Posts

Showing posts from January, 2017

Mengantisipasi Kebijakan Militer AS di Bawah Trump

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kemenangan pengusaha Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, 8 November 2016, menimbulkan goncangan di seluruh dunia. Sungguh di luar dugaan bahwa tokoh yang sering mengeluarkan pernyataan bernada rasis, memojokkan kaum minoritas, bahkan melecehkan kaum perempuan, bisa terpilih menjadi presiden sebuah negara adikuasa dengan selisih suara signifikan.

Dalam bidang ekonomi, masyarakat dunia merasa was-was dengan ketidakpastian kebijakan Trump. Dalam berbagai pernyataannya selama kampanye, Trump cenderung mendukung kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis. Ini bukan berita bagus bagi penganjur perdagangan bebas.

Namun, karena Trump belum resmi menjabat Presiden AS, masyarakat dunia bersikap menunggu sampai ada rincian dan kejelasan lebih lanjut. Meski begitu, dalam isu pertahanan, kemiliteran, dan persenjataan, arah kebijakan Trump tampaknya cukup jelas.

Sebagai negara besar dan adidaya dengan anggaran militer terbesar di dunia, dan sejarah …

Fokus Jokowi 2017: Mengatasi Ketimpangan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Seumpama kapal besar, yang mengubah haluan sesudah berlayar hampir separuh perjalanan, pemerintah Presiden Joko Widodo telah mengubah strategi dan kebijakan untuk 2017, ketika memasuki tahun ketiga jalannya pemerintahan. Pemerintah mengakui, ada kebijakan yang kurang tepat sehingga harus diubah. Perubahan itu adalah dengan menekankan pada upaya mendorong dan menggerakkan ekonomi rakyat, untuk mengatasi ketimpangan dan kesenjangan pendapatan.

Kondisi ketimpangan ini memang cukup serius. Indonesia pada akhir 2016 adalah negara dengan tingkat ketimpangan pengeluaran terburuk ke-4 sedunia. Hal ini membuktikan, model pembangunan Indonesia selama ini gagal mewujudkan keadilan sosial, yang dicita-citakan sejak proklamasi kemerdekaan.

Ketimpangan yang terjadi di Indonesia meliputi empat aspek sekaligus, yaitu: sektor, pelaku usaha, individu, dan wilayah. Sektor yang menyerap tenaga kerja banyak justru tumbuh rendah. Sedangkan, sektor yang sedikit menyerap tenaga ker…

Dana Haji untuk Membangun Infrastruktur

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Program pembangunan infrastruktur secara masif, yang menjadi salah satu ciri pemerintahan Presiden Joko Widodo, membutuhkan dukungan dana yang besar. Pilihan strategi ini sudah di jalur yang benar. Namun, melambatnya pertumbuhan ekonomi global, yang berdampak pada kondisi perekonomian nasional, menyebabkan realisasi proyek-proyek infrastruktur itu tidak mudah.

Postur APBN 2017 menunjukkan adanya defisit yang cukup mengkhawatirkan. Pada postur APBN 2017, pendapatan dianggarkan sebesar Rp 1.750,3 triliun dan belanja Rp 2.080,5 triliun. Ada defisit sebesar Rp 330,2 triliun yang akan ditutup dengan utang. Defisit ini bisa semakin besar, jika pendapatan ternyata tidak bisa direalisasikan sesuai rencana.

Dari anggaran belanja itu, sebesar Rp 764,9 triliun dialokasikan sebagai dana transfer ke daerah dan dana desa, dengan tujuan memperkuat desentralisasi fiskal. Salah satu realisasinya, percepatan pembangunan infrastruktur dasar. Asumsinya, infrastruktur yang buruk …

Kisah-kisah Kejujuran Menkeu Mar’ie Muhammad, Sang “Mister Clean”

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sebagai Menteri Keuangan era Orde Baru, pada pertengahan 1990-an, Mar’ie Muhammad suatu saat melakukan kunjungan kerja ke sebuah BUMN kehutanan di Sumatera. Malam sebelum rapat, seorang staf perusahaan mengantarkan cek senilai Rp 400 juta ke kamar hotel tempat Mar’ie menginap.

“Itu uang apa?” tanya Mar’ie.
“Itu bonus untuk bapak (sebagai komisaris yang mewakili pemerintah). Sebab laba perusahaan tahun ini sangat baik,” jawab si staf.
“Oh, taruh di meja itu.”
Besok paginya, Komisaris Mar’ie hadir di rapat BUMN tersebut, mendengarkan paparan tentang kondisi keuangan perusahaan dengan terinci.

Sebagai akuntan tangguh, Mar’ie bertanya macam-macam detail kinerja finansial kepada direksi, yang melaporkan dengan gembira tentang bagusnya kinerja bisnis perusahaan. Pertanyaan-pertanyaan akuntansi Mar’ie tajam dan gamblang, membuat direksi kewalahan, dan akhirnya sampai pada kesimpulan: perusahan tahun ini sebetulnya rugi, bukan untung.

“Kalau rugi seperti ini, kenapa …

Tentang Demokrasi Kita yang Belum Substansial

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Gerakan reformasi 1998 telah menghadirkan nilai-nilai baru, yakni nilai-nilai demokrasi, yang diimplementasikan dalam wujud transformasi Indonesia. Proses transformasi itu dilakukan tidak sembarangan, tetapi seharusnya dilakukan secara terukur, sistematik, dan terarah, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam menjalankan transformasi itu, faktor kepemimpinan sangat penting. Presiden sepatutnya menjalankan Kepemimpinan Demokratis (democratic leadership), yang dalam penerapannya mencakup pengelolaan konflik, mengingat begitu banyak aspirasi dan kepentingan dari bangsa yang beragam ini. Dalam kepemimpinan demokratis, pemimpin bukan segalanya, tetapi justru sistem yang harus berjalan. Pemerintahan tidak boleh tergantung pada person. Kekuasaan tidak boleh memusat pada person seperti di zaman Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Sementara itu konsolidasi demokrasi di Indonesia terus berlanjut, berbagai lembaga-lembaga demokrasi terus disempurnakan dan dib…

Iko Uwais, Aktor Laga yang Mendunia Lewat Silat

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Bagi penggemar film laga, nama Iko Uwais sudah tak asing lagi. Berbekal keahlian pencak silatnya, aktor sekaligus koreografer atau penata laku adegan laga ini bukan bukan cuma tenar di skala nasional, tetapi sudah mendunia. Ini antara lain berkat kesuksesan film “Merantau” dan “The Raid” yang dibintanginya.

Uwais Qorny, atau lebih dikenal sebagai Iko Uwais, lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Pada usia 33 tahun, bintangnya sudah melejit sebagai aktor, koreografer film, dan atlet pencak silat Indonesia. Ia memulai debutnya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan Minangkabau dalam film “Merantau” (2009).

Dibesarkan di lingkungan Betawi, sejak berusia 10 tahun Iko sudah belajar seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat. Ia belajar di perguruan asuhan pamannya, Tiga Berantai, yang beraliran silat Betawi. Pada 2003, Iko meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Pada 2005, ia menjadi pesilat terbaik dalam …