Posts

Showing posts from July 27, 2016

Jurnalisme Bencana: Urgensi dan Peningkatan Kesadaran Masyarakat

Image
Oleh: Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP

Peran media terkait informasi mengenai kejadian bencana sangat penting. Media, khususnya jurnalisme bencana, antara lain menyampaikan berita dan informasi soal bencana, baik pada tahap prabencana, saat bencana, maupun pasca bencana, kepada publik secara akurat, reliable, cepat, dan tepat.

Liputan (coverage) media terhadap bencana terbagi dalam liputan lokal, nasional, dan internasional. Liputan lokal sendiri terbagi dua: liputan daerah dan liputan provinsi. Media lokal dan nasional saat ini harus didorong agar mereka mampu memberitakan, tidak hanya informasi bencana yang berskala nasional dan internasional, tetapi juga yang berskala lokal.

Dalam konteks itu, Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) sangat mengharapkan adanya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat, agar dapat menyiapkan informasi dan pemberitaan kebencanaan yang terjadi di lingkungan …

Pentingnya Jurnalisme Kebencanaan untuk Mitigasi Bencana

Image
Oleh: Ardan Ardiansyah

Jurnalisme kebencanaan berperan penting dalam memberikan informasi yang akurat, proporsional, dan bersifat kondusif dalam memberitakan bencana. Jurnalisme kebencanaan diharapkan mendorong masyarakat untuk siap sebelum terjadinya bencana.

Ada tiga aspek yang bisa diliput media dari suatu bencana. Pertama, pra-bencana, yakni hal-hal yang ada sebelum terjadi bencana (persiapan warga atau instansi tertentu dalam mengantisipasi bencana ini biasanya jarang diliput). Kedua, saat bencana, yakni hal-hal ketika sedang terjadi bencana (biasanya ini yang diliput secara dramatis). Dan ketiga, pasca bencana, yakni hal-hal sesudah terjadi bencana (misalnya, pembangunan kembali daerah yang luluh lantak dilanda bencana, kembalinya pengungsi ke desa asalnya, dan sebagainya).

Masalahnya, jurnalisme yang banyak dipraktikkan di media massa saat ini adalah yang banyak memberitakan saat bencana, bahkan secara dramatis pula. Tetapi media tersebut kurang memberitakan hal-hal yang menya…

Pemindahan Nelayan Jawa ke Natuna untuk Penguatan Ekonomi dan Kedaulatan Nasional

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Pengembangan sosial-ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pulau terluar dan daerah perbatasan menjdi perhatian utama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT). Oleh karena itu, Kemendesa menaruh perhatian khusus pada rencana pemindahan nelayan dan 417 kapal pencari ikan dari pantai utara Jawa ke kepulauan Natuna, Provinsi Riau.

Latar belakang rencana atau gagasan ini adalah sering terjadinya pencurian ikan (illegal fishing) oleh nelayan-nelayan China di perairan Natuna. Pulau Natuna sudah diakui milik Indonesia. Namun di perairan sekitar Natuna, terutama yang menjadi bagian dari Laut China Selatan, terdapat potensi sengketa dengan China.

China mengklaim, perairan yang masuk dalam sembilan garis putus-putus di peta China adalah wilayah tradisional China (traditional fishing ground) berdasarkan “hak sejarah” China. Walaupun klaim China ini tidak didukung dan tidak sesuai dengan peraturan internasional manapun.

Pemerint…