferry yang wewenang tugasnya di Wilayah V mencakup daerah Papua dan Papua Barat, menyatakan, Humas harus aktif berkomunikasi pada rakyat. Jangan menunggu informasi ramai beredar di masyarakat.

“Humas harus mempunyai…

Ferry Syahminan: Papua dan Papua Barat Perlu Perhatian Lebih dalam Kebencanaan

Image
Jakarta, Kemendesa – Papua dan Papua Barat memiliki karakteristik kebencanaan yang perlu mendapat perhatian lebih. Dengan kondisi topografis, daerah dataran tinggi, daerah daratan, dan daerah pantai perlu mendapat penanganan yang serius.

Hal itu diungkapkan Ferry Syahminan, Kasubdit Penanganan Daerah Rawan Bencana Wilayah V kepada wartawan, di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, di Jakarta, Senin (9/5). Hal itu diungkapkan Ferry ketika ditanya wartawan tentang penanganan kebencanaan di daerah Papua dan Papua Barat.

Menurut Ferry, seperti juga di wilayah lain, pembangunan bronjong di Papua dan Papua Barat adalah salah satu upaya pencegahan dan pengurangan risiko pada jenis bencana banjir, tanah longsor, dan abrasi pantai.

“Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat adalah, keberadaan bronjong di pinggiran sungai maupun di pinggiran pantai ternyata membantu masyarakat di kabupaten, yang mendapat fasilitasi mengatasi banjir, yang terjadi hampir setia…

Kemendesa Adakan Pelatihan Jurnalisme Kebencanaan di Makassar dan Batam

Image
Makassar, Kemendesa
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) akan mengadakan pelatihan jurnalisme kebencanaan. Jurnalisme kebencanaan berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat, proporsional, dan bersifat kondusif dalam memberitakan bencana dan mendorong masyarakat untuk siap sebelum terjadinya bencana.

Acara yang diselenggarakan Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendesa PDTT itu akan berlangsung dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) di Makassar. Acara itu resminya dinamai Bimbingan Teknis Publikasi Penyiapan Media untuk Masyarakat Tangguh Bencana. Pada 1-3 Juni, pelatihan serupa juga akan dilangsungkan di Batam.

Acara di Makassar akan diikuti 60 peserta, yang terdiri dari staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah tertentu (PDTu), dan unsur masyarakat peduli bencana. Dua jurnalis senior akan memberi materi pada acara itu, yaitu mantan jurnalis Tab…

Dadang Rahmat Hs: Setiap Orang Bisa Menjadi Pewarta dalam Jurnalistik Kebencanaan

Image
Makassar, Kemendesa
Berkat adanya jurnalisme warga (citizen journalism), setiap orang sekarang bisa menjadi pewarta dalam jurnalistik kebencanaan. Yakni, memberitakan kondisi pra bencana, ketika sedang terjadi bencana, dan pasca bencana.

Demikian dinyatakan wartawan senior Dadang Rahmat Hs dalam kegiatan Bimbingan Teknis Publikasi Penyiapan Media untuk Masyarakat Tangguh Bencana, yang berlangsung dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) di Makassar.

Acara yang diselenggarakan Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendesa PDTT itu diikuti 60 peserta dari staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal PDTu, dan unsur masyarakat peduli bencana. Jurnalisme warga dipandang bisa berkontribusi bagi peliputan bencana yang kondusif.

Mengutip tulisan Mark Glaser, Dadang menyatakan, jurnalisme warga diartikan sebagai “setiap orang tanpa kecakapan dan pelatihan khusus sebagaimana dimiliki jurnalis profesional, dengan teknologi komunikasi yan…

Jurnalisme Kebencanaan Perlu Tingkatkan Liputan Pra Bencana

Image
Makassar, Kemendesa
Jurnalisme kebencanaan berperan penting dalam memberikan informasi pra bencana, ketika terjadi bencana, dan pasca bencana. Namun liputan media selama ini masih timpang. Media lebih mengutamakan liputan ketika sedang terjadi bencana, dan kurang menganggap penting liputan pra bencana, yakni langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam pengurangan risiko bencana.

Demikian ditegaskan Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP., Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Suprayoga mengungkapkan hal itu dalam kegiatan Bimbingan Teknis Publikasi Penyiapan Media untuk Masyarakat Tangguh Bencana, yang berlangsung dari Senin (23/5) hingga Rabu (25/5) di Makassar. Acara yang diselenggarakan Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana Kemendesa PDTT itu diikuti 60 peserta dari staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal PDTu, dan unsur masyarakat peduli …

Pemda Perlu Siapkan Media untuk Bangun Daerah Tangguh Bencana

Image
Batam, Kemendesa
Masyarakat dan pemerintah daerah harus mampu menyiapkan media atau jurnalisme kebencanaan, yang dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat pada upaya pengurangan risiko bencana (PRB), dan menjadi instrumen dalam membangun daerah tangguh bencana.

Demikian salah satu rumusan dari kegiatan Bimbingan Teknis dan Supervisi Publikasi Penyediaan Media Untuk Masyarakat Tangguh Bencana/Jurnalistik Kebencanaan, yang berlangsung di Batam, Rabu (1/6) hingga Jumat (3/6). Acara itu diselenggarakan oleh Direktorat Penanganan Daerah Rawan Bencana (PDRB), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Acara itu diikuti peserta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau dinas terkait, internal Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah tertentu (PDTu), jurnalis, dan unsur masyarakat peduli bencana.

Ferry Syahminan, Kasubdit PDRB Wilayah V, yang menjadi panitia kegiatan tersebut mengatakan, “Peran media terkait informasi tentang kejadia…