Posts

Showing posts from February 15, 2017

Arvan Pradiansyah Merombak Mitos Kebahagiaan

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Kebahagiaan akan muncul setelah kita mencapai kesuksesan. Demikianlah pendapat yang diyakini masyarakat umum selama berabad-abad. Namun, itu sebenarnya cuma mitos. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Orang yang bahagia akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan orang yang tidak bahagia.

Hal itu diungkapkan Arvan Pradiansyah. Arvan adalah happiness inspirer (penginspirasi kebahagiaan), pembicara publik, konsultan, fasilitator, dan kolumnis di beberapa media massa nasional. Pandangan Arvan itu didukung hasil riset ilmiah, bukan asal-asalan.

Lewat pandangan-pandangannya yang bersifat terobosan, tanpa banyak gembar-gembor, sosok yang satu ini diam-diam telah masuk ke jajaran motivator papan atas di Indonesia. Keahlian Arvan nyatanya telah dimanfaatkan oleh tak kurang dari 300 perusahaan ternama di Indonesia.

Arvan juga senantiasa menyebarkan inspirasi dan motivasi melalui radio. Ia adalah narasumber tetap untuk talk show Smart Happiness, yang disiar…

Laksdya TNI Widodo, Pertama Kali Naik Kapal Perang Jadi Mabuk Laut

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Sejak kecil bercita-cita menjadi guru, namun perjalanan hidup justru membawanya menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (2015-2016), dan terakhir menjabat Sekjen Kementerian Pertahanan RI. Itulah yang dialami Laksamana Madya TNI Widodo, S.E, M.Sc. Pada Februari 2017, Widodo juga melengkapi karirnya dengan menyelesaikan studi S3 di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Lahir di Malang, Jawa Timur, 30 Juni 1959, Widodo adalah putra seorang prajurit TNI AD. Lulusan AAL 1983 ini membuat sejarah, dengan menjadi perwira TNI AL pertama yang menjabat Sekjen Kemhan. Selama ini hanya perwira TNI AD dan TNI AU yang pernah memegang jabatan itu. Berbagai penugasan dan pendidikan kemiliteran telah dilalui Widodo, termasuk Seskoal (1998), Sesko TNI (2002), dan PPSA Lemhannas (2011).

Widodo yang berpenampilan kalem ini adalah pelaut andal. Namun diakuinya, ketika pertama kali naik kapal perang, ia mabuk laut dan muntah-munta…

Geliat Industri Pertahanan Indonesia

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Menyaksikan pameran industri pertahanan dan keamanan, Indo Defence 2016 Expo & Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, terasa sangat penting. Hal ini bukan saja karena kita bisa memantau perkembangan produk-produk industri pertahanan terbaru dari luar, tetapi yang tak kalah penting adalah kita bisa melihat geliat industri pertahanan dan keamanan di dalam negeri. Mereka ternyata tetap bertahan, bahkan terus berkembang.

Pada ajang Indo Defence, yang berlangsung pada 2-5 November 2016, hadir sejumlah industri pertahanan dalam negeri. Antara lain: PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Len Industri, PT. Dok Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT. Krakatau Steel, PT. Industri Kapal Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Barata Indonesia, PT. Boma Bisma Indra, PT. Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dahana, PT. Industri Nuklir Indonesia, PT. Maju Mapan, PT. Sari Bahari, PT. Garda Persada, PT. Farin Industri Nusantara, PT. Palindo Marine …

Belarus Tawarkan Modifikasi BTR-50 dan PT-76

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ada negara yang tampil dengan produk unik di pameran industri pertahanan Indo Defence, 2-5 November 2016, yaitu Belarus. Negara bekas pecahan Uni Soviet ini menawarkan produk persenjataan yang sangat relevan dengan Indonesia, karena TNI sudah pernah memilikinya. Yaitu, jenis panser dan tank buatan era Uni Soviet dulu.

Yang ditawarkan Belarus tentu bukan panser dan tank kuno, namun panser dan tank yang sudah mengalami modifikasi, modernisasi, dan ditingkatkan kecanggihan dan keampuhannya. Panser dan tank itu, di antaranya, adalah kendaraan lapis baja amfibi pengangkut pasukan BTR-50PKM dan tank amfibi ringan PT-76M.

Perusahaan Belarus yang menangani modernisasi itu adalah Minotor-Service. Minotor-Service melakukan program perpanjangan masa dinas yang dikembangkan khusus untuk BTR-50PK dan wahana-wahana dengan chassis setara (PT-76, BTR-50PU). Tujuannya adalah untuk meningkatkan mobilitas, ergonomi, dan kemudahan untuk perbaikan. Kendaraan lapis baja yang suda…

Persaingan AS-Rusia di Indo Defence 2016

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Terselenggaranya pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional, Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, telah mengangkat persaingan antara industri pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Rusia, dalam memperebutkan pasar bagi produk-produknya di Indonesia.

Indo Defence, yang berlangsung pada 2-5 November 2016, adalah ajang promosi bagi produsen peralatan sektor pertahanan dan keamanan internasional. Tahun ini ada 844 peserta dari 45 negara, yang ikut dalam pameran dua tahunan tersebut. Seluruh peserta berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri.

Instansi pemerintah juga ikut ambil bagian dalam pameran ini. Antara lain: Badan Keamanan Laut (Bakamla), Badan SAR Nasional, BPPT, LIPI, LAPAN, TNI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perindustrian.

Perusahaan asing yang ikut memamerkan produknya, antara lain: Airbus, Arsenal, Avibraz, Brahmos Aerospace, Beretta Defence Technologies, Boeing Def…

Honeywell Mencuri Perhatian di Indo Defence

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Dari sekian banyak produsen peralatan pertahanan yang tampil di pameran industri pertahanan dan keamanan, Indo Defence 2016 Expo & Forum, Honeywell berhasil mencuri perhatian pengunjung. Perusahaan global terkemuka, yang termasuk dalam Fortune 100 itu, menghadirkan produk-produk berkualitasnya di pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 2-5 November 2016.

Nama pabrik pesawat terbang Boeing mungkin lebih dikenal oleh publik, namun banyak yang tidak menyadari bahwa produk-produk Honeywell terpasang di hampir semua pesawat penumpang komersial Boeing. Honeywell beroperasi dalam empat bisnis: kedirgantaraan (aerospace); teknologi rumah dan bangunan (home and building technologies); solusi keselamatan dan produktivitas (safety and productivity solutions); dan teknologi dan material kinerja (performance materials and technologies).

Di Indonesia, teknologi kedirgantaraan Honeywell sudah banyak digunakan untuk penerbangan sipil, bisnis dan komersial,…

Indo Defence dan Komitmen Anggaran Pertahanan RI

Image
Oleh: Satrio Arismunandar

Ekonomi dunia boleh melesu, namun bisnis senjata tetap hidup, bahkan cukup bergairah. Potensi industri pertahanan untuk terus tumbuh masih besar. Apalagi di sejumlah titik panas kawasan Timur Tengah, seperti Irak dan Suriah, masih terjadi perang sengit. Sedangkan di kawasan Asia sendiri, konflik Laut China Selatan (LCS) masih menyisakan ketegangan, yang bisa tergelincir ke konflik militer.

Produsen senjata memang sedang mengincar pasar Asia, salah satunya Indonesia. Ketegangan di Asia seperti sengketa LCS memicu naiknya anggaran belanja militer di negara-negara terkait. Ketika penerbangan komersial mulai goyah akibat kelesuan ekonomi, pemesanan pesawat militer malah mencatat rekor terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini adalah kombinasi dari siklus belanja persenjataan, ditambah dengan meningkatnya ketegangan regional dan ketakutan.

Itulah kesan yang terlihat, dengan terselenggaranya pameran industri pertahanan dan keamanan berskala interna…