Posts

Showing posts from February 7, 2017

Konsep “Different is Better” untuk Produk Lenovo

Image
Saat ini berbagai perusahaan ternama kelas dunia, dalam upaya membangun, mempertahankan, atau menguatkan brand-nya, harus punya konsep yang matang dalam mengemas produk-produknya. Itulah yang dilakukan Lenovo, merk PC ternama di dunia, dengan konsep “Different is Better.”

“Different is Better” berakar dari sejarah Lenovo sendiri, yang mengawali jejaknya dari sebuah bungalow kecil di Beijing sampai berdiri di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Lini produk Lenovo yang beragam –untuk berbagai macam segmen-– menunjukkan bagaimana Lenovo berinovasi dan melakukan hal dengan berbeda.

Inovasi membantu perusahaan tersebut untuk terus meningkatkan serta menyempurnakan bisnisnya. Inovasi ini bukan hanya dalam produk dan teknologinya, tapi juga dalam menyusun strategi, eksekusi, hingga menentukan model bisnis perusahaan.

“Different is Better” sangat fokus pada inovasi, fokus yang sangat besar juga dalam memperhatikan apa yang pelanggan lakukan. Hal ini membuat produk yang dihasilkan bukan …

Merintis Stasiun TV Islam dan TV Muhammadiyah

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menyikapi berbagai pemberitaan tentang aksi massa, yang melibatkan jutaan umat Islam belum lama ini di Jakarta, ada pandangan bahwa pemberitaan tentang hal-hal yang terkait dengan kepentingan dan aspirasi keislaman kurang mendapat porsi yang memadai di media arus utama. Kadang-kadang berita itu bukan saja tidak proporsional, tetapi juga kurang akurat dan bias.

Umat Islam Indonesia memang disadari belum memiliki media massa yang mapan dan kuat, yang dianggap bisa menyalurkan aspirasi keislaman secara penuh. Oleh karena itu di sejumlah ormas, bahkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI), muncul wacana tentang perlunya umat Islam memiliki stasiun TV tersendiri.

Mendirikan stasiun TV sendiri itu tidak mudah dan tidak murah. Investasi tanah, bangunan studio, dan peralatan siaran berteknologi tinggi bisa memakan anggaran ratusan miliar rupiah, bahkan bisa masuk ke triliun rupiah. Selain itu, ada kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang tidak mudah diperoleh, buat mengop…

Taruna Ikrar, Sang Ilmuwan Neurosains

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Tidak banyak ilmuwan Indonesia yang menggeluti neurosains. Dari yang sedikit ilmuwan itu, Prof. dr. Taruna Ikrar MS, MPharm, PhD adalah salah satu yang terkemuka. Pria kelahiran Makassar, 15 April 1969 ini adalah dokter, ilmuwan bidang farmasi, jantung, dan saraf. Ia menjadi peneliti utama neurosains di University of California, Irvine, Amerika Serikat (AS).

Taruna Ikrar dilahirkan di daerah pesisir pantai di Kota Makassar dari orang tua yang berprofesi sebagai guru. Anak ke-5 dari 10 bersaudara ini sejak kecil sudah bercita-cita menjadi dokter. Setamat SMA, ia mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar.

Setelah menempuh pendidikan di sana, ia melanjutkan pendidikan Master Farmakologi (M. Pharm) di Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa dari pemerintahan Jepang (Mombukagakusho) untuk meneruskan pendidikan Ph.D. dengan spesialisasi penyakit jantung di Universitas Niigata, Jepang. Selanjutnya pada 2008, ia kembali melanjutkan progr…

Ima Matul Maisaroh, Mantan “Budak” yang Melawan Mafia Perdagangan Manusia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Perjalanan hidup manusia memang tidak terduga. Siapa nyana seorang gadis 17 tahun asal Malang, Jawa Timur, yang dijual dan dijadikan “budak” di Amerika Serikat (AS), akhirnya bisa bebas. Bahkan ia lalu bangkit dan menjadi aktivis anti perdagangan manusia di negeri Paman Sam tersebut.

Gadis itu adalah Ima Matul Maisaroh. Lahir di Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada 20 Maret 1980, Ina menjalani pahit getir kehidupan yang luar biasa. Pengalaman itu berawal pada 1997, ketika ia ditawari pekerjaan sebagai pramuwisma di AS dari seorang warga AS yang memiliki saudara di Malang.

Latar belakang pendidikan Ima adalah SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kanigoro, Pagelaran, Kabupaten Malang. Ia sempat mengenyam pendidikan di SMA, tetapi cuma sampai kelas I.

Ima dijanjikan gaji 150 dollar AS (sekitar Rp 600 ribu, berdasarkan kurs saat itu). Jumlah itu cukup besar menurut ukuran tahun 1997, apalagi latar belakang pendidikan Ima cuma jebolan kelas I SMA. Waktu …

Zaskia Gotik dan Pencarian Kebenaran di Media

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Mencari kebenaran di media massa, apalagi di media sosial, saat ini ibarat mencari sebuah jarum dalam tumpukan jerami. Sangat sulit. Bermacam ragam informasi dari berbagai sumber ada di sana. Semua orang bisa mengakses informasi, dan pada saat yang sama juga bisa mengunggah dan menyebarkan informasi.

Kita adalah konsumen, sekaligus produser informasi. Tak heran, di era internet ini, kita tidak kekurangan informasi, tetapi justru bingung dan megap-megap karena berlimpahnya informasi. Sedangkan gunungan informasi itu tercampur baur, antara informasi yang punyai nilai tertentu dan informasi yang cuma bernilai sampah.

Dibutuhkan keahlian tertentu untuk bisa memilah-milah, mana informasi yang benar, informasi setengah benar, dan mana informasi yang bohong. Sayangnya, mayoritas konsumen informasi di media tidak memiliki cukup keterampilan untuk memilah informasi. Maka sebagian besar mereka betul-betul menjadi “korban” informasi, manakala mereka menelan bulat-bulat…

KSAU Baru, Pesawat Tempur Baru

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Presiden Joko Widodo akhirnya melantik Marsekal Madya Hadi Tjahjanto sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) yang baru, sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi Marsekal pada 18 Januari 2017. Beban tugas berat sudah menunggu Hadi. Yakni, meminimalkan kecelakaan pesawat TNI AU yang belum lama ini cukup sering terjadi, serta mengawal pengadaan pesawat-pesawat tempur baru.

Tak kurang dari sejumlah pengamat dan anggota DPR, yang mengingatkan Hadi untuk segera melakukan evaluasi terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hal ini karena banyaknya insiden yang terjadi di TNI AU. Harus ada evaluasi menyeluruh, mulai dari proses perencanaan sampai pengadaan, agar ke depan tak ada lagi insiden pesawat TNI jatuh.

Hal ini penting, karena di bawah kepemimpinan Hadi, mungkin dalam waktu tak lama TNI AU akan menerima berbagai alutsista baru. Khususnya pesawat tempur baru untuk menggantikan armada pesawat F-5E Tiger II, warisan era Presiden Soeharto, yang sudah…