Posts

Showing posts from February, 2017

Arvan Pradiansyah Merombak Mitos Kebahagiaan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kebahagiaan akan muncul setelah kita mencapai kesuksesan. Demikianlah pendapat yang diyakini masyarakat umum selama berabad-abad. Namun, itu sebenarnya cuma mitos. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Orang yang bahagia akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan orang yang tidak bahagia.

Hal itu diungkapkan Arvan Pradiansyah. Arvan adalah happiness inspirer (penginspirasi kebahagiaan), pembicara publik, konsultan, fasilitator, dan kolumnis di beberapa media massa nasional. Pandangan Arvan itu didukung hasil riset ilmiah, bukan asal-asalan.

Lewat pandangan-pandangannya yang bersifat terobosan, tanpa banyak gembar-gembor, sosok yang satu ini diam-diam telah masuk ke jajaran motivator papan atas di Indonesia. Keahlian Arvan nyatanya telah dimanfaatkan oleh tak kurang dari 300 perusahaan ternama di Indonesia.

Arvan juga senantiasa menyebarkan inspirasi dan motivasi melalui radio. Ia adalah narasumber tetap untuk talk show Smart Happiness, yang disiar…

Laksdya TNI Widodo, Pertama Kali Naik Kapal Perang Jadi Mabuk Laut

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sejak kecil bercita-cita menjadi guru, namun perjalanan hidup justru membawanya menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (2015-2016), dan terakhir menjabat Sekjen Kementerian Pertahanan RI. Itulah yang dialami Laksamana Madya TNI Widodo, S.E, M.Sc. Pada Februari 2017, Widodo juga melengkapi karirnya dengan menyelesaikan studi S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Lahir di Malang, Jawa Timur, 30 Juni 1959, Widodo adalah putra seorang prajurit TNI AD. Lulusan AAL 1983 ini membuat sejarah, dengan menjadi perwira TNI AL pertama yang menjabat Sekjen Kemhan. Selama ini hanya perwira TNI AD dan TNI AU yang pernah memegang jabatan itu. Berbagai penugasan dan pendidikan kemiliteran telah dilalui Widodo, termasuk Seskoal (1998), Sesko TNI (2002), dan PPSA Lemhannas (2011).

Widodo yang berpenampilan kalem ini adalah pelaut andal. Namun diakuinya, ketika pertama kali naik kapal perang, ia mabuk laut dan muntah-munta…

Geliat Industri Pertahanan Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menyaksikan pameran industri pertahanan dan keamanan, Indo Defence 2016 Expo & Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, terasa sangat penting. Hal ini bukan saja karena kita bisa memantau perkembangan produk-produk industri pertahanan terbaru dari luar, tetapi yang tak kalah penting adalah kita bisa melihat geliat industri pertahanan dan keamanan di dalam negeri. Mereka ternyata tetap bertahan, bahkan terus berkembang.

Pada ajang Indo Defence, yang berlangsung pada 2-5 November 2016, hadir sejumlah industri pertahanan dalam negeri. Antara lain: PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Len Industri, PT. Dok Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT. Krakatau Steel, PT. Industri Kapal Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Barata Indonesia, PT. Boma Bisma Indra, PT. Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dahana, PT. Industri Nuklir Indonesia, PT. Maju Mapan, PT. Sari Bahari, PT. Garda Persada, PT. Farin Industri Nusantara, PT. Palindo Marine …

Belarus Tawarkan Modifikasi BTR-50 dan PT-76

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ada negara yang tampil dengan produk unik di pameran industri pertahanan Indo Defence, 2-5 November 2016, yaitu Belarus. Negara bekas pecahan Uni Soviet ini menawarkan produk persenjataan yang sangat relevan dengan Indonesia, karena TNI sudah pernah memilikinya. Yaitu, jenis panser dan tank buatan era Uni Soviet dulu.

Yang ditawarkan Belarus tentu bukan panser dan tank kuno, namun panser dan tank yang sudah mengalami modifikasi, modernisasi, dan ditingkatkan kecanggihan dan keampuhannya. Panser dan tank itu, di antaranya, adalah kendaraan lapis baja amfibi pengangkut pasukan BTR-50PKM dan tank amfibi ringan PT-76M.

Perusahaan Belarus yang menangani modernisasi itu adalah Minotor-Service. Minotor-Service melakukan program perpanjangan masa dinas yang dikembangkan khusus untuk BTR-50PK dan wahana-wahana dengan chassis setara (PT-76, BTR-50PU). Tujuannya adalah untuk meningkatkan mobilitas, ergonomi, dan kemudahan untuk perbaikan. Kendaraan lapis baja yang suda…

Persaingan AS-Rusia di Indo Defence 2016

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Terselenggaranya pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional, Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, telah mengangkat persaingan antara industri pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Rusia, dalam memperebutkan pasar bagi produk-produknya di Indonesia.

Indo Defence, yang berlangsung pada 2-5 November 2016, adalah ajang promosi bagi produsen peralatan sektor pertahanan dan keamanan internasional. Tahun ini ada 844 peserta dari 45 negara, yang ikut dalam pameran dua tahunan tersebut. Seluruh peserta berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri.

Instansi pemerintah juga ikut ambil bagian dalam pameran ini. Antara lain: Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan SAR Nasional, BPPT, LIPI, LAPAN, TNI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perindustrian.

Perusahaan asing yang ikut memamerkan produknya, antara lain: Airbus, Arsenal, Avibraz, Brahmos Aerospace, Beretta Defence Technologies, Boeing Def…

Honeywell Mencuri Perhatian di Indo Defence

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Dari sekian banyak produsen peralatan pertahanan yang tampil di pameran industri pertahanan dan keamanan, Indo Defence 2016 Expo & Forum, Honeywell berhasil mencuri perhatian pengunjung. Perusahaan global terkemuka, yang termasuk dalam Fortune 100 itu, menghadirkan produk-produk berkualitasnya di pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 2-5 November 2016.

Nama pabrik pesawat terbang Boeing mungkin lebih dikenal oleh publik, namun banyak yang tidak menyadari bahwa produk-produk Honeywell terpasang di hampir semua pesawat penumpang komersial Boeing. Honeywell beroperasi dalam empat bisnis: kedirgantaraan (aerospace); teknologi rumah dan bangunan (home and building technologies); solusi keselamatan dan produktivitas (safety and productivity solutions); dan teknologi dan material kinerja (performance materials and technologies).

Di Indonesia, teknologi kedirgantaraan Honeywell sudah banyak digunakan untuk penerbangan sipil, bisnis dan komersial,…

Indo Defence dan Komitmen Anggaran Pertahanan RI

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ekonomi dunia boleh melesu, namun bisnis senjata tetap hidup, bahkan cukup bergairah. Potensi industri pertahanan untuk terus tumbuh masih besar. Apalagi di sejumlah titik panas kawasan Timur Tengah, seperti Irak dan Suriah, masih terjadi perang sengit. Sedangkan di kawasan Asia sendiri, konflik Laut China Selatan (LCS) masih menyisakan ketegangan, yang bisa tergelincir ke konflik militer.

Produsen senjata memang sedang mengincar pasar Asia, salah satunya Indonesia. Ketegangan di Asia seperti sengketa LCS memicu naiknya anggaran belanja militer di negara-negara terkait. Ketika penerbangan komersial mulai goyah akibat kelesuan ekonomi, pemesanan pesawat militer malah mencatat rekor terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini adalah kombinasi dari siklus belanja persenjataan, ditambah dengan meningkatnya ketegangan regional dan ketakutan.

Itulah kesan yang terlihat, dengan terselenggaranya pameran industri pertahanan dan keamanan berskala interna…

Konsep “Different is Better” untuk Produk Lenovo

Image
Saat ini berbagai perusahaan ternama kelas dunia, dalam upaya membangun, mempertahankan, atau menguatkan brand-nya, harus punya konsep yang matang dalam mengemas produk-produknya. Itulah yang dilakukan Lenovo, merk PC ternama di dunia, dengan konsep “Different is Better.”

“Different is Better” berakar dari sejarah Lenovo sendiri, yang mengawali jejaknya dari sebuah bungalow kecil di Beijing sampai berdiri di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Lini produk Lenovo yang beragam –untuk berbagai macam segmen-– menunjukkan bagaimana Lenovo berinovasi dan melakukan hal dengan berbeda.

Inovasi membantu perusahaan tersebut untuk terus meningkatkan serta menyempurnakan bisnisnya. Inovasi ini bukan hanya dalam produk dan teknologinya, tapi juga dalam menyusun strategi, eksekusi, hingga menentukan model bisnis perusahaan.

“Different is Better” sangat fokus pada inovasi, fokus yang sangat besar juga dalam memperhatikan apa yang pelanggan lakukan. Hal ini membuat produk yang dihasilkan bukan …

Merintis Stasiun TV Islam dan TV Muhammadiyah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menyikapi berbagai pemberitaan tentang aksi massa, yang melibatkan jutaan umat Islam belum lama ini di Jakarta, ada pandangan bahwa pemberitaan tentang hal-hal yang terkait dengan kepentingan dan aspirasi keislaman kurang mendapat porsi yang memadai di media arus utama. Kadang-kadang berita itu bukan saja tidak proporsional, tetapi juga kurang akurat dan bias.

Umat Islam Indonesia memang disadari belum memiliki media massa yang mapan dan kuat, yang dianggap bisa menyalurkan aspirasi keislaman secara penuh. Oleh karena itu di sejumlah ormas, bahkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI), muncul wacana tentang perlunya umat Islam memiliki stasiun TV tersendiri.

Mendirikan stasiun TV sendiri itu tidak mudah dan tidak murah. Investasi tanah, bangunan studio, dan peralatan siaran berteknologi tinggi bisa memakan anggaran ratusan miliar rupiah, bahkan bisa masuk ke triliun rupiah. Selain itu, ada kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak mudah diperoleh, buat mengop…

Taruna Ikrar, Sang Ilmuwan Neurosains

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tidak banyak ilmuwan Indonesia yang menggeluti neurosains. Dari yang sedikit ilmuwan itu, Prof. dr. Taruna Ikrar MS, MPharm, PhD adalah salah satu yang terkemuka. Pria kelahiran Makassar, 15 April 1969 ini adalah dokter, ilmuwan bidang farmasi, jantung, dan saraf. Ia menjadi peneliti utama neurosains di University of California, Irvine, Amerika Serikat (AS).

Taruna Ikrar dilahirkan di daerah pesisir pantai di Kota Makassar dari orang tua yang berprofesi sebagai guru. Anak ke-5 dari 10 bersaudara ini sejak kecil sudah bercita-cita menjadi dokter. Setamat SMA, ia mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.

Setelah menempuh pendidikan di sana, ia melanjutkan pendidikan Master Farmakologi (M. Pharm) di Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa dari pemerintahan Jepang (Mombukagakusho) untuk meneruskan pendidikan Ph.D. dengan spesialisasi penyakit jantung di Universitas Niigata, Jepang. Selanjutnya pada 2008, ia kembali melanjutkan progr…

Ima Matul Maisaroh, Mantan “Budak” yang Melawan Mafia Perdagangan Manusia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Perjalanan hidup manusia memang tidak terduga. Siapa nyana seorang gadis 17 tahun asal Malang, Jawa Timur, yang dijual dan dijadikan “budak” di Amerika Serikat (AS), akhirnya bisa bebas. Bahkan ia lalu bangkit dan menjadi aktivis anti perdagangan manusia di negeri Paman Sam tersebut.

Gadis itu adalah Ima Matul Maisaroh. Lahir di Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 20 Maret 1980, Ina menjalani pahit getir kehidupan yang luar biasa. Pengalaman itu berawal pada 1997, ketika ia ditawari pekerjaan sebagai pramuwisma di AS dari seorang warga AS yang memiliki saudara di Malang.

Latar belakang pendidikan Ima adalah SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang. Ia sempat mengenyam pendidikan di SMA, tetapi cuma sampai kelas I.

Ima dijanjikan gaji 150 dollar AS (sekitar Rp 600 ribu, berdasarkan kurs saat itu). Jumlah itu cukup besar menurut ukuran tahun 1997, apalagi latar belakang pendidikan Ima cuma jebolan kelas I SMA. Waktu …

Zaskia Gotik dan Pencarian Kebenaran di Media

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Mencari kebenaran di media massa, apalagi di media sosial, saat ini ibarat mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami. Sangat sulit. Bermacam ragam informasi dari berbagai sumber ada di sana. Semua orang bisa mengakses informasi, dan pada saat yang sama juga bisa mengunggah dan menyebarkan informasi.

Kita adalah konsumen, sekaligus produser informasi. Tak heran, di era internet ini, kita tidak kekurangan informasi, tetapi justru bingung dan megap-megap karena berlimpahnya informasi. Sedangkan gunungan informasi itu tercampur baur, antara informasi yang punyai nilai tertentu dan informasi yang cuma bernilai sampah.

Dibutuhkan keahlian tertentu untuk bisa memilah-milah, mana informasi yang benar, informasi setengah benar, dan mana informasi yang bohong. Sayangnya, mayoritas konsumen informasi di media tidak memiliki cukup keterampilan untuk memilah informasi. Maka sebagian besar mereka betul-betul menjadi “korban” informasi, manakala mereka menelan bulat-bulat…