Posts

Showing posts from 2017

Apa Itu Sastra dan Bukan Sastra? (Perdebatan di FB grup Apresiasi Sastra, Nov 2017)

Image
(Catatan perdebatan Denny JA, Saut Situmorang, Malkan Junaidi, Ujianto Dewa, dan lain-lain di FB grup Apresiasi Sastra)
Oleh: Satrio Arismunandar


Perdebatan tentang isu-isu sastra di kalangan para sastrawan dan penikmat karya-karya sastra adalah hal biasa, malah bisa berarti positif. Termasuk perdebatan tentang hal yang paling mendasar dalam sastra, yaitu merumuskan konsep apa itu “sastra” dan “bukan sastra.”

Beberapa waktu lalu, salah seorang seniman yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan pembuat lagu, Bob Dylan, memenangkan penghargaan Nobel di bidang Sastra. Dylan memang punya karya berbentuk novel dan buku puisi, namun dia memenangkan penghargaan Nobel justru karena lirik-lirik lagunya itu. Artinya, lirik lagu Bob Dylan pun oleh panitia Nobel dianggap sebagai “sastra.”

Politisi terkemuka Inggris, Winston Churchill mendapatkan Nobel Sastra karena buku reportase perang dan pidatonya, yang dianggap bernilai sastra. Oleh karena itu, rumusan tentang apa itu “sastra” dan “bukan sastra”…

Perdebatan “Film Sebagai Sastra” di FB grup Apresiasi Sastra -Nov 2017

Image
Denny JA
Ini sampul novel House of Cards yang menjadi basis serial drama dengan judul yang sama: 5 seasons @13 episode yang saya review dalam 6 tulisan. (Menjawab permintaan Admin).
Saya berpandangan film yang berbasiskan karya sastra (a.l:novel), apalagi mendapatkan begitu banyak penghargaan (33 nominasi prime time Emmy Award) juga karya sastra. Mengulas film itu sama dengan mengulas karya sastra.
Jika ada tak setuju dengan pandangan itu boleh saja. Interpretasi atas agama saja boleh beragam. Interpretasi atas apa itu karya sastra tentu boleh juga beragam.
Bahkan kini penulis lagupun: Bob Dylan mendapatkan nobel sastra. Lagu juga karya sastra. Yang tak setuju bahwa lagu itu karya sastra silahkan mendebat panitia nobel sastra😁 Definisi terhadap konsep selalu bergerak sesuai dengan perkembangan zaman.
Jika ada yang mengkritik mengulas film bukan bagian dari percakapan sastra silahkan kritik isi kepalanya sendiri mengapa begitu sempit mengartikan sastra.😁
Denny JA
Silahkan admin ambil…

Cover untuk Steemit

Image

Foto untuk Steemit

Image

Program Reklamasi Berkelanjutan di Bekas Pertambangan Timah Bangka

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

PT Refined Bangka Tin (RBT) pada 15 Agustus 2017 meluncurkan Program Reklamasi Berkelanjutan “Green for Good”. Ini adalah program konservasi lahan bekas penambangan timah, untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Demikian laporan wartawan indonesiamandiri.id dari Bankza bdelitung.

Program ini melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, aparat keamanan, LSM, serta organisasi nasional dan International. Program ini juga bertujuan memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang.

Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia, yang menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education.

Eco-education mengajarkan cara bertani serta menjaga lingkungan yang baik kepada masyarakat setempat. RBT juga ingin memastikan, semua akti…

Puisi - Pendusta Agama dan Pemulia Agama

Oleh: Satrio Arismunandar

Tahukah engkau
Siapa sesungguhnya
yang disebut pendusta agama itu?
Orang yang menghardik anak yatim
Yang tidak mendorong orang
untuk memberi makan orang miskin

Rumusan yang sangat sederhana
mudah dipahami
tidak sulit dimengerti
sekaligus juga sangat konkret
Mungkin ini kehendak Tuhan
agar kita manusia mudah menerapkannya

Tuhan tak ingin kita berdalih
di balik kerumitan kalimat dan kata-kata
Tuhan tak ingin kita lari menghindar
dari tanggung jawab moral di depan mata
Tuhan tak ingin kita beralasan
untuk tidak melakukan apa-apa
karena manusia dinilai dari perbuatannya

Jika tak mendorong orang
untuk memberi makan orang miskin
itu kau sebut mendustai agama
Sebutan apa yang kau berikan
untuk orang yang membuat warga jadi miskin?

Orang yang memanipulasi warga bodoh
dan bukan mencerdaskannya
Menyuruh warga melakukan ini-itu
sementara yang menyuruh tidak menjalankan suruhannya
Menindas warga lemah
dan bukan memberdayakannya

Merampas hak-hak warga
yang sudah hampi…

Upaya Memperbarui Demokrasi Pancasila (Tanggapan buat Denny JA)

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sesudah sekian lama kita tidak bicara tentang ideologi, apalagi ideologi yang secara spesifik kita namai “Demokrasi Pancasila,” rasanya menyegarkan membaca bahwa Denny JA mengangkat lagi topik ini. Apapun latar belakangnya, karena isu ini bersifat cukup strategis bagi masa depan bangsa, inisiatif Denny patut kita apresiasi.

Dulu pernah ada polemik cukup ramai. Tidak persis tentang ideologi Demokrasi Pancasila, tetapi tentang sesuatu yang lebih operasional atau turunan dari ideologi, yakni sistem “Ekonomi Pancasila.” Topik ini muncul dan dipelopori oleh ekonom senior UGM, Prof. Dr. Mubyarto. Namun, para ekonom dari UI, yang cukup dominan di pemerintahan Orde Baru waktu itu, tampaknya tidak cukup mengapresiasi gagasan Mubyarto.

Inisiatif Denny tidak muncul dari awang-awang, namun bersentuhan dengan konteks aktualitas, yakni Pilkada DKI Jakarta 2017 yang baru saja berlalu. Pilkada yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai Pilkada yang paling brutal, vulgar, ka…

Arvan Pradiansyah Merombak Mitos Kebahagiaan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kebahagiaan akan muncul setelah kita mencapai kesuksesan. Demikianlah pendapat yang diyakini masyarakat umum selama berabad-abad. Namun, itu sebenarnya cuma mitos. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Orang yang bahagia akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan orang yang tidak bahagia.

Hal itu diungkapkan Arvan Pradiansyah. Arvan adalah happiness inspirer (penginspirasi kebahagiaan), pembicara publik, konsultan, fasilitator, dan kolumnis di beberapa media massa nasional. Pandangan Arvan itu didukung hasil riset ilmiah, bukan asal-asalan.

Lewat pandangan-pandangannya yang bersifat terobosan, tanpa banyak gembar-gembor, sosok yang satu ini diam-diam telah masuk ke jajaran motivator papan atas di Indonesia. Keahlian Arvan nyatanya telah dimanfaatkan oleh tak kurang dari 300 perusahaan ternama di Indonesia.

Arvan juga senantiasa menyebarkan inspirasi dan motivasi melalui radio. Ia adalah narasumber tetap untuk talk show Smart Happiness, yang disiar…

Laksdya TNI Widodo, Pertama Kali Naik Kapal Perang Jadi Mabuk Laut

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sejak kecil bercita-cita menjadi guru, namun perjalanan hidup justru membawanya menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (2015-2016), dan terakhir menjabat Sekjen Kementerian Pertahanan RI. Itulah yang dialami Laksamana Madya TNI Widodo, S.E, M.Sc. Pada Februari 2017, Widodo juga melengkapi karirnya dengan menyelesaikan studi S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Lahir di Malang, Jawa Timur, 30 Juni 1959, Widodo adalah putra seorang prajurit TNI AD. Lulusan AAL 1983 ini membuat sejarah, dengan menjadi perwira TNI AL pertama yang menjabat Sekjen Kemhan. Selama ini hanya perwira TNI AD dan TNI AU yang pernah memegang jabatan itu. Berbagai penugasan dan pendidikan kemiliteran telah dilalui Widodo, termasuk Seskoal (1998), Sesko TNI (2002), dan PPSA Lemhannas (2011).

Widodo yang berpenampilan kalem ini adalah pelaut andal. Namun diakuinya, ketika pertama kali naik kapal perang, ia mabuk laut dan muntah-munta…

Geliat Industri Pertahanan Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menyaksikan pameran industri pertahanan dan keamanan, Indo Defence 2016 Expo & Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, terasa sangat penting. Hal ini bukan saja karena kita bisa memantau perkembangan produk-produk industri pertahanan terbaru dari luar, tetapi yang tak kalah penting adalah kita bisa melihat geliat industri pertahanan dan keamanan di dalam negeri. Mereka ternyata tetap bertahan, bahkan terus berkembang.

Pada ajang Indo Defence, yang berlangsung pada 2-5 November 2016, hadir sejumlah industri pertahanan dalam negeri. Antara lain: PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Len Industri, PT. Dok Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT. Krakatau Steel, PT. Industri Kapal Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Barata Indonesia, PT. Boma Bisma Indra, PT. Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dahana, PT. Industri Nuklir Indonesia, PT. Maju Mapan, PT. Sari Bahari, PT. Garda Persada, PT. Farin Industri Nusantara, PT. Palindo Marine …