Posts

Showing posts from September 16, 2016

Perang Proksi (Proxy War) Mengancam Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Apakah ada negara asing, yang akan menyerang Indonesia dengan kekuatan militer penuh, dalam beberapa tahun ke depan ini? Ini pertanyaan yang menantang bagi para ahli strategi militer. Namun, jawaban mereka untuk pertanyaan itu tampaknya adalah “tidak ada.” Perang terbuka secara militer antara Indonesia dengan negara tetangga tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Namun, dalam konsep perang modern, perang itu tidak harus dilakukan secara langsung antara dua pihak, dalam bentuk adu kekuatan persenjataan militer. Seperti, menggunakan tank, kapal perang, pesawat tempur, pesawat tanpa awak (drone), rudal, meriam, dan sebagainya. Perang yang lebih canggih justru tidak dilakukan secara langsung, tetapi meminjam tangan pihak lain atau pihak ketiga.

Salah satu wujud perang modern dengan melibatkan pihak ketiga itu adalah yang kita sebut perang proksi (proxy war). Perang proksi secara sederhana bisa diartikan sebagai “perang kepanjangan tangan.” Dalam perang…

Kelompok Abu Sayyaf: Kaum Separatis Idealis yang Jadi Tukang Culik

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Siapa tak kenal nama Abu Sayyaf? Bagi warga asing yang tinggal di kawasan Filipina selatan, nama kelompok Abu Sayyaf atau Jamaah Abu Sayyaf bisa menjadi momok yang menakutkan. Nama itu sudah identik dengan berbagai ancaman kejahatan: penculikan, penyanderaan, pemerasan, pembunuhan, dan bahkan aksi-aksi terorisme yang memakan korban warga sipil .

Kelompok Abu Sayyaf, yang berbasis di kepulauan Julu dan Basilan, Filipina selatan, semula adalah sempalan dari gerakan separatis Moro, yang ingin merdeka dari Filipina. Namun, karena kebutuhan ekonomi dan operasional, mereka akhirnya terpecah-pecah dan menjadi pelaku kriminal biasa, termasuk menculik orang asing untuk dimintai tebusan.

Pemberitaan media massa nasional selama bulan Maret sampai Mei 2016 telah diramaikan oleh kasus penculikan dan penyanderaan 14 warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf di wilayah Filipina Selatan. Berbagai kementerian dan lembaga pemerintah pun jadi sibuk dan heboh karena…

Maraknya Aksi Teror 2016 (dari Bom Thamrin Sampai Eropa)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tahun 2016 mungkin akan dikenang sebagai “tahun terorisme” atau tahun yang dipenuhi aksi-aksi terorisme. Berbagai aksi teror melanda dunia, mulai dari negara-negara di Timur Tengah yang selalu dipenuhi konflik berdarah, sampai ke negara yang relatif damai seperti Indonesia, bahkan sampai ke negara maju seperti Belgia, Jerman, dan Perancis.

Pada 14 Januari, teroris meledakkan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Delapan orang meninggal dunia. Terduga perencana aksi teror tersebut, Bahrun Naim, diyakini berafiliasi dengan kelompok ekstrem ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah) dan sudah berada di Suriah sejak 2014. Hingga Agustus 2016, sekitar 33.000 orang dari sedikitnya 100 negara diduga bergabung dengan ISIS.

Belakangan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada 5 Agustus telah menangkap lima orang terduga teroris pimpinan Gigih Rahmat Dewa di sejumlah lokasi di Batam. Kelompok ini diduga sebagai penyalur warga Indonesia dan asing di kawasan Asia yang hendak per…

Mewaspadai Media Sebagai “Pendukung” Aksi Terorisme

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Media massa tidak bisa dipisahkan dari aksi terorisme. Tanpa kehadiran media yang memublikasikan aksi teror kepada publik, terorisme akan kehilangan makna, karena tujuan aksi teror itu tidak akan tercapai. Jika teroris ingin menyampaikan pesan politik, memberi tekanan pada pemerintah, atau menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat, semua itu baru akan tercapai jika ada publikasi media.

Bahkan, karena sangat menyadari pentingnya peran media, kaum teroris tidak cuma mengandalkan pemberitaan dari media luar. Kaum teroris sendiri dan para pendukungnya, berkat kemajuan teknologi informasi dan jaringan Internet, dapat langsung memublikasikan sendiri aksi-aksi terornya melalui media online dan media sosial. Kelompok ekstrem ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), misalnya, secara sistematis menyebarkan aksi-aksinya di media Twitter, Youtube, Facebook, dan sebagainya.

Pelaku terorisme paham bagaimana memanfaatkan media untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya. Mer…

Revisi UU Antiterorisme dan Problem Deradikalisasi

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Bulan suci Ramadhan tahun ini, yang seharusnya ditutup dengan rasa syukur atas rahmat Allah SWT, dinodai dengan serangkaian serangan teroris di berbagai negara. Yang paling memakan korban adalah serangan bom di Baghdad, Irak, 3 Juli 2016, yang menewaskan 292 orang termasuk anak-anak. Serangkaian serangan lain dalam waktu yang berbeda terjadi di Turki, Banglades, dan Arab Saudi. Meskipun tidak memakan korban besar, serangan bom terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah.

Indonesia juga tidak kebal dari serangan teroris. Sesudah serangan bom Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada 14 Januari 2016, serangan bom bunuh diri terjadi dengan sasaran Markas Polresta Solo, Jalan Adisucipto, Solo, Jawa Tengah, 5 Juli 2016. Terduga pelaku pengeboman tewas dan satu petugas kepolisian yang mencoba menghalangi pelaku mengalami luka-luka. Pelaku diduga adalah anggota kelompok Abu Mush’ab yang ditangkap polisi di Bekasi, Jawa Barat, Desember 2015.

Berbagai serangan teror terakhir ini m…

Operasi Tinombala, Perburuan Teroris, dan Pelibatan TNI

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Santoso alias Abu Wardah sudah tewas. Gembong teroris terkemuka, yang menjadi buronan utama aparat gabungan Polri dan TNI selama berbulan-bulan dalam Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), itu akhirnya tumbang oleh timah panas aparat. Adalah tim Alfa 29, bagian dari Satuan Tugas Operasi Tinombala, yang berhasil menghabisi Santoso di hutan lebat pegunungan wilayah Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Tim yang beranggotakan sembilan prajurit Batalyon Infanteri 515/Para Raider TNI Angkatan Darat itu menemukan Santoso, bersama empat anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), setelah melacak jejaknya selama 13 hari. Mereka akhirnya berhasil menemukan gubuk tempat persembunyian Santoso sekitar pukul 17.00 WITA, 18 Juli 2016. Lalu terjadi baku tembak selama 1,5 jam yang membuat Santoso dan salah satu pengikutnya, Mukhtar alias Kahar, tewas. Sedangkan tiga anggota MIT lainnya sempat kabur. Pada 23 Juli, terduga istri Santoso,…

Semarak Indo Defence 2016 Sudah di Depan Mata

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tak terasa, kurang dari dua bulan lagi akan berlangsung Pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum. Ajang akbar yang dituan rumahi oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) ini diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama, yang sudah berpengalaman menyelenggarakan berbagai pameran perdagangan internasional.

Acara ini persisnya akan berlangsung pada 2-5 November di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta. Indo Defence adalah ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan dan keamanan internasional, yang digelar setiap dua tahun sekali sejak 2004. Tahun 2016, ini adalah untuk ketujuh kalinya diadakan. Persiapan pameran saat ini masih berlangsung dan pihak Napindo terus memantau perkembangan itu.

Indo Defence ini penyelenggaraannya akan dilaksanakan bersamaan dengan pameran Indo Aerospace feat Indo Helicopter dan Indo Marine 2016 Expo & Forum. Indo Aerospace 2016 Expo & Forum adalah pameran industri kedirgantaraan, yang s…

Konflik Laut China Selatan: Awas, China Mau Caplok Perairan Natuna

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Mimik wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak serius, ketika ia bersama rombongan mendarat di geladak kapal perang KRI Imam Bonjol, yang sedang berada di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Langit pada Kamis, 23 Juni 2016 itu tidak mendung, namun juga tidak sangat cerah. Mengenakan jaket abu-abu Angkatan Laut, Jokowi menatap peluncur roket anti-kapal selam RBU-6000, salah satu persenjataan utama yang terpasang di korvet kelas Parchim eks Jerman Timur itu.

Kedatangan Jokowi yang tidak biasa ini terjadi, tak lama sesudah insiden antara KRI Imam Bonjol dan 12 kapal nelayan China, yang tertangkap tangan mencuri ikan di ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) perairan Natuna, Jumat, 17 Juni 2016. Waktu itu KRI Imam Bonjol tengah berpatroli dan menerima laporan dari intai udara maritim, mengenai adanya 12 kapal ikan asing yang mencuri ikan.

Saat didekati, kapal-kapal asing itu bermanuver dan melarikan diri. KRI Imam Bonjol pun mengejar dan memberikan tembakan peri…